Lionel Messi kembali mencetak sejarah di dunia sepak bola dengan memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia. Dalam pertandingan melawan Austria, Messi mencetak dua gol yang membawa Argentina meraih kemenangan 2-0. Dengan demikian, Messi kini memiliki 18 gol dalam 28 pertandingan Piala Dunia.
Momen Penentu di Menit Akhir
Messi menunjukkan kelasnya dengan mencetak gol ke-17nya di Piala Dunia, melewati legenda penyerang Jerman, Miroslav Klose, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen itu. Gol ke-18 pun lahir dari kakinya pada masa tambahan waktu babak kedua, menyelipkan bola dari sudut sempit melewati dua bek Austria.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keputusan Messi untuk membatalkan pensiun internasionalnya telah membuka era kejayaan bagi dirinya dan negaranya. Argentina menjuarai dua edisi Copa America terakhir, dan pada 2022, Messi sebagai kapten membawa timnya meraih gelar Piala Duniaâmencetak tujuh gol, termasuk dua di finalâseiring mereka menjadi juara untuk ketiga kalinya, yang pertama sejak 1986. Kini, Messi telah mengoleksi 18 gol dalam 28 pertandingan Piala Dunia dan sulit rasanya untuk tidak membayangkan dia akan menambah jumlah tersebut.
Dengan usia yang kini menginjak 38 tahun, Messi masih menunjukkan ketajamannya di lapangan. 12 dari total 18 golnya di panggung terbesar sepak bola itu tercipta setelah ia berusia 35 tahun. Empat belas gol dicetak menggunakan kaki kiri, sementara empat lainnya berasal dari tendangan luar kotak penalti.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meskipun telah mencapai kesuksesan besar, Messi dan timnas Argentina masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Dengan laga melawan Yordania yang akan datang dan Argentina sudah memastikan tempat di babak 32 besar, Messi berpotensi menambah jumlah golnya. Menariknya, 12 dari total 18 golnya di panggung terbesar sepak bola itu tercipta setelah ia berusia 35 tahun.
“Dia menikmati segalanya dan itu yang terpenting,” kata jurnalis sepak bola Spanyol, Guillem Balague. “Saya pernah melihat dia bermain di Piala Dunia ketika tidak mampu bertahan selama 90 menit. Di sini, di akhir laga, dia berlari seperti pemain lainâkini dia sangat memahami kondisi tubuhnya.”
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cp36erxkrv6o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.