Matcha, bubuk hijau asal Jepang yang kini menjadi tren di Indonesia, masih didominasi oleh produk impor. Meskipun Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, namun produksi matcha lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Apakah Indonesia dapat bersaing dengan matcha Jepang?
Matcha telah menjadi populer di Indonesia sejak awal kemunculannya, dengan berbagai kreasi makanan dan minuman yang menggunakan bubuk hijau ini. Martabak matcha, klepon matcha, cendol matcha, sampai risol matchaâdemam bubuk hijau asal Jepang ini tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda di Indonesia. Namun, sebagian besar matcha yang dikonsumsi masyarakat masih berasal dari luar negeri.
Apa yang Terjadi?
Menurut Merisha Ayu, CEO kafe Uji Matcha, perkembangan pasar matcha sangat signifikan. Hal ini tergambar dari impor matcha untuk kafenya yang meningkat dari tahun ke tahun. “Saya percaya kedepannya matcha ini masih tetap booming. Apalagi dengan gaya hidup masyarakat atau pasar sekarang, yang mana mereka itu lebih peduli dengan kesehatan dan juga lebih sadar dengan apa yang dikonsumsi,” kata Merisha.
Ruang pertumbuhan pasar matcha di Tanah Air, menurut Merisha, juga masih luas. Apalagi saat ini matcha juga sudah merambah industri kecantikan, digunakan buat skincare hingga parfum. Perusahaan riset pasar asal India, Mobility Foresight memprediksi, sampai tahun 2031, pasar matcha di Indonesia diperkirakan memiliki laju pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 14,8%, didorong oleh kesadaran kesehatan, budaya kafe yang Instagrammable, dan inovasi produk.
Mengapa dan Dampak
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, namun produksi matcha lokal masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Menurut Rizal Firdaus, produsen teh lokal di Ciwidey, Jawa Barat, butuh delapan tahun riset dan pengembangan untuk memproduksi matcha yang berkualitas. “Saya melihat yang produksi matcha di Indonesia tidak ada saat itu. Mungkin ada hanya sebatas green tea powder [teh hijau bubuk], tapi matcha masih diambil dari Jepang,” ujarnya.
Potensi Indonesia untuk meramaikan pasar matcha ini cukup besar, namun masih diperlukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi matcha lokal. Jika Indonesia dapat memproduksi matcha yang berkualitas dan memenuhi kebutuhan pasar, maka dapat membantu meningkatkan perekonomian negara dan meningkatkan kesejahteraan petani teh lokal.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam beberapa tahun ke depan, pasar matcha di Indonesia diperkirakan masih akan terus berkembang. Oleh karena itu, produsen teh lokal perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi matcha lokal untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dengan demikian, Indonesia dapat bersaing dengan matcha Jepang dan meningkatkan perekonomian negara.
Matcha lokal Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk dapat bersaing dengan matcha Jepang. Namun, dengan upaya yang tepat dan dukungan dari pemerintah, produsen teh lokal, dan masyarakat, Indonesia dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi matcha lokal dan menjadi pemain utama di pasar matcha global.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8x2581z7lro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.