Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menjadi salah satu pilihan layanan keuangan yang cukup dekat dengan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil. Meskipun namanya belum sepopuler bank umum, BPR memiliki peran penting dalam menghimpun dana masyarakat sekaligus menyalurkan kredit atau pembiayaan.
Sejak terbitnya Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), istilah Bank Perkreditan Rakyat resmi berubah menjadi Bank Perekonomian Rakyat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan bahwa BPR dapat menjalankan kegiatan usaha secara konvensional maupun berdasarkan prinsip syariah, tetapi tidak memberikan jasa dalam lalu lintas giral secara langsung seperti bank umum. (OJK)
Lantas, apa saja produk dan layanan Bank Perekonomian Rakyat? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Bank Perekonomian Rakyat?
Bank Perekonomian Rakyat atau BPR merupakan lembaga perbankan yang kegiatan usahanya berfokus pada penghimpunan dana dan penyaluran dana kepada masyarakat.
BPR dapat menghimpun dana melalui simpanan seperti tabungan dan deposito berjangka. Dana tersebut kemudian dapat disalurkan dalam bentuk kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah.
Karakteristik BPR berbeda dengan bank umum. Ruang lingkup kegiatan BPR lebih terbatas, antara lain BPR tidak menerima simpanan giro dan tidak menjalankan kegiatan tertentu seperti perbankan umum dalam lalu lintas pembayaran. Namun, OJK juga mencatat bahwa BPR dapat melakukan sejumlah kegiatan lain sesuai izin dan ketentuan yang berlaku. (OJK)
Produk Bank Perekonomian Rakyat
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan BPR, terdapat beberapa produk utama yang perlu diketahui.
1. Tabungan BPR
Tabungan BPR merupakan salah satu produk simpanan yang ditawarkan kepada masyarakat.
Nasabah dapat menyimpan uang melalui rekening tabungan sesuai ketentuan masing-masing BPR. Persyaratan pembukaan rekening, setoran awal, biaya administrasi, serta fasilitas penarikan dapat berbeda antara satu BPR dengan BPR lainnya.
Tabungan BPR dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menyimpan dana sekaligus memperoleh akses terhadap layanan perbankan di wilayah tempat tinggal atau tempat usaha.
Sebelum membuka rekening, calon nasabah sebaiknya memahami seluruh ketentuan produk, termasuk biaya dan tingkat bunga yang ditawarkan.
2. Deposito BPR
Selain tabungan, BPR dapat menghimpun dana masyarakat dalam bentuk deposito berjangka.
Deposito merupakan simpanan yang ditempatkan untuk jangka waktu tertentu. Karena memiliki tenor, nasabah perlu memperhatikan ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo.
Deposito dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki dana dan tidak membutuhkannya untuk digunakan dalam waktu dekat.
Namun, jangan hanya melihat besarnya bunga deposito. Nasabah juga perlu memperhatikan reputasi bank, ketentuan pencairan, biaya, serta status penjaminan simpanan.
3. Kredit Modal Kerja
Salah satu layanan yang banyak dikaitkan dengan BPR adalah kredit modal kerja.
Produk ini ditujukan untuk membantu kebutuhan operasional usaha. Misalnya, pelaku UMKM membutuhkan tambahan dana untuk membeli bahan baku, menambah stok barang, membayar kebutuhan operasional, atau mengembangkan kegiatan usaha.
BPR memiliki peran penting dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha mikro dan kecil. OJK pada 2026 juga menegaskan peran BPR sebagai lembaga yang dekat dengan masyarakat dan pengusaha usaha mikro serta kecil. (OJK)
4. Kredit Investasi
BPR juga dapat menyalurkan kredit investasi sesuai kegiatan usaha dan izin yang dimiliki.
Kredit investasi biasanya digunakan untuk kebutuhan yang bersifat pengembangan usaha, seperti pembelian peralatan, mesin, renovasi tempat usaha, atau kebutuhan investasi lainnya.
Calon debitur biasanya perlu menjelaskan tujuan penggunaan dana serta menunjukkan kemampuan untuk membayar kembali kredit.
5. Kredit Konsumtif
Tidak semua kredit BPR ditujukan untuk kebutuhan usaha.
BPR juga dapat menawarkan kredit konsumtif sesuai dengan ketentuan dan produk masing-masing bank. Kredit tersebut dapat digunakan untuk kebutuhan pribadi yang diperbolehkan dalam perjanjian kredit.
Sebelum mengambil kredit konsumtif, calon nasabah perlu menghitung kemampuan membayar cicilan secara realistis.
Jangan sampai angsuran bulanan justru mengganggu kebutuhan pokok atau kondisi keuangan keluarga.
Layanan Pembiayaan Syariah
Selain BPR konvensional, terdapat Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS).
BPRS menjalankan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Karena itu, mekanisme penghimpunan dana dan pembiayaannya menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah.
Produk BPRS dapat mencakup tabungan, deposito berdasarkan prinsip syariah, serta berbagai bentuk pembiayaan sesuai akad dan ketentuan yang berlaku.
Masyarakat yang memilih layanan syariah sebaiknya memahami akad yang digunakan sebelum melakukan transaksi.
Layanan Transfer Dana
Perkembangan regulasi juga memberikan ruang bagi BPR untuk melakukan kegiatan transfer dana, baik untuk kepentingan sendiri maupun kepentingan nasabah, sesuai ketentuan yang berlaku.
OJK mencantumkan transfer dana sebagai salah satu kegiatan usaha yang dapat dilakukan BPR. BPR juga dapat bekerja sama dengan lembaga jasa keuangan lain untuk memberikan layanan kepada nasabah. (OJK)
Hal ini menunjukkan bahwa layanan BPR terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan industri keuangan.
Layanan untuk UMKM
Salah satu keunggulan strategis BPR adalah kedekatannya dengan pelaku UMKM.
Usaha mikro dan kecil sering membutuhkan pembiayaan dengan karakteristik yang sesuai dengan kondisi bisnis mereka. BPR dapat menjadi salah satu sumber pembiayaan bagi sektor tersebut.
OJK menerbitkan aturan mengenai kemudahan akses pembiayaan UMKM yang berlaku bagi bank umum maupun BPR. Aturan tersebut mendorong pembiayaan UMKM yang mudah, tepat, cepat, murah, dan inklusif, dengan tetap memperhatikan tata kelola serta manajemen risiko. (OJK)
Pada Januari 2026, OJK juga menerbitkan buku panduan bagi BPR yang antara lain ditujukan untuk memperkuat pengelolaan kredit kepada usaha mikro dan kecil serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. (OJK)
Apakah Produk BPR Aman?
Keamanan menjadi pertimbangan penting ketika masyarakat memilih tempat menyimpan uang.
BPR merupakan bagian dari industri perbankan yang berada dalam pengawasan OJK. Namun, nasabah tetap perlu memastikan status dan legalitas bank yang digunakan.
Untuk simpanan, masyarakat juga perlu memperhatikan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
Simpanan tidak otomatis berarti seluruh dana pasti mendapatkan jaminan tanpa syarat. Terdapat ketentuan mengenai penjaminan, termasuk batas maksimum nilai dan tingkat bunga penjaminan. LPS juga menetapkan tingkat bunga penjaminan secara berkala. (LPS)
Karena itu, nasabah sebaiknya memeriksa informasi penjaminan LPS sebelum menempatkan dana dalam jumlah besar.
Cara Memilih Produk BPR
Sebelum menggunakan produk Bank Perekonomian Rakyat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan.
Pertama, periksa legalitas BPR. Pastikan bank memiliki izin dan informasi yang jelas.
Kedua, bandingkan bunga atau imbal hasil. Jangan langsung memilih produk hanya karena menawarkan angka paling tinggi.
Ketiga, pahami biaya. Periksa biaya administrasi, provisi, penalti, biaya pelunasan, dan biaya lainnya jika tersedia.
Keempat, pahami ketentuan kredit. Jika mengajukan pinjaman, hitung total cicilan dan pastikan sesuai dengan kemampuan keuangan.
Kelima, periksa penjaminan simpanan. Pastikan produk simpanan memenuhi ketentuan penjaminan LPS.
BPR vs Bank Umum, Mana yang Lebih Cocok?
BPR dan bank umum memiliki fungsi yang sama-sama penting, tetapi karakteristiknya berbeda.
Bank umum menawarkan cakupan produk dan layanan yang lebih luas. Sementara itu, BPR memiliki fokus kegiatan yang lebih spesifik dan dekat dengan masyarakat serta UMKM.
Bagi seseorang yang membutuhkan berbagai layanan transaksi perbankan, bank umum mungkin lebih sesuai. Sebaliknya, masyarakat atau pelaku usaha yang membutuhkan layanan simpanan dan pembiayaan lokal dapat mempertimbangkan BPR.
Tidak ada jawaban bahwa salah satunya selalu lebih baik. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, lokasi, biaya, produk, serta kemampuan finansial masing-masing.
Peran BPR dalam Perekonomian Masyarakat
Keberadaan BPR tidak hanya berkaitan dengan produk tabungan dan kredit.
BPR memiliki peran dalam memperluas akses pembiayaan kepada masyarakat dan UMKM. OJK pada 2026 menyebut industri BPR dan BPRS terus diarahkan agar tumbuh sebagai lembaga yang berintegritas, tangguh, dan berkontribusi dalam memberikan akses keuangan kepada UMKM serta masyarakat di wilayahnya. (OJK)
Melalui penyaluran kredit, BPR dapat membantu pelaku usaha memperoleh modal untuk mengembangkan bisnis. Pada akhirnya, aktivitas tersebut dapat mendukung perputaran ekonomi di daerah.
Kesimpulan
Bank Perekonomian Rakyat (BPR) menawarkan berbagai produk dan layanan keuangan untuk masyarakat, mulai dari tabungan, deposito, kredit modal kerja, kredit investasi, hingga kredit konsumtif sesuai izin dan ketentuan masing-masing bank.
BPR juga memiliki peran penting dalam mendukung UMKM dan memperluas akses pembiayaan di daerah. Selain BPR konvensional, masyarakat dapat menemukan layanan berbasis syariah melalui BPRS.
Sebelum memilih produk Bank Perekonomian Rakyat, calon nasabah sebaiknya membandingkan bunga atau imbal hasil, biaya, persyaratan, fasilitas, serta memahami ketentuan penjaminan simpanan.
Dengan memahami karakteristik setiap produk, masyarakat dapat memilih layanan BPR yang paling sesuai dengan kebutuhan keuangan dan kemampuan masing-masing.
penulis; sekar nur indriyani