5 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Harga jagung internasional tetap tinggi meski pasokan global melimpah. Apakah harga jagung akan terus meningkat akibat permintaan bioetanol yang kian besar?

Harga jagung internasional tetap bertahan di level relatif tinggi meski pasokan global masih melimpah. Kondisi ini terjadi karena jagung menjadi komoditas serealia yang paling sensitif terhadap perkembangan pasar energi, terutama sebagai bahan baku bioetanol. Food and Agriculture Organization (FAO) menyebut jagung memiliki peran sentral dalam pakan ternak global dan keterkaitannya yang kuat dengan pasar energi melalui produksi etanol. Kebijakan mandatori biofuel di sejumlah negara turut menopang permintaan jagung untuk kebutuhan energi.

Faktor yang Mempengaruhi Harga Jagung

Menurut FAO, fluktuasi harga minyak mentah ikut menambah volatilitas pasar jagung dunia. Lembaga PBB itu memperkirakan penggunaan jagung global pada musim 2026/2027 akan terus meningkat di sektor pangan, pakan ternak, maupun industri. Namun, pertumbuhan kebutuhan industri diperkirakan terutama berasal dari peningkatan penggunaan jagung untuk etanol di Brasil dan AS. Pertumbuhan penggunaan jagung untuk etanol, terutama di Brasil dan AS, diperkirakan akan mengimbangi penurunan penggunaan industri untuk jelai dan sorgum.

Secara keseluruhan, konsumsi jagung dunia diproyeksikan naik 0,9 persen atau sekitar 12,2 juta ton menjadi lebih dari 1,3 miliar ton pada musim 2026/2027. Kenaikan terbesar masih berasal dari sektor pakan ternak yang diperkirakan mencapai 786,8 juta ton. Permintaan tinggi untuk industri peternakan dan akuakultur di negara-negara seperti Argentina, Brasil, dan Mesir menjadi pendorong utama.

Dampak Kenaikan Harga Minyak terhadap Jagung

Peningkatan penggunaan jagung untuk industri energi juga terus meningkat seiring tingginya harga minyak dunia dan kebijakan transisi energi di sejumlah negara. FAO menilai kondisi tersebut ikut menopang perdagangan jagung global yang diperkirakan mencapai rekor baru pada musim 2026/2027. Perdagangan jagung dunia diperkirakan mencapai 204,6 juta ton, naik 3,9 persen dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan ini didukung permintaan pakan yang lebih kuat dan penggunaan etanol yang meningkat, seiring tingginya harga minyak mentah. Namun, produksi jagung global justru diperkirakan sedikit menurun pada 2026. FAO memperkirakan produksi jagung dunia mencapai 1,311 miliar ton atau turun 1 persen dibanding rekor tertinggi yang dicapai tahun sebelumnya.

Prognosis dan Tantangan

Penurunan produksi terutama didorong oleh berkurangnya luas tanam karena kenaikan harga pupuk dan bahan bakar meningkatkan tekanan biaya dan mendorong petani beralih dari jagung ke tanaman yang membutuhkan input lebih rendah, terutama kedelai. Meski demikian, hasil panen di Negeri Paman Sam masih diperkirakan mencapai 406,3 juta ton atau tetap menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah.

Di kawasan lain, produksi jagung diperkirakan meningkat di Argentina, Meksiko, dan sejumlah negara Afrika. Argentina bahkan berpeluang mencetak panen jagung tertinggi sepanjang sejarah berkat perluasan area tanam dan membaiknya curah hujan. Sementara itu, Afrika Selatan diproyeksikan mencatat produksi jagung rekor baru lebih dari 17,5 juta ton didukung kondisi cuaca yang menguntungkan dan bertambahnya luas tanam.

Apa Artinya bagi Pasar Jagung Dunia?

FAO menilai kombinasi antara pasokan yang masih besar dan permintaan yang terus tumbuh membuat kondisi pasar jagung dunia tetap relatif seimbang. Persediaan global biji-bijian kasar diperkirakan mencapai 386,6 juta ton pada akhir musim 2026/2027, hanya sedikit berubah dibanding periode sebelumnya. Rasio stok terhadap penggunaan global diperkirakan tetap berada di level yang nyaman, menunjukkan situasi pasokan yang relatif memadai.

Jalan panjang masih harus ditempuh oleh petani dan produsen jagung untuk meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan yang terus meningkat. Sementara itu, fluktuasi harga minyak mentah dan kebijakan energi akan terus mempengaruhi pasar jagung dunia.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *