Nadiem Amiri, gelandang Timnas Jerman, mewujudkan mimpinya untuk tampil di Piala Dunia. Amiri pertama kali bergabung dengan tim junior Hoffenheim 14 tahun lalu di bawah pelatih muda Julian Nagelsmann. Kini, keduanya bersama-sama mewakili Jerman di Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Perjalanan Panjang Nadiem Amiri
Amiri mengungkapkan bahwa hubungan khusus dengan Nagelsmann terbentuk sejak lama. “Jika Anda memiliki pelatih muda dan mengenalnya sejak awal, maka itu selalu menjadi hubungan khusus,” kata Amiri. “Banyak momen luar biasa bersama dan itu membentuk kami. Kami memiliki koneksi yang baik, dan dia selalu berhubungan bahkan ketika dia bukan pelatih saya lagi. Saya memiliki banyak rasa hormat kepada Julian dan berterima kasih kepadanya.”
Pada pertandingan kedua Jerman di turnamen ini, Nagelsmann dapat berterima kasih bahwa Amiri memberikan apa yang diinginkannya dari gelandang tersebut tepat ketika tim membutuhkannya. Amiri memberikan umpan silang sempurna yang membuat Deniz Undav mencetak gol penyama kedudukan untuk Jerman di Toronto pada hari Sabtu.
Momen Penentu di Menit Akhir
“Saya tahu momen saya akan datang,” kata Amiri, yang telah memenuhi ekspektasi Nagelsmann sebagai pemain pengganti yang memberikan hasil instan. Pada akhir Mei, Nagelsmann mengatakan bahwa energi emosional Amiri berperan dalam pilihannya untuk memanggilnya ke skuad. “Terutama dalam cuaca panas, ketika pertandingan mulai menurun setelah menit ke-70 karena tim lelah, [Amiri] masih dapat memicu sesuatu dengan ketegasan positifnya.”
Titik balik dalam karir Amiri baru-baru ini adalah ketika dia melakukan transfer kejutan ke Mainz pada Januari 2024. “Transfer ke Mainz adalah keputusan terbaik dalam hidup saya. Pada saat itu, saya hanya ingin bahagia lagi dan bermain. Saya tidak pernah berpikir saya akan duduk di sini dua tahun kemudian, tapi dalam sepakbola, Anda tidak pernah tahu,” kata Amiri saat Jerman mempersiapkan diri untuk pertandingan Piala Dunia melawan Ekuador.
Apa Artinya Ini bagi Timnas Jerman?
Amiri selalu yakin dengan kualitasnya dan sangat bangga. “Saya tidak bisa menemukan banyak kata untuk mengucapkan tentang ayah saya karena jika saya melakukannya, saya harus berbicara selama berjam-jam tentang betapa saya berterima kasih. Saya mencintainya lebih dari apa pun,” kata Amiri. “Setiap momen di lapangan adalah untuk mereka [keluarga]. Ketika saya memberikan assist untuk gol, mereka merayakan di tribun seolah-olah mereka yang memberikan umpan silang. Itu adalah momen yang luar biasa,” katanya, menambahkan bahwa 20 dari 25 anggota keluarganya hadir di pertandingan di Toronto untuk menyaksikannya secara langsung, banyak dari mereka untuk pertama kalinya.
“Dengan debut Piala Dunia saya dan semua yang terjadi, itu adalah hari yang sempurna,” kata Amiri. Amiri dan keluarganya memiliki perjalanan yang panjang. Orang tuanya melarikan diri dari Afghanistan yang dilanda perang pada 1980-an dan menetap di kota Ludwigshafen, Jerman Barat. Ayahnya memiliki bisnis truk dan ibunya bekerja di panti perawatan selama 20 tahun untuk menciptakan keamanan dan kesempatan bagi anak-anak mereka.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Amiri lahir pada 1996 dan bermain di jalan-jalan kota dengan kakak laki-lakinya. Orang tuanya kemudian mengantarnya berlatih di Kaiserslautern, sekitar 60 kilometer jauhnya, di mana perjalanan sepakbolanya dimulai. “Pada saat-saat sulit, saya menyadari bahwa bagi saya, keluarga selalu ada. Kekalahan seperti itu bagus untuk saya saat itu,” kata Amiri.
Amiri telah mengatasi tantangan dalam hidupnya satu per satu, baik itu perjalanan ke sepakbola junior sebagai anak, kemunduran di Leverkusen, atau absen selama lima tahun dari tim Jerman. Pada September 2025, Amiri masuk sebagai pemain pengganti dan mencetak gol pertamanya untuk Jerman, membantu membalikkan keadaan melawan Irlandia Utara di Cologne. Di Toronto, pada Piala Dunia, umpan silangnya yang membuat Deniz Undav mencetak gol penyama kedudukan.
Dalam skuad Jerman ini, Deniz Undav mungkin menjadi pemain pengganti yang sedang menjadi sorotan dan membuat berita utama, tapi dia tidak sendirian dalam kemampuan untuk memberikan dampak yang mengubah permainan bagi tim ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2109834/nadiem-amiri-never-thought-id-be-at-the-world-cup, without altering the facts of the original article.