Lionel Messi, salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa, kembali membuktikan kelasnya di Piala Dunia 2026 meskipun sudah menginjak usia 38 tahun. Pemain berjulukan La Pulga tersebut tak hanya menunjukkan keterampilan luar biasa di lapangan, tetapi juga mempertahankan tradisi selebrasi ikoniknya yang telah menjadi ciri khas sepanjang kariernya. Hampir setiap kali mencetak gol, Messi akan menengadah ke langit sambil mengangkat kedua jari telunjuknya, sebuah gestur yang kini sudah sangat dikenal oleh pencinta sepak bola di seluruh dunia.
Selebrasi yang Penuh Makna
Seperti dikutip dari berbagai sumber, gestur selebrasi tersebut ternyata memiliki makna yang sangat personal bagi Messi. Selebrasi menunjuk ke langit itu merupakan bentuk penghormatan kepada neneknya, Celia Olivera Cuccittini, yang meninggal dunia pada 1998 ketika Messi masih berusia muda. Celia memiliki peran besar dalam perjalanan awal karier sang bintang. Ia disebut sebagai sosok yang sering mengantar Messi ke sesi latihan pertamanya dan terus mendorong agar cucunya diberi kesempatan bermain meski memiliki postur tubuh yang kecil dibandingkan anak-anak seusianya.
Messi pernah menjelaskan alasan di balik selebrasi tersebut. “Saya melakukan ini karena setiap gol saya dedikasikan untuk nenek saya.” Kalimat singkat itu menjelaskan mengapa selebrasi tersebut terus ia lakukan selama bertahun-tahun, bahkan setelah mencetak ratusan gol di berbagai kompetisi. Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh neneknya dalam hidup dan karier Messi.
Momen Penentu di Karier Messi
Messi adalah salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Kariernya dipenuhi berbagai rekor, gelar bergengsi, serta momen bersejarah yang membawanya menjuarai Liga Champions hingga Piala Dunia, dua trofi paling prestisius di level klub dan tim nasional. Namun, di balik tumpukan gol, trofi, dan penghargaan individu, ada satu kebiasaan yang selalu melekat pada dirinya dan tidak ada hubungannya dengan statistik.
Hampir setiap kali mencetak gol, Messi akan menengadah ke langit sambil mengangkat kedua jari telunjuknya. Selebrasi sederhana itu kini menjadi salah satu ciri khas yang paling mudah dikenali dalam dunia sepak bola. Ratusan pencinta sepak bola di Surakarta, Jawa Tengah, merayakan Piala Dunia 2026 dengan menciptakan “Desa Piala Dunia” yang dihiasi 48 bendera negara peserta.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Selebrasi Messi tidak hanya berhenti pada gestur menunjuk ke langit. Ia juga kerap melakukan selebrasi lain seperti berlari menjauh dari gawang dengan kedua tangan terbuka lebar sebelum dikerubungi rekan-rekannya. Momen seperti itu terlihat jelas saat Argentina menjuarai Piala Dunia 2022. Messi juga beberapa kali melakukan selebrasi khusus untuk keluarganya, seperti ketika anak-anaknya lahir, ia pernah merayakannya dengan gestur mengisap ibu jari yang diarahkan ke kamera.
Karena itulah selebrasi menunjuk ke langit mampu bertahan begitu lama dan menjadi identitasnya. Gestur tersebut seolah mencerminkan karakter Messi yang lebih memilih berbicara lewat penampilannya di lapangan. Ini menunjukkan betapa autentiknya Messi dalam mengekspresikan dirinya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski sesekali terlibat dalam kontroversi, secara umum selebrasi Messi cenderung sederhana. Tidak ada koreografi berlebihan atau aksi teatrikal yang sering terlihat pada pemain lain. Sebagian besar selebrasinya lahir dari emosi dan makna pribadi. Ke depan, Messi masih memiliki banyak hal yang bisa diraih, baik secara individu maupun bersama tim nasional Argentina.
Dengan usianya yang kini sudah 38 tahun, Messi masih menunjukkan kelasnya sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Ia masih memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk terus berprestasi di lapangan hijau. Dan, tentu saja, pencinta sepak bola di seluruh dunia masih sangat menantikan apa yang akan dilakukan oleh Messi selanjutnya, baik dalam pertandingan maupun dalam selebrasi khasnya yang sudah sangat ikonik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bola.com/dunia/read/7939253/kisah-menyentuh-di-balik-selebrasi-ikonik-lionel-messi-menunjuk-ke-langit-setelah-mencetak-gol, without altering the facts of the original article.