21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Menkes menitipkan pesan prioritas penerima MBG untuk turunkan stunting. Tapi, distribusi SPPG dinilai belum efektif, benarkah program ini gagal tekan angka stunting?

Penerapan Program MBG untuk Turunkan Stunting

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan bahwa penurunan angka stunting melalui program Makanan Bergizi (MBG) tidak bisa didapatkan secara instan. Untuk itu, dirinya meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengubah target prioritas penerima manfaat. Menurutnya, kelompok yang paling menentukan keberhasilan pencegahan stunting adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program MBG merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi masalah stunting di Indonesia. Namun, implementasinya masih menghadapi beberapa tantangan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Sanggau, prevalensi stunting pada triwulan I 2026 justru naik dibanding tahun sebelumnya. Data Dinkes Sanggau mencatat angka stunting pada 2024 berada di level 21,48 persen. Angka tersebut sempat turun menjadi 20,50 persen pada 2025. Namun pada triwulan I 2026, prevalensi stunting kembali naik menjadi 21,82 persen atau meningkat 1,32 persen dibanding tahun sebelumnya.

Apa yang Terjadi dengan Program MBG?

Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena menekankan belum ada dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting dari program MBG di daerahnya. Banyak pihak menyoroti terkait distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang disebut justru lebih banyak dibangun di lokasi yang prevalensi stuntingnya rendah, alih-alih difokuskan ke wilayah dengan stunting tinggi. Menkes Budi Gunadi Sadikin menambahkan bahwa mungkin perlu adanya pengkajian ulang terkait MBG untuk anak-anak sekolah. Menurutnya, kekurangan gizi selama kehamilan menjadi akar berbagai masalah kesehatan yang muncul pada anak setelah lahir. “Saya bilang ke Bu Nanik, boleh nggak saya fokus ke ibu hamil. Tolong dibantu supaya gizinya bagus,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Level III, Wisatawan Diminta Waspada dan Jauhkan Diri

Mengapa Program MBG Perlu Diubah?

Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa intervensi gizi pada periode awal kehidupan dinilai jauh lebih menentukan dalam mencegah stunting dibanding ketika anak sudah memasuki usia sekolah. Menurutnya, kelompok yang harus menjadi prioritas adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang masih berada pada periode emas pertumbuhan. “Begitu hamil jangan sampai kurang gizi karena nanti anaknya banyak masalah kesehatan. Kemudian ibu menyusui selama dua tahun gizinya juga harus jalan. Dan balita, justru yang belum masuk sekolah itu golden period bahwa gizinya masih harus terpenuhi,” jelasnya.

🔖 Baca juga:
Prakiraan Cuaca Hari Ini: 9 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat

Apa Artinya Ini bagi Pemerintah?

Pemerintah saat ini masih mengumpulkan data untuk mengukur dampak MBG terhadap status gizi penerima manfaat. Pemantauan tersebut dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). “Yang di sekolah sedang dikerjakan Kemendikdasmen dan Kemenkes. Nanti kita bisa lihat perkembangan gizinya seperti apa. Ini akan jadi evidence based apakah programnya sudah benar atau yang kurang masih di sini-sini,” pungkasnya. Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program MBG dalam menurunkan angka stunting. Perubahan prioritas penerima manfaat dan pengkajian ulang terkait MBG untuk anak-anak sekolah diharapkan dapat membantu meningkatkan status gizi masyarakat.

🔖 Baca juga:
TNI Dukung Kemendikdasmen, Upaya Rekonstruksi Sekolah di Aceh Pasca Bencana Diintensifkan

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *