Max Verstappen Diselidiki FIA Usai Chaos Miami GP: Spin 360°, Pelanggaran Garis Pit, dan Kontroversi di Radio
Berita Hari Ini – 04 Mei 2026 | Miami Grand Prix musim 2026 menjadi sorotan utama setelah enam pembalap termasuk Max Verstappen masuk dalam penyelidikan resmi FIA. Kejadian di lintasan, mulai dari spin 360° yang dramatis hingga dugaan pelanggaran garis pit, menambah ketegangan di antara tim dan pembalap.
Spin 360° di Tikungan Kedua
Pada awal balapan, Verstappen yang memulai dari barisan depan menantang Charles Leclerc untuk memperebutkan posisi terdepan. Ketika masuk ke Tikungan 2, bagian belakang mobilnya kehilangan traksi karena beban bahan bakar berat, menyebabkan mobil berputar penuh 360 derajat. “Saya pikir akan tabrakan, jadi saya menekan pedal gas penuh dan melakukan 360,” ujar Verstappen kepada media setelah selesai lomba. Meskipun kehilangan posisi, ia berhasil kembali ke jalur utama lewat agresif menyalip, namun akhirnya mengakhiri balapan di posisi kelima.
Pelanggaran Garis Pit dan Penyidikan FIA
Selain insiden di start, Verstappen juga menjadi sorotan karena diduga melanggar garis putih pada area keluar pit. Setelah timnya melakukan pit stop singkat di lap tujuh, Verstappen keluar dari pit box dan melintasi area terlarang, yang biasanya berujung pada penalti otomatis. Stewards FIA menunda keputusan hingga setelah bendera kotak, namun indikasinya mengarah pada kemungkinan denda waktu atau penalti posisi.
Pembalap Lain Juga Diselidiki
Kasus Verstappen bukan satu-satunya. Charles Leclerc berada di daftar investigasi karena diduga keluar jalur berkali-kali pada lap akhir untuk mendapatkan keuntungan. Liam Lawson juga masuk penyelidikan terkait peranannya dalam kecelakaan Pierre Gasly, sementara Alex Albon, Fernando Alonso, dan Esteban Ocon dipanggil karena pelanggaran bendera kuning namun akhirnya dibebaskan tanpa sanksi.
Reaksi Dari Pembalap Lain
Setelah balapan, Verstappen menilai bahwa mobil Leclerc mengalami kerusakan, menyebutkan, “Saya rasa mobil Charles rusak.” Ia juga menambahkan bahwa kesulitan pada ban keras memperlambat performanya di paruh akhir. Di sisi lain, George Russell mengklaim Verstappen menabrak ban belakangnya di tikungan pertama, menyebabkan kerusakan kecil pada sayap depan.
Carlos Sainz dari Williams pula mengkritik Verstappen lewat tim radio, menyatakan bahwa Verstappen “menyuruhnya pergi” dan beranggapan bahwa pembalap Belanda itu merasa bisa melakukan apa saja di tengah medan balap. Sainz menutup balapan di posisi kesembilan, memberikan poin ganda bagi Williams.
Perbaikan Mobil Red Bull dan Prospek Musim
Verstappen mengakui adanya peningkatan signifikan pada mobil Red Bull, terutama sistem kemudi yang kini berfungsi optimal setelah masalah sebelumnya. Meskipun demikian, ia mengaku masih tertinggal dari rival utama seperti Ferrari, McLaren, dan Mercedes dalam hal konsistensi. Peningkatan tersebut membantu Verstappen menempati posisi kedua pada kualifikasi dan meraih hasil terbaik tahun ini, meski tidak cukup untuk mengalahkan Kimi Antonelli yang memenangi balapan dengan selisih 43,9 detik.
Dengan enam pembalap dalam penyelidikan, musim 2026 tampak semakin kompetitif. FIA menegaskan bahwa aturan akan ditegakkan secara konsisten, terutama mengenai pelanggaran pit lane yang dianggap “slam‑dunk case”. Bagi Verstappen, keputusan akhir akan memengaruhi posisi klasemen pembalap dan strategi Red Bull ke balapan berikutnya.
Secara keseluruhan, Miami GP memberikan pelajaran penting bagi semua tim: kecepatan bukan satu‑satunya faktor, kepatuhan terhadap regulasi tetap menjadi kunci utama. Penyelidikan yang sedang berjalan akan menentukan apakah Verstappen dan rekan-rekannya harus menerima hukuman tambahan atau melanjutkan musim dengan catatan bersih.