MUI Ingatkan Jangan Menyepelekan Agama, Jangan Jadikan Bahan Candaan
Peringatan MUI: Menyikapi Video Penistaan Agama yang Beredar Luas
Ketua Umum MUI Kota Jakarta Utara, KH Ahmad Ibnu Abidin, menyampaikan tiga sikap menyusul viralnya video dugaan penistaan agama dalam Festival Musik The Sounds Project di kawasan Ancol. Video tersebut memperlihatkan dugaan tantangan hafalan surat dalam Al-Qur’an dengan hadiah minuman keras yang kemudian beredar luas di media sosial.
Mengecam Praktik Promosi Minuman Beralkohol
Pihak MUI Kota Jakarta Utara dengan tegas mengecam penggunaan simbol agama dan ayat suci Al-Qur’an dalam promosi minuman beralkohol. Menurut KH Ahmad Ibnu Abidin, penggunaan ayat Al-Qur’an dalam kegiatan promosi minuman keras berpotensi merendahkan atau melecehkan simbol dan identitas agama.
âTerlebih apabila digunakan untuk memasarkan minuman beralkohol,â tegasnya. Menurut KH Ahmad, kegiatan seperti itu tidak hanya melanggar nilai-nilai agama, tetapi juga dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan masyarakat, terutama anak-anak muda.
Mengapa Video Penistaan Agama Meresahkan Masyarakat
Video penistaan agama yang beredar luas di media sosial telah menimbulkan kemarahan dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Banyak orang yang merasa geram dengan cara penyampaian festival tersebut, yang menurut mereka, tidak sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral.
Menurut KH Ahmad, kegiatan seperti itu tidak hanya merendahkan simbol agama, tetapi juga dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan masyarakat. âKita harus ingat bahwa agama tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai pedoman hidup,â katanya.
Dampak Video Penistaan Agama
Video penistaan agama yang beredar luas di media sosial telah menimbulkan dampak yang signifikan pada masyarakat. Banyak orang yang merasa geram dan kecewa dengan cara penyampaian festival tersebut.
Menurut KH Ahmad, kegiatan seperti itu juga dapat mempengaruhi pemikiran dan tindakan masyarakat, terutama anak-anak muda. âKita harus ingat bahwa agama tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai pedoman hidup,â katanya.
Penutup
MUI Kota Jakarta Utara berharap bahwa kegiatan seperti itu tidak akan terulang lagi di masa depan. âKita harus ingat bahwa agama tidak hanya sebagai simbol, tetapi juga sebagai pedoman hidup,â katanya.
Demikian informasi tentang peringatan MUI terhadap video penistaan agama yang beredar luas di media sosial. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/news/read/8268476/mui-jangan-jadikan-agama-sebagai-bahan-candaan, without altering the facts of the original article.