Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifMuka digital Aceh suram, sebuah kenyataan yang tak dapat dielakkan lagi. Siswa di Aceh sedang menghadapi ancaman nyata dari akses digital jor-joran tanpa edukasi literasi yang sehat dan produktif. Dunia digital yang seharusnya menjadi sarana pembelajaran dan pengembangan diri, kini lebih dominan digunakan sebagai ruang hiburan dan ekspresi diri tanpa batas.
Siswa Aceh dalam Genggaman Dunia Digital
Sebagai seorang guru Bimbingan Konseling di Aceh, saya setiap hari berhadapan dengan ratusan siswa yang terpapar dunia digital tanpa batas. Banyak perilaku menyimpang siswa yang saya temukan hari ini berawal dari satu sumber masalah, yaitu dunia digital tanpa edukasi dan literasi. Dunia digital telah menjadi ruang utama kehidupan mereka, di mana mereka mencari hiburan, membangun relasi, mengekspresikan diri tanpa tutup aurat di media sosial seperti TikTok dan Instagram, bahkan mencari validasi sosial atas kekayaan orang tua mereka.
Apa yang Terjadi?
Siswa Aceh hari ini hidup dalam dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia digital. Sayangnya, dunia digital kini lebih dominan. Gawai bukan lagi sekadar alat bantu pembelajaran, tetapi telah menjadi ruang utama kehidupan mereka. Monster yang merusak jiwa, perilaku, dan mental. Gawai telah menjelma menjadi tempat siswa mencari hiburan, membangun relasi, mengekspresikan diri tanpa tutup aurat di TikTok dan Instagram dengan foto-foto bernafsu, bahkan mencari validasi sosial atas kekayaan orang tua mereka.
Masalahnya, tidak semua siswa tingkatan SMP/SMK/MA di Aceh punya kesiapan mental untuk memilih dan memilah yang patut ditonton atau dilihat. Mereka tumbuh cepat dalam teknologi, tetapi lambat dalam kedewasaan. Mereka mengaji, tapi menonton film porno di gawainya. Siswa dari orang tua kaya tapi suka mencuri. Anomali ini terus berkembang, menjurus tidak masuk akal.
Mengapa dan Dampak
Apa sebabnya muka digital Aceh suram? Salah satu penyebabnya adalah kurangnya edukasi literasi digital di kalangan siswa. Mereka tidak dibekali dengan kemampuan untuk memilih dan memilah informasi yang baik dan buruk. Akibatnya, mereka mudah terpapar konten yang tidak sehat dan produktif. Dunia digital yang seharusnya dapat memberikan dampak positif pada siswa dan remaja di Aceh, seperti mempercepat komunikasi antar siswa dan guru, membuka akses referensi ilmu, dan memperluas wawasan dan koneksi belajar, kini berubah menjadi ruang pembentukan perilaku yang destruktif.
Dampaknya, siswa Aceh ke depan berpotensi mengalami kesulitan dalam mengembangkan diri secara sehat dan produktif. Mereka lebih rentan terhadap perilaku menyimpang dan penyimpangan seksual. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk memberikan edukasi literasi digital kepada siswa dan remaja di Aceh.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesimpulannya, muka digital Aceh suram karena kurangnya edukasi literasi digital di kalangan siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk memberikan edukasi literasi digital kepada siswa dan remaja di Aceh. Pemerintah, guru, dan orang tua harus bekerja sama untuk memberikan edukasi yang tepat dan efektif. Siswa Aceh ke depan harus dibekali dengan kemampuan untuk memilih dan memilah informasi yang baik dan buruk, serta memanfaatkan dunia digital secara sehat dan produktif.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/opini/1033785/suramnya-wajah-digital-aceh, without altering the facts of the original article.