Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, siap mengusung misi balas dendam saat menghadapi pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, pada final Polytron Indonesia Open 2026 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu, 7 Juni 2026. Mereka ingin membayar kekalahan dari Goh/Izzuddin pada Indonesia Masters 2026, Januari lalu, dan kini memiliki modal positif setelah pernah mengalahkan pasangan Malaysia itu pada Australian Open level Super 500.
Pertemuan Ketiga di Final Indonesia Open
Final Indonesia Open 2026 akan menjadi pertemuan ketiga kedua pasangan. Sebelumnya, Raymond/Joaquin kalah dari Goh/Izzuddin pada Indonesia Masters 2026 dengan skor 19-21, 13-21. Namun, mereka memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut dan meraih gelar Super 1000 pertama dalam karier mereka. “Kemarin sudah flashback, kami evaluasi kekalahan pertama. Kami ingin lebih baik dari sebelumnya,” kata Joaquin seusai memastikan tiket final di Istora, Sabtu, 6 Juni 2026.
Modal Positif dan Persiapan Matang
Raymond/Joaquin memiliki modal positif jelang laga puncak turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Mereka pernah mengalahkan pasangan Malaysia itu pada Australian Open level Super 500 dengan skor 21-15, 21-15. Selain itu, mereka juga memiliki persiapan yang matang setelah menjalani latihan yang terstruktur dalam sebulan terakhir. “Kami sudah dijadwalkan sebulan latihan dan sudah terprogram. Apalagi Raymond, dia rajin sekali banyak tambahan. Mungkin kami lebih siap saja di pertandingan terakhir ini,” ujar Joaquin.
Mengapa dan Dampak
Mengapa pertandingan ini penting? Pasangan muda Indonesia itu ingin membuktikan perkembangan mereka yang tengah menanjak dalam beberapa bulan terakhir. Mereka juga ingin meraih gelar Super 1000 pertama dalam karier mereka dan menembus peringkat 10 besar dunia pada pekan depan. “Target kami untuk tahun ini top 10 dan minggu depan resmi. Sekarang ganti lagi target tujuh atau delapan, secepatnya,” ujar Raymond. Dampaknya, kemenangan ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dan membuka peluang untuk meraih gelar-gelar lainnya di masa depan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Raymond/Joaquin masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan mereka. Namun, dengan persiapan yang matang dan modal positif, mereka siap menghadapi tantangan tersebut. “Puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan. Tadi pertandingannya luar biasa bisa lawan Sabar/Reza. Di set kedua poinnya cukup ketat, 16 sama, tapi saya meyakinkan diri saya bahwa ini kesempatan tidak datang dua kali. Puji Tuhan bisa menang,” ujar Joaquin.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2107235/raymondjoaquin-bawa-misi-pembalasan-di-final-indonesia-open, without altering the facts of the original article.