Meta description: Man City berhasil membalikkan skor setelah tertinggal dari Atlético Madrid pada babak pertama. Simak jalannya pertandingan, brace Omar Marmoush, aksi Antoine Semenyo, dan sorotan lengkap di Seoul.
Man City balikkan skor setelah sempat tertinggal 0-1 dari Atlético Madrid dalam pertandingan pramusim di Seoul World Cup Stadium, Korea Selatan, Minggu, 9 Agustus 2026. Manchester City akhirnya menang dengan skor 3-1 setelah tampil lebih agresif pada babak kedua.
Atlético Madrid lebih dahulu mencetak gol melalui pemain muda Jorge Domínguez pada menit ke-43. Namun, Manchester City mampu mengubah keadaan setelah turun minum. Omar Marmoush mencetak dua gol dalam waktu singkat, sebelum Rayan Aït-Nouri memastikan kemenangan City dengan gol pada fase akhir pertandingan. (Reuters)
Pertandingan ini menjadi penutup tur pramusim Asia Manchester City sekaligus memberikan sejumlah catatan menarik bagi Enzo Maresca. Selain comeback, kombinasi Antoine Semenyo dan Marmoush menjadi salah satu sorotan terbesar dalam pertandingan.
Manchester City Sempat Kesulitan di Babak Pertama
Sejak pertandingan dimulai, Manchester City berusaha mengambil kendali permainan melalui penguasaan bola.
Skuad asuhan Enzo Maresca mencoba membangun serangan secara perlahan dari lini belakang. Pemain sayap seperti Antoine Semenyo dan Savinho menjadi sumber ancaman ketika City mencoba masuk ke area pertahanan Atlético.
Namun, dominasi penguasaan bola belum otomatis menghasilkan gol.
Atlético Madrid justru mampu bertahan dengan cukup disiplin. Los Colchoneros berusaha mempersempit ruang di area pertahanan dan menunggu kesempatan untuk melakukan serangan balik.
Manchester City akhirnya harus menerima kenyataan tertinggal menjelang babak pertama berakhir.
Jorge Domínguez Bawa Atlético Unggul
Pada menit ke-43, Jorge Domínguez mencetak gol yang membuat Atlético Madrid unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi salah satu kejutan dalam pertandingan. Domínguez yang masih berusia 16 tahun mampu memanfaatkan peluang dan menunjukkan ketenangan ketika menghadapi pertahanan Manchester City. (Into the Calderon)
Keunggulan tersebut bertahan hingga turun minum.
Bagi Atlético, skor 1-0 menjadi modal bagus untuk menghadapi babak kedua. Mereka berhasil membuat Manchester City kesulitan menciptakan peluang bersih sekaligus mampu mencetak gol pada momen penting.
Namun, keunggulan tersebut ternyata tidak bertahan lama.
Perubahan Besar Setelah Turun Minum
Manchester City tampil dengan intensitas yang lebih tinggi pada babak kedua.
Tekanan mulai meningkat. City lebih berani mengirimkan bola ke area pertahanan Atlético dan memanfaatkan lebar lapangan.
Perubahan pendekatan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Pada menit ke-57, Omar Marmoush mencetak gol penyama kedudukan.
Gol tersebut membuat skor menjadi 1-1 dan menghidupkan kembali momentum Manchester City.
Menariknya, City tidak berhenti setelah berhasil menyamakan kedudukan. Mereka terus memberikan tekanan dan hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit untuk membalikkan skor.
Marmoush Cetak Dua Gol Cepat
Omar Marmoush menjadi pemain utama dalam comeback Manchester City.
Setelah mencetak gol penyama pada menit ke-57, Marmoush kembali mencetak gol pada menit ke-59.
Manchester City pun berbalik unggul 2-1.
Dua gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Atlético yang sebelumnya terlihat nyaman dengan keunggulan harus menghadapi tekanan besar dari City. (Reuters)
Brace Marmoush juga menunjukkan pentingnya penyelesaian akhir.
Manchester City sebenarnya memiliki sejumlah peluang sebelum mencetak gol, tetapi baru pada babak kedua mereka mampu mengubah tekanan menjadi gol secara efektif.
Antoine Semenyo Jadi Kunci Comeback
Dua gol Marmoush tidak terlepas dari kontribusi Antoine Semenyo.
Pemain tersebut memberikan assist untuk kedua gol Marmoush.
Semenyo tampil agresif dari sektor sayap dan mampu menciptakan ruang melalui kecepatan serta kemampuan melewati pemain bertahan Atlético.
Kombinasi Semenyo dan Marmoush menjadi salah satu aspek paling menarik dari pertandingan.
Enzo Maresca bahkan memberikan perhatian khusus terhadap hubungan permainan kedua pemain tersebut. Menurut Reuters, Semenyo mengakhiri tur Asia dengan empat assist dalam tiga pertandingan. (Reuters)
Catatan tersebut tentu menjadi kabar positif bagi Manchester City menjelang dimulainya musim baru.
City Tidak Panik Setelah Tertinggal
Salah satu hal yang patut disoroti dari pertandingan ini adalah respons Manchester City ketika berada dalam posisi tertinggal.
Tim tidak terlihat panik.
Sebaliknya, City tetap mempertahankan pola permainan dan meningkatkan intensitas setelah jeda.
Mentalitas seperti ini menjadi modal penting bagi tim yang akan menjalani musim panjang.
Dalam pertandingan kompetitif, Manchester City kemungkinan akan menghadapi situasi serupa, terutama ketika bertemu lawan yang mampu bertahan dengan baik.
Kemampuan mengubah strategi dan mempertahankan kepercayaan diri menjadi faktor penting untuk meraih hasil positif.
Atlético Kehilangan Momentum
Dari sisi Atlético Madrid, masalah utama terlihat setelah City berhasil menyamakan kedudukan.
Sebelum gol Marmoush, Los Colchoneros mampu menjaga keunggulan dengan cukup baik.
Namun, setelah skor berubah menjadi 1-1, mereka kesulitan menghentikan serangan City.
Gol kedua Marmoush hanya berselang sekitar dua menit dari gol pertamanya.
Perubahan skor yang cepat tersebut membuat Atlético harus mengubah pendekatan permainan.
Mereka kemudian mencoba mencari gol penyeimbang, tetapi ruang yang semakin terbuka justru memberikan kesempatan bagi Manchester City untuk melakukan serangan.
Rayan Aït-Nouri Memastikan Kemenangan
Manchester City akhirnya memastikan kemenangan pada menit-menit akhir.
Rayan Aït-Nouri mencetak gol ketiga City sehingga skor berubah menjadi 3-1.
Gol tersebut membuat Atlético kehilangan kesempatan untuk mengejar ketertinggalan.
Bagi Aït-Nouri, gol tersebut menjadi momen positif dalam persiapan menghadapi musim baru.
Manchester City pun mengakhiri pertandingan dengan kemenangan setelah sebelumnya tertinggal pada babak pertama. (Reuters)
Statistik Menunjukkan Dominasi City
Dari sisi statistik, Manchester City memang memiliki keunggulan dalam sejumlah aspek permainan.
City mencatatkan sekitar 54 persen penguasaan bola, sedangkan Atlético berada di angka 46 persen. Manchester City juga lebih banyak menciptakan tembakan dan memiliki jumlah tembakan tepat sasaran yang lebih tinggi.
Data tersebut menunjukkan bahwa City tidak hanya menang karena keberuntungan.
Mereka mampu menciptakan tekanan yang lebih konsisten setelah jeda dan akhirnya menghasilkan tiga gol.
Namun, Maresca tetap menilai masih ada ruang untuk perbaikan, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir. (Reuters)
Savinho Memberikan Ancaman dari Sisi Lain
Selain Semenyo, Savinho juga memberikan ancaman kepada lini pertahanan Atlético.
Keberadaan dua pemain sayap yang memiliki kecepatan membuat City memiliki banyak pilihan ketika menyerang.
Jika Atlético berusaha menutup ruang untuk Semenyo, City dapat mengalihkan serangan ke sisi lain.
Variasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Atlético kesulitan menjaga konsentrasi pada babak kedua.
Bagi Maresca, memiliki pemain dengan karakter berbeda di sektor sayap tentu memberikan fleksibilitas dalam menerapkan strategi.
Maresca Mulai Menemukan Kombinasi Menarik
Pertandingan melawan Atlético memberikan sejumlah jawaban bagi Enzo Maresca.
Salah satunya adalah potensi kombinasi Marmoush dan Semenyo.
Marmoush dapat bergerak di area depan dan memanfaatkan ruang yang tercipta dari pergerakan pemain sayap. Sementara Semenyo memiliki kemampuan untuk membawa bola dan memberikan umpan terakhir.
Jika hubungan tersebut terus berkembang, Manchester City memiliki alternatif serangan baru.
Maresca tentu masih harus mencoba berbagai kombinasi sebelum menentukan formula terbaik untuk kompetisi resmi.
Kembalinya Haaland Bisa Mengubah Lini Depan
Manchester City juga masih menunggu kembalinya Erling Haaland.
Kehadiran striker utama tersebut akan memberikan opsi berbeda bagi Maresca.
Dengan Haaland di kotak penalti, pemain seperti Semenyo dan Marmoush dapat memiliki target yang lebih jelas ketika memberikan umpan dari sisi lapangan.
Maresca menyebut kembalinya Haaland berpotensi membuat lini serang City semakin berbahaya. (Reuters)
Persaingan untuk mendapatkan tempat di lini depan pun menjadi semakin menarik.
Jorge Domínguez Tetap Jadi Catatan Positif
Meskipun Atlético kalah, penampilan Jorge Domínguez layak mendapatkan perhatian.
Pemain muda berusia 16 tahun tersebut mampu mencetak gol melawan Manchester City.
Ia menunjukkan keberanian dan ketenangan yang cukup menarik untuk pemain seusianya.
Bagi Atlético, talenta seperti Domínguez dapat menjadi investasi penting untuk masa depan.
Pertandingan melawan City memberikan pengalaman besar yang bisa membantu proses perkembangannya.
Pablo Barrios Kembali Bermain
Atlético juga mendapatkan kabar positif melalui kembalinya Pablo Barrios.
Gelandang tersebut mendapatkan kesempatan bermain setelah sebelumnya mengalami cedera. Penampilannya selama sekitar 30 menit memberikan gambaran bahwa ia mulai kembali ke kondisi kompetitif. (Into the Calderon)
Kembalinya Barrios penting bagi Diego Simeone.
Atlético membutuhkan pemain yang mampu mengatur tempo sekaligus membantu progresi bola dari lini tengah.
Debut Kang-In Lee di Korea Selatan
Pertandingan di Seoul juga menjadi momen spesial bagi Kang-In Lee.
Pemain asal Korea Selatan itu menjalani debut bersama Atlético Madrid di negara kelahirannya.
Meski waktunya di lapangan terbatas, momen tersebut tetap menjadi bagian penting dalam persiapan sang pemain bersama klub barunya.
Kang-In Lee juga menunjukkan beberapa kemampuan teknis yang dapat menjadi tambahan bagi lini serang Atlético. (Into the Calderon)
Tur Asia City Berakhir Positif
Kemenangan 3-1 atas Atlético menjadi penutup tur Asia Manchester City.
Dalam rangkaian tersebut, City menghadapi Inter Milan dan K-League All-Stars sebelum bertemu Atlético.
Reuters mencatat bahwa City bermain imbang dengan Inter dan kemudian menang atas K-League All-Stars sebelum menutup tur dengan kemenangan 3-1. (Reuters)
Bagi Maresca, tur tersebut sangat penting karena merupakan rangkaian pramusim pertamanya sebagai pelatih Manchester City.
Ia mendapatkan kesempatan untuk menguji pemain sekaligus membangun identitas permainan.
Comeback Jadi Modal Kepercayaan Diri
Membalikkan skor setelah tertinggal tentu memberikan suntikan kepercayaan diri.
Manchester City menunjukkan bahwa mereka tidak mudah menyerah ketika menghadapi situasi sulit.
Namun, hasil pramusim tetap perlu dilihat secara realistis.
Pertandingan kompetitif akan memberikan tantangan yang berbeda.
Karena itu, Maresca masih perlu memperbaiki beberapa aspek sebelum musim resmi dimulai.
Arsenal Menjadi Ujian Berikutnya
Setelah mengalahkan Atlético Madrid, Manchester City akan menghadapi Arsenal pada Community Shield 16 Agustus 2026. Laga tersebut akan menjadi pertandingan kompetitif berikutnya bagi City setelah menyelesaikan tur Asia. (Reuters)
Duel melawan Arsenal tentu akan memberikan tekanan lebih besar.
Maresca harus memastikan pemainnya siap secara fisik dan taktik.
Performa melawan Atlético bisa menjadi modal, tetapi City harus menunjukkan konsistensi yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Man City balikkan skor setelah tertinggal di babak pertama dalam pertandingan melawan Atlético Madrid di Seoul. Los Colchoneros lebih dahulu unggul melalui gol Jorge Domínguez pada menit ke-43.
Manchester City kemudian tampil lebih agresif setelah jeda. Omar Marmoush mencetak dua gol, masing-masing pada menit ke-57 dan 59, untuk membawa City berbalik unggul 2-1. Dua gol tersebut tidak terlepas dari kontribusi Antoine Semenyo yang memberikan dua assist. (Reuters)
Rayan Aït-Nouri kemudian mencetak gol ketiga pada fase akhir pertandingan dan memastikan kemenangan Manchester City dengan skor 3-1.
Dari pertandingan tersebut, beberapa hal menjadi sorotan. Marmoush menunjukkan ketajaman, Semenyo tampil sebagai kreator utama, sementara Savinho memberikan ancaman tambahan dari sektor sayap.
Di sisi Atlético, gol Jorge Domínguez menjadi salah satu catatan positif. Kembalinya Pablo Barrios dari cedera dan debut Kang-In Lee di Korea Selatan juga memberikan alasan untuk tetap optimistis. (Into the Calderon)
Bagi Enzo Maresca, kemenangan tersebut menjadi penutup positif tur Asia. Lebih penting lagi, comeback Manchester City memberikan gambaran bahwa skuadnya memiliki kemampuan untuk merespons tekanan dan mengubah jalannya pertandingan.
Kini, fokus City beralih ke Arsenal. Community Shield akan menjadi ujian sebenarnya untuk melihat apakah perkembangan positif selama pramusim dapat diterjemahkan ke pertandingan kompetitif.
Dengan kombinasi pemain sayap yang semakin menarik, Marmoush yang sedang percaya diri, serta potensi kembalinya Haaland, Manchester City memiliki sejumlah alasan untuk menyambut musim baru dengan optimisme.
penulis ; erviani