28 September 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
MUI Serukan Salat Istisqa di tengah banjir, kekeringan dan kebakaran hutan. Relawan berjuang selamatkan desa, tanah air—apa yang mereka temukan?

Salat Istisqa menjadi sorotan utama ketika Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau umat Islam di seluruh negeri untuk menggelar doa ini guna memohon turun hujan di tengah krisis kekeringan dan kebakaran hutan yang melanda Indonesia.

Ajakan MUI untuk Salat Istisqa di Tengah Bencana

Wakil Ketua Umum MUI, KH M. Cholil Nafis, memposting ajakan tersebut di akun X pribadinya, @cholilnafis, pada Kamis (3/9/2026). Ia menegaskan bahwa kemarau panjang dan kebakaran hutan atau karhutla masih terus terjadi, sehingga penting bagi umat untuk bersatu dalam doa. “Mari doakan mudah-mudahan segera turun hujan di Indonesia di tempat-tempat kemarau dan kebakaran. Bahkan kami mengajak umat untuk Salat Istisqa (minta hujan),” ujarnya.

Menurut Cholil, Salat Istisqa bukan sekadar ritual; ia merupakan bentuk ikhtiar spiritual dan kepasrahan diri seorang hamba kepada Allah SWT ketika menghadapi musibah kekeringan yang berkepanjangan. Ia menekankan bahwa selain upaya teknis dan fisik yang dilakukan oleh pemerintah serta petugas pemadam kebakaran di lapangan, doa bersama menjadi dorongan moral dan spiritual yang sangat penting.

Fenomena Kemarau Panjang dan Dampaknya

Krisi air bersih di kawasan pemukiman warga menjadi salah satu akibat langsung dari kemarau panjang tahun ini. Selain itu, kondisi ini juga memperluas titik api (hotspot) di sejumlah kawasan hutan Indonesia. Akibatnya, daerah-daerah yang sebelumnya relatif aman kini menjadi rawan kebakaran, mengancam ekosistem, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan petani.

Di Kota Pontianak, Provinsi Sumatra Barat, umat Islam menggelar Salat Istisqa pada Sabtu (29/8/2026). Foto yang diambil oleh Reuters/Victor Fidelis Sentosa menunjukkan keramaian jamaah yang penuh harapan. Acara tersebut menjadi simbol solidaritas dan kepercayaan umat pada kekuatan doa, sekaligus mengingatkan pentingnya tindakan preventif dan mitigasi bencana.

Peran Relawan dalam Menyelamatkan Desa dan Tanah Air

Di tengah kondisi krisis ini, relawan dari berbagai lapisan masyarakat berperan aktif dalam upaya penyelamatan desa dan tanah air. Mereka terlibat dalam kegiatan pemantauan hutan, penanaman kembali vegetasi, serta penyuluhan tentang pencegahan kebakaran. Relawan ini bekerja tanpa henti, seringkali menempuh jarak jauh dan menghadapi risiko tinggi, namun tetap bersemangat untuk melindungi lingkungan dan komunitas.

Upaya relawan seringkali bersinergi dengan kegiatan Salat Istisqa. Setelah berdoa, mereka langsung terlibat dalam aksi nyata, seperti menyalakan semprotan air di area rawan kebakaran atau membantu warga mengisi tangki air darurat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi doa dan tindakan konkret dapat memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana.

Salat Istisqa sebagai Solusi Spiritual dan Sosial

Salat Istisqa memiliki makna mendalam bagi umat Islam. Dalam konteks ini, doa ini menjadi jembatan antara kebutuhan spiritual dan kebutuhan praktis. Umat yang menggelar Salat Istisqa tidak hanya memohon turun hujan, tetapi juga menegaskan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga bumi.

Doa bersama diharapkan dapat meningkatkan rasa solidaritas antarwarga. Ketika seluruh umat bersatu dalam satu rangkaian doa, rasa persatuan dan gotong royong menjadi lebih kuat. Hal ini sangat penting di masa krisis, karena solidaritas dapat mempercepat distribusi bantuan, penyuluhan, dan koordinasi antara pemerintah, lembaga swadaya, dan masyarakat.

Dampak Positif dari Salat Istisqa dan Aksi Relawan

Walaupun tidak dapat dijamin secara ilmiah, banyak umat yang melaporkan perasaan damai dan tenang setelah menggelar Salat Istisqa. Rasa tenang ini dapat membantu mengurangi stres yang diakibatkan oleh ketidakpastian cuaca dan risiko kebakaran. Selain itu, keberadaan relawan yang aktif membantu mengurangi dampak kebakaran, karena mereka dapat menanggulangi api lebih cepat dan mengurangi kerusakan hutan.

Dengan kombinasi doa dan aksi nyata, masyarakat dapat menurunkan tingkat kegelisahan. Mereka juga lebih siap menghadapi kondisi darurat, karena telah terlatih dalam pengelolaan risiko kebakaran dan penanganan air bersih. Hal ini dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi desa, yang seringkali menjadi titik lemah dalam menghadapi bencana.

Kesempatan untuk Menyusun Strategi Bersama

Salat Istisqa yang digelar secara nasional menandai kesempatan bagi semua pihak untuk menyusun strategi bersama. Pemerintah, lembaga keagamaan, dan relawan dapat berkolaborasi dalam merancang program pemulihan hutan, penyediaan air bersih, dan pencegahan kebakaran. Kegiatan ini juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperkuat jaringan sosial, sehingga respons terhadap bencana dapat lebih cepat dan efektif.

Selain itu, doa bersama dapat menjadi sarana untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan kesadaran kolektif, masyarakat dapat lebih aktif dalam menjaga kebersihan hutan, menanam pohon, dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang berkontribusi pada kebakaran hutan.

Penutup

Salat Istisqa menjadi simbol harapan bagi umat Islam di Indonesia yang tengah menghadapi krisis kekeringan dan kebakaran hutan. Ajakan MUI menegaskan bahwa doa bersama dapat menjadi bagian penting dalam upaya mengatasi bencana. Di samping itu, relawan yang berjuang untuk menyelamatkan desa dan tanah air menunjukkan bahwa tindakan nyata dan solidaritas dapat memperkuat ketahanan masyarakat. Dengan kombinasi spiritual dan aksi konkret, Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan melindungi lingkungan serta kesejahteraan warga.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260904134956-29-764992/ri-diterjang-kekeringan-karhutla-mui-imbau-umat-islam-salat-istisqa, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *