Momen Penentu di Menit Akhir
Kematian dokter Icha menunjukkan fenomena gunung es kasus-kasus intimidasi dan kekerasan terhadap tenaga medis dan kesehatan yang selama ini tidak terungkap ke publik. Dokter Icha tetap menjalani standar operasional prosedur dan melayani pasien dengan “kasih” meski bercucuran air mata karena tekanan dan intimidasi yang ia terima dari tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Pasien tersebut adalah pasien terpagut ular yang memiliki hubungan keluarga dengan anggota DPRD TTU dari Partai Golkar, Therensius Lazakar. Sebelum dirujuk ke RSU Leona, pasien sempat dirawat di RSUD Kefamenanu selama lima jam dengan penanganan infus dan paracetamol. Dokter Icha yang sedang bertugas di IGD RSU Leona menangani pasien tersebut.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Menurut keterangan keluarga, selama berjam-jam, dokter Icha bekerja di bawah tekanan Therensius Lazakar, serta dua anggota DPRD TTU lainnya, Nobertus Tubani dari PKB dan Veronika Lake dari PDIP. Dokter Tri Maharani, yang menjadi konsultan dokter Icha dalam penanganan pasien gigitan ular, merasakan tekanan ini dari jauh. Sekitar pukul 17.50 WIB, tiga panggilan tak terjawab dari dokter Icha muncul di layar ponsel dokter Tri Maharani. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan menuju Malang, Jawa Timur, untuk menghadiri wisuda keponakannya. “Aku bilang, maaf ya dokter Icha, WA saja. Tapi dia telepon lagi dalam kondisi panik. Terus dia bilang, 'oke'. Di jalan sinyalnya jelek,” kata dokter Mahaâsapaan Tri Maharani. Dalam komunikasinya, dokter Icha mengaku “sedang dimarah-marahi dan dibentak-bentak oleh keluarga pasien dan [anggota] DPR”. Dokter Icha mendapat tekanan agar pasien tersebut segera diberi serum antibisa. Sebelumnya, dokter Icha telah memberikan rekam medis pasien, hasil pemeriksaan laboratorium, foto lokasi gigi
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kematian dokter Icha menunjukkan bahwa masih banyak kasus intimidasi dan kekerasan terhadap tenaga medis dan kesehatan yang tidak terungkap ke publik. Keluarga dan kerabat dokter Icha berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi perhatian bagi semua pihak untuk menghargai dan menghormati profesi tenaga medis dan kesehatan. ” Tidak boleh ada lagi tekanan-tekanan dan intimidasi terhadap tenaga kesehatan, sehingga peristiwa yang dialami oleh dokter Icha ini tidak boleh terjadi lagi,” kata Viktor Manbait, perwakilan keluarga.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kementerian Kesehatan dan Kepolisian telah membuka investigasi kasus dokter Icha. Ketiga anggota DPRD TTU yang diduga melakukan intimidasi terhadap dokter Icha telah menjalani pemeriksaan kepolisian. Salah satunya mengakui “nada bicara memang sempat meninggi” saat bicara dengan dokter Icha, tapi membantah melakukan intimidasi. Kasus kematian dokter Icha menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk melindungi tenaga medis dan kesehatan dari intimidasi dan kekerasan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung bagi tenaga medis dan kesehatan dalam menjalankan tugas mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cwyl88vndqgo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.