MSCI atau Morgan Stanley Capital International masih mengategorikan pasar modal Indonesia sebagai emerging market, namun menyoroti beberapa aspek yang perlu diperbaiki. Dalam laporannya, MSCI menurunkan nilai kriteria aksesibilitas arus informasi atau information flow dari positif menjadi negatif pada pasar modal Indonesia. Penilaian ini dinilai menjadi bagian dari proses evaluasi yang sejalan dengan reformasi pasar modal saat ini.
Faktor yang Membuat MSCI Turunkan Penilaian
MSCI menyoroti enam poin penting dari pasar modal Indonesia. Pertama, kesetaraan hak bagi investor asing karena informasi perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia dianggap tidak selalu tersedia secara mudah dan lengkap dalam bahasa Inggris. Kedua, tingkat terbatasnya transaksi efek menggunakan valuta asing (valas) lantaran belum terdapat pasar mata uang offshore yang efisien dan masih terdapat sejumlah pembatasan di pasar valas domestik. Ketiga, investor asing tidak diperbolehkan mengakses fasilitas overdraft. Keempat, MSCI juga menyoroti fleksibilitas transfer aset dalam bentuk saham yang hanya diperkenankan dalam kondisi tertentu. Kelima, terbatasnya akses peminjaman saham atau stock lending dengan jangka waktu maksimal 90 hari. Keenam, pembatasan skema perdagangan short selling.
Reaksi OJK dan BEI
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai secara umum mayoritas aspek aksesibilitas pasar Indonesia tetap terjaga dan tidak mengalami perubahan penilaian yang signifikan. Pasalnya hanya ada dua dari 18 kriteria aksesibilitas pasar yang mendapat penilaian negatif dari MSCI. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menjelaskan 10 dari aksesibilitas pasar modal RI mendapat penilaian double plus (++). Kemudian enam kriteria lainnya mendapat penilaian plus (+). Kemudian dua kriteria yang mendapat penilaian negatif (-) disebut menjadi fokus yang harus diperbaiki.
Mengapa Penilaian MSCI Penting?
Penilaian MSCI ini penting karena dapat mempengaruhi kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia. Jika penilaian MSCI turun, maka investor asing mungkin akan mempertimbangkan kembali untuk berinvestasi di Indonesia. Selain itu, penilaian MSCI juga dapat mempengaruhi biaya modal untuk perusahaan Indonesia yang ingin melakukan IPO atau menerbitkan obligasi.
Apa Artinya Ini bagi Indonesia?
Penilaian MSCI yang masih mengategorikan pasar modal Indonesia sebagai emerging market namun dengan beberapa aspek yang perlu diperbaiki, menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pasar modalnya. Dengan melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang disoroti MSCI, Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan meningkatkan kualitas pasar modalnya.
Dalam pengumuman yang akan dilakukan pada 23 Juni mendatang, MSCI akan mengumumkan kembali hasil peninjauan tahunan klasifikasi pasar modal atau MSCI Annual Market Classification Review. Pengumuman ini akan mengukuhkan status pasar modal Indonesia di emerging market atau turun ke frontier market.
Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh Indonesia untuk meningkatkan kualitas pasar modalnya masih terbuka lebar. Dengan melakukan perbaikan pada aspek-aspek yang disoroti MSCI, Indonesia dapat meningkatkan kepercayaan investor asing dan meningkatkan kualitas pasar modalnya.