Mahasiswa Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Politeknik Kesehatan Kesuma Bangsa, Bandar Lampung, telah mengembangkan sebuah sistem pendaftaran pasien digital yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses pelayanan kesehatan. Sistem ini merupakan salah satu contoh inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa MIK dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Politeknik Kesehatan tersebut berlokasi di Jalan Imam Bonjol No.3, Gedong Air, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung. Ketua Program Studi D4 Manajemen Informasi Kesehatan Poltekkes Kesuma Bangsa, Ika Sudirahayu, menjelaskan bahwa pengembangan sistem informasi kesehatan seperti ini sangat penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien.
Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan
Manajemen Informasi Kesehatan merupakan pengembangan dari disiplin ilmu rekam medis yang kini telah bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan layanan kesehatan modern. “Kalau dulu dikenal sebagai rekam medis, sekarang paradigma baru berubah menjadi Manajemen Informasi Kesehatan. Di dalamnya memadukan ilmu kesehatan dengan teknologi informasi sehingga mampu mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien,” ujar Ika saat ditemui di ruangannya. Menurutnya, mahasiswa D4 MIK mendapatkan pembelajaran yang cukup unik karena menggabungkan dua bidang ilmu sekaligus. Selain mempelajari sistem informasi dan teknologi digital, mahasiswa juga dibekali berbagai mata kuliah kesehatan yang umumnya dipelajari pada program studi kesehatan lainnya.
Mata Kuliah dan Kompetensi
Mata kuliah tersebut meliputi anatomi tubuh manusia, patofisiologi, farmakologi, terminologi medis, hingga ilmu penyakit. Dengan bekal tersebut, lulusan MIK diharapkan mampu memahami berbagai aspek pelayanan kesehatan secara komprehensif. “Kami belajar banyak mata kuliah kesehatan yang hampir mirip dengan dokter dan perawat. Bedanya, mahasiswa MIK juga mendapatkan tambahan ilmu manajemen dan teknologi informasi sehingga nantinya mampu menjadi manajer informasi kesehatan yang profesional,” jelasnya. Salah satu kompetensi utama yang menjadi ciri khas lulusan MIK adalah kemampuan melakukan coding diagnosis dan tindakan medis. Coding merupakan proses menerjemahkan diagnosis penyakit maupun prosedur tindakan medis ke dalam kode internasional menggunakan standar ICD-10 dan ICD-9-CM yang digunakan secara global.
MENGAPA & DAMPAK
Ika menjelaskan, coding memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pelayanan kesehatan saat ini, terutama terkait mekanisme pembayaran layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan. “Rumah sakit tidak dapat melakukan klaim pembayaran kepada BPJS apabila diagnosis dan tindakan medis yang diberikan dokter belum diterjemahkan ke dalam kode ICD. Karena itu, profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan memiliki peran yang sangat strategis dalam sistem pelayanan kesehatan,” katanya. Dengan demikian, pengembangan sistem pendaftaran pasien digital oleh mahasiswa MIK ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan kesehatan. “Apa artinya ini ke depan? Ke depannya, lulusan MIK diharapkan dapat menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” jelasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kesehatan, Politeknik Kesehatan Kesuma Bangsa masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik dan lebih efektif masih terus dilakukan. “Kami masih terus berinovasi dan berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui pengembangan sistem informasi kesehatan yang lebih baik,” ujar Ika. Dengan demikian, diharapkan lulusan MIK dapat menjadi tenaga kesehatan yang profesional dan mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212454/kuliah-poltekkes-kesuma-bangsa-mahasiswa-belajar-kembangkan-sistem-pendaftaran-pasien-digital, without altering the facts of the original article.