Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 tingkat Kota Makassar disambut hangat oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar sekaligus Bunda PAUD Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri. Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat setempat, termasuk Kepala DP3A, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Perpustakaan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, dan Sekretaris Dinas Pendidikan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Melinda Aksa Munafri menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga dan memenuhi hak-hak anak sejak usia dini. Ia menekankan bahwa Hari Anak Nasional tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata, tetapi harus menjadi refleksi bersama mengenai tanggung jawab dalam melindungi dan mendampingi anak.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Menurut Melinda, keluarga merupakan tempat pertama bagi anak belajar mengenal kehidupan. Karena itu, peran orang tua dinilai sangat menentukan dalam membentuk karakter, menanamkan nilai moral, hingga membangun rasa percaya diri anak. Anak-anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan hanya secara fisik tetapi juga secara emosional, untuk didengar, didampingi, diberikan ruang untuk berekspresi, bermain, belajar, dan bertumbuh sesuai dengan tahapan usianya.
Perkembangan anak tidak bisa dibebankan kepada satu pihak saja. Menurut Melinda, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan beriringan agar setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang secara optimal. Ia menyebut kolaborasi antarpihak menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dalam sambutannya, Melinda juga menyinggung tantangan besar yang dihadapi anak-anak pada era digital. Akses teknologi yang semakin mudah dinilai membawa banyak manfaat, tetapi juga menyimpan berbagai risiko apabila tidak disertai pendampingan. Ia menekankan bahwa orang tua harus menjadi pendamping utama dalam penggunaan teknologi, agar anak-anak dapat memanfaatkan perangkat digital sebagai sarana belajar, berkreasi, dan mengembangkan kemampuan, bukan sekadar hiburan tanpa batas.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Munafri Arifuddin menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan kota yang ramah anak melalui kolaborasi lintas sektor. Berbagai program yang dijalankan pemerintah, kata dia, diarahkan untuk memastikan hak-hak anak dapat terpenuhi. Ia mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap penggunaan teknologi digital oleh anak-anak, dan menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak bisa dihindari, namun harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat.
Kesimpulan
Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 tingkat Kota Makassar telah menekankan pentingnya perlindungan anak yang lebih baik. Dengan kolaborasi antarpihak dan pengawasan yang ketat terhadap penggunaan teknologi digital, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dengan karakter yang kuat, mencintai budaya daerahnya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama. Jalan panjang masih harus ditempuh untuk menciptakan kota yang ramah anak, tetapi dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, diharapkan dapat mencapai tujuan tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassarmulia/1846110/munafri-arifuddin-dan-melinda-aksa-ajak-keluarga-jadi-garda-terdepan-perlindungan-anak, without altering the facts of the original article.