Berita Hari Ini – 06 April 2026 | Yogyakarta – Suasana haru meliputi Landasan Udara (Lanud) Adisutjipto pada Sabtu (4/4/2026) ketika jenazah Kopral Dua (Kopda) Anumerta Farizal Rhomadhon tiba. Kedatangan sang prajurit yang gugur dalam misi Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon disambut langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, serta pejabat tinggi militer, termasuk Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Upacara Militer sebagai Tanda Hormat Terakhir
Pesawat TNI Angkatan Udara yang membawa jenazah mendarat sekitar pukul 20.52 WIB. Sesaat kemudian, upacara militer digelar di landasan, menandai penghormatan tertinggi bagi Farizal dan rekan almarhumnya, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan. Beberapa anggota TNI memegang karangan bunga, sementara keluarga almarhum berjalan perlahan keluar dari pesawat Hercules, dengan satu anggota keluarga yang harus dipapah karena kondisi fisik yang lemah.
Setelah prosesi, jenazah Farizal dibawa ke rumah duka di Dukuh Ledok, Sidorejo, Lendah, Kulon Progo, sedangkan jenazah Ichwan dipindahkan ke rumah duka di Magelang. Rencana pemakaman dijadwalkan pada Ahad, 5 April 2026, di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kulon Progo.
Sultan X Ungkap Belasungkawa dan Harapan
Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan belasungkawa yang mendalam sekaligus menegaskan harapan agar insiden serupa tidak terulang kembali. “Saya mengucapkan belasungkawa, tetapi juga harapan saya peristiwa ini tidak terulang kembali,” ujarnya. Sultan menekankan pentingnya konsistensi dalam pelaksanaan kesepakatan internasional yang menjadi dasar penugasan pasukan perdamaian PBB.
Ia menambah, pemerintah harus segera memastikan seluruh perjanjian damai yang telah disepakati tetap dijalankan dengan baik. “Ya, bagaimana kesepakatan‑kesepakatan internasional dalam penugasan dari PBB itu bisa konsisten dilakukan,” kata Sultan. Selanjutnya, ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh antara Pemerintah Indonesia dan PBB untuk mengungkap penyebab insiden, baik itu kelalaian atau kesengajaan.
Kenaikan Pangkat dan Hak Pemakaman di TMP
Sebagai penghormatan terakhir, Farizal dianugerahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) menjadi Kopral Dua Anumerta. Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah‑Aceh, Kolonel Infanteri Dimar Bahtera, menegaskan hak almarhum untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, sebagai simbol kehormatan negara. “Kami menyarankan kepada keluarga demi kehormatan dan simbol negara,” kata Dimar.
Keluarga Farizal, melalui kakak iparnya, Fitra Abdul Aziz, menyatakan keputusan pemakaman di TMP didasarkan pada pertimbangan moral bagi anak almarhum. “Agar anaknya ketika sudah besar bisa dengan bangga mengetahui ayahnya adalah pahlawan bangsa,” ujarnya.
Harapan Kedepan dan Nilai Nasionalisme
Acara ini tidak hanya menjadi ajang penghormatan militer, tetapi juga menjadi momen refleksi nasional tentang peran Indonesia dalam misi perdamaian dunia. Sultan X mengingatkan bahwa setiap prajurit yang berkorban adalah wujud nyata komitmen bangsa terhadap perdamaian internasional.
Dengan dukungan seluruh elemen negara, diharapkan insiden serupa dapat dicegah, dan generasi mendatang dapat belajar tentang nilai pengorbanan, integritas, serta pentingnya menjaga komitmen pada perjanjian internasional.
Upacara penutupan berlangsung dengan menurunkan bendera setengah tiang, menandai akhir rangkaian penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur demi perdamaian dunia.