Berita Hari Ini – 07 April 2026 | Jakarta, 8 April 2026 – Setelah lebih dari satu dekade berkarier di bawah naungan SM Entertainment, rapper sekaligus leader tidak resmi NCT Dream, Mark Lee, resmi mengakhiri kontraknya dan meninggalkan semua unit NCT. Keputusan yang diumumkan pada 3 April 2026 ini mengguncang para penggemar (fanbase) K‑Pop di seluruh dunia serta menimbulkan pertanyaan tentang arah baru grup NCT Dream dan langkah selanjutnya sang idol.
Latar Belakang Kepergian Mark Lee
Mark Lee pertama kali bergabung dengan SM Rookies pada 2015, kemudian debut di NCT 127 pada 2016 dan sekaligus menjadi anggota NCT Dream pada tahun yang sama. Selama sepuluh tahun, ia menjadi figur penting dalam proyek NCT yang bersifat multigrup, berperan sebagai main rapper, penulis lirik, serta figur senior yang sering memberikan arahan kepada anggota yang lebih muda. Pada 8 April 2026, kontraknya yang semula akan berakhir pada tanggal tersebut tidak diperpanjang, sehingga Mark resmi keluar dari agensi dan semua unit NCT.
Momen Terakhir di Backstage NCT Dream Tour – The Dream Show 4
Konser penutup tur NCT Dream yang digelar di Seoul pada 27‑29 Maret 2026 menjadi saksi momen emosional bagi Mark. Pada backstage, foto‑foto yang diunggah di Instagram @onyourm__ark menampilkan Mark menghabiskan waktu berkualitas bersama anggota lain, terutama Chenle, Jeno, Jaemin, dan Jisung. Dalam serangkaian potret, terlihat Mark saling berpelukan, tertawa, dan berbagi persiapan panggung. Foto‑foto tersebut dengan cepat menjadi viral, menandakan bahwa penampilan pada “Future The Dream – Finale” menjadi penampilan terakhir Mark sebagai anggota NCT Dream.
Dampak pada Formasi dan Kreativitas NCT Dream
Kepergian Mark mengubah dinamika grup menjadi enam anggota aktif. Sebelumnya, rap line NCT Dream terdiri dari Mark, Jeno, Jaemin, dan Jisung. Dengan absennya Mark, rap line kini hanya diisi tiga orang, yang berarti beban vokal rap harus dibagi lebih merata. Jeno secara resmi ditetapkan sebagai captain, menggantikan peran leadership yang sebelumnya diemban Mark secara informal.
Perubahan ini diprediksi akan mendorong NCT Dream menuju konsep musik yang lebih dewasa. Tanpa kontribusi lirik Mark, anggota lain diperkirakan akan lebih banyak terlibat dalam proses penulisan. Hal ini sekaligus menjadi tantangan sekaligus peluang bagi grup untuk mengekspresikan identitas baru mereka.
Reaksi Fans dan Industri
Reaksi dari fandom NCT (dikenal sebagai “NCTzens”) sangat beragam, namun mayoritas mengekspresikan rasa kehilangan dan kekhawatiran. Banyak yang mengingat kembali sistem “graduation” yang dulu diterapkan pada NCT Dream, di mana anggota yang memasuki usia legal harus meninggalkan grup. Mark pernah mengalami “graduation” pada 2018, namun kembali karena tekanan fans. Kali ini, keluarnya Mark bersifat permanen, sehingga fans menganggap ini sebagai akhir sebuah era.
Para artis senior dan rekan kerja di SM Entertainment mengirimkan pesan dukungan melalui media sosial, menyoroti kontribusi Mark dalam membentuk citra global NCT. Industri K‑Pop secara keseluruhan mencatat bahwa pergeseran besar seperti ini dapat memicu perubahan strategi agensi, khususnya dalam mengelola grup multigrup yang memiliki banyak anggota.
Prospek Masa Depan Mark Lee
Setelah meninggalkan SM, Mark menyatakan keinginannya untuk mengejar karier musik secara independen. Ia menekankan keinginan untuk lebih leluasa dalam produksi musik, kolaborasi internasional, serta eksplorasi genre di luar batasan K‑Pop konvensional. Beberapa analis industri memperkirakan Mark dapat bergabung dengan label independen atau bahkan memulai label sendiri, mengingat popularitas dan jaringan luas yang telah ia bangun selama satu dekade.
Di sisi lain, keberadaan Mark di luar SM juga membuka peluang bagi kolaborasi lintas agensi, yang selama ini jarang terjadi karena kontrak eksklusif. Jika Mark berhasil menembus pasar internasional, hal ini dapat menjadi contoh bagi idol lain yang ingin menapaki jalur karier lebih mandiri.
Secara keseluruhan, kepergian Mark Lee menandai titik balik penting dalam sejarah NCT dan industri K‑Pop. Bagi NCT Dream, tantangan terbesar adalah menyesuaikan formasi, mempertahankan identitas, dan tetap relevan di kancah musik global. Bagi Mark, kesempatan untuk mengekspresikan diri secara bebas menjadi tantangan baru yang menjanjikan. Kedua pihak memiliki peluang untuk tumbuh, asalkan mampu mengelola ekspektasi fans dan menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang terus berubah.