Kekuatan Tiga Kandidat Bacalon Rektor UNM menjadi sorotan utama dalam proses pemilihan rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) tahun 2027-2031. Sejumlah detail mengenai latar belakang, dukungan politik, dan potensi kepemimpinan masing‑masing calon telah terungkap melalui berbagai laporan, menambah kompleksitas persaingan di antara Dr Arifin Manggau, Prof Eko Hadi Sujiono, dan Andi Aslinda.
Proses Pendaftaran dan Dukungan Politik
Proses pendaftaran ketiga calon rektor UNM berlangsung pada akhir September 2026, di mana Dr Arifin Manggau, seorang doktor bidang pendidikan seni, resmi mendaftar pada Senin, 21 September 2026. Diikuti oleh Prof Eko Hadi Sujiono, profesor ilmu fisika, yang mendaftar pada Jumat, 25 September 2026. Andi Aslinda, profesor administrasi publik, mengisi posisi terakhir dengan pendaftaran pada Senin, 28 September 2026. Sementara Prof Suwardi Annas, guru besar statistika FMIPA UNM, belum mendaftar namun diperkirakan akan melakukannya pada awal Oktober 2026.
Dukungan politik bagi Dr Arifin Manggau datang dari dua tokoh penting: Politisi Hanura Brigadir Jenderal Polisi Adeni Muhan dan anggota DPRD Makassar Makmur Abdullah. Adeni Muhan, mantan Dansat Brimob Polda Sulsel, serta Makmur Abdullah, politisi PKB Makassar, memainkan peran kunci dalam memfasilitasi pendaftaran Dr Arifin. Selain itu, sejumlah penggiat seni dan budaya Sulawesi Selatan turut hadir dalam proses tersebut, menandai dukungan luas dari komunitas seni.
Latar Belakang Akademik dan Pengalaman Kepemimpinan
Dr Arifin Manggau memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dalam bidang pendidikan seni, serta pengalaman sebagai Wakil Rektor III UNM. Keahliannya di bidang seni dan pendidikan menambah nilai tambah bagi calon rektor, yang diharapkan dapat memperkuat kebijakan akademik dan pengembangan kurikulum seni di UNM. Pengalaman administrasi sebagai Wakil Rektor III menunjukkan kemampuan manajerial yang relevan untuk memimpin institusi.
Prof Eko Hadi Sujiono, sebagai profesor ilmu fisika, membawa perspektif ilmiah yang mendalam serta pengalaman dalam pengembangan program riset. Keterlibatannya dalam komunitas akademik internasional dapat membuka peluang kolaborasi dan meningkatkan profil UNM di kancah global. Sebagai calon rektor, ia diharapkan dapat memfasilitasi peningkatan kualitas penelitian dan fasilitas laboratorium.
Andi Aslinda, profesor administrasi publik, menawarkan latar belakang dalam manajemen publik dan kebijakan publik. Pengalaman akademik dan profesionalnya dapat memperkuat hubungan antara UNM dan lembaga pemerintah, serta memperluas jaringan kerjasama lintas sektor. Potensi kepemimpinan Andi Aslinda dapat menonjol dalam memajukan program-program kebijakan publik dan pengembangan SDM.
Persaingan dalam Pemilihan Senat dan Menteri
Proses pemilihan rektor UNM melibatkan dua tahap. Pada tahap pertama, 64 suara senat akan menentukan tiga calon teratas yang akan melanjutkan ke tahap berikutnya. Pada tahap kedua, selain 64 suara senat, 34 suara menteri juga akan diikutsertakan sebagai voters. Jumlah total suara pada tahap kedua menjadi 98, sehingga persaingan menjadi lebih ketat dan menuntut strategi kampanye yang matang.
Keputusan akhir akan menentukan siapa yang akan memimpin UNM selama masa jabatan 2027-2031. Dengan latar belakang yang beragam, setiap calon memiliki potensi untuk membawa perubahan signifikan dalam kebijakan akademik, penelitian, dan hubungan eksternal UNM.
Dampak Potensi Kepemimpinan bagi UNM
Kekuatan Tiga Kandidat Bacalon Rektor UNM menimbulkan harapan akan perubahan positif di berbagai bidang. Dr Arifin Manggau dapat memperkuat integrasi seni dalam kurikulum, meningkatkan kualitas pendidikan kreatif, dan menjalin kerja sama dengan lembaga seni nasional. Prof Eko Hadi Sujiono berpotensi memperluas program riset, meningkatkan fasilitas laboratorium, dan menarik dana riset eksternal. Andi Aslinda dapat memperkuat hubungan dengan pemerintah, meningkatkan kebijakan publik, dan membuka peluang kerja sama lintas sektor.
Setiap calon juga membawa jaringan politik yang kuat. Dukungan dari politisi dan penggiat seni dapat mempercepat proses perizinan, memperoleh dana, dan memperluas jaringan kerja sama. Namun, hal tersebut juga menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan, sehingga proses seleksi harus dilakukan secara adil dan terbuka.
Kesimpulan dan Prospek Masa Depan UNM
Kekuatan Tiga Kandidat Bacalon Rektor UNM mencerminkan keberagaman latar belakang dan potensi kepemimpinan yang dapat membawa UNM menuju era baru. Proses seleksi yang melibatkan senat dan menteri menambah dimensi kompetisi, menuntut strategi kampanye yang matang dan dukungan luas. Setiap calon memiliki potensi untuk menguatkan aspek akademik, riset, dan hubungan eksternal, serta memajukan visi UNM sebagai institusi unggul di tingkat nasional dan internasional.
Dengan persaingan yang sehat dan transparan, diharapkan proses pemilihan rektor UNM akan menghasilkan pemimpin yang mampu memimpin institusi menuju masa depan yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya, dan memperkuat posisi UNM sebagai pusat pendidikan dan penelitian di Sulawesi Selatan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/kampus/1852269/membaca-kekuatan-3-pendaftar-bacalon-rektor-unm-arifin-eko-aslinda, without altering the facts of the original article.