Berita Hari Ini – 07 September 2026 | Hari ini, masyarakat Parepare disambut dengan jadwal pemadaman listrik bergilir yang berlangsung mulai pukul 13.30 Wita. Menurut Manajer ULP Mattirotasi, Adryani, kegiatan ini dimaksudkan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan di Sulawesi Selatan yang masih dalam fase pemulihan. Jadwal pemadaman dibagi menjadi lima sesi, mulai pagi hingga malam, dan durasinya masih bersifat estimasi awal karena kondisi lapangan dapat berubah sewaktu‑waktu.
Adryani menegaskan bahwa setiap pemadaman bertujuan untuk melindungi petugas dan memastikan jaringan tetap stabil. Ia mengimbau warga untuk mempersiapkan diri dengan mengisi daya perangkat elektronik sebelum listrik padam dan melaporkan gangguan lewat aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, langkah ini dianggap krusial agar perbaikan jaringan dapat berjalan aman dan lancar.
Abu Vulkanik: Ancaman Tak Terlihat bagi Penerbangan
Di luar negeri, kejadian tak terduga juga menggemparkan dunia penerbangan. Pada 24 Juni 1982, pesawat British Airways melintasi awan abu Gunung Galunggung dan mengalami mati mesin. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa partikel abu vulkanik, yang terdiri dari silika dan mineral tajam, dapat mengikis kaca kokpit, sensor, bilah turbin, serta lapisan pelindung mesin jet.
- Partikel silika dapat meleleh di ruang bakar mesin jet (1.400–2.000 °C), lalu membeku menjadi kerak kaca di turbin.
- Kerak ini mengganggu aliran udara dan pembakaran, menimbulkan risiko kegagalan mesin.
- Selain itu, abu dapat menutupi pitot tube dan sensor dinamika udara, mengacaukan data navigasi.
Ahli di bidang bencana, Dr. Daryono, menegaskan bahwa risiko ini tidak hanya terbatas pada bagian luar pesawat. Partikel keras dapat masuk ke mesin, menciptakan kerusakan mekanis dan termal yang berpotensi memicu kecelakaan. Pengetahuan ini penting bagi operator maskapai dan otoritas penerbangan internasional untuk menyiapkan protokol mitigasi, terutama di daerah rawan erupsi.
Kecelakaan Beruntun di Jalan Kembang Kerep, Jakarta Barat
Di sisi lain, Sabtu 6 September 2026 menandai tragedi di Jakarta Barat. Sebuah kecelakaan beruntun di Jl. Kembang Kerep melibatkan empat kendaraan—tiga mobil dan satu motor—yang menyebabkan tiga orang meninggal, termasuk seorang anak di bawah umur. Kejadian tersebut terjadi saat arus lalu lintas sedang lengang, sehingga kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
- Satu motor tertabrak kendaraan depan, menimbulkan gelombang tabrakan.
- Sebuah mobil listrik yang paling belakang menabrak kendaraan di depannya dan akhirnya menabrak tiang listrik.
- Korban termasuk pengendara sepeda motor, penumpang perempuan, dan balita.
Pihak kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi, mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti. Penyelidikan lebih lanjut akan diluncurkan untuk menentukan penyebab pasti dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Ketiga peristiwa ini—pemadaman listrik bergilir di Parepare, ancaman abu vulkanik pada penerbangan, dan kecelakaan beruntun di Jakarta—menunjukkan betapa pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor. Dari energi, penerbangan, hingga lalu lintas, setiap sistem memerlukan pemeliharaan rutin dan respons cepat terhadap risiko yang muncul. Masyarakat diharapkan tetap waspada, mengikuti jadwal resmi, dan melaporkan gangguan atau kejadian yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Dengan upaya bersama, keselamatan dan kenyamanan publik dapat dipertahankan meski tantangan terus berlanjut.