Pertandingan Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026 membawa kenangan sejarah yang panjang bagi kota Makassar. Jejak Portugis dan Kroasia di bumi Makassar telah berusia berabad-abad, jauh sebelum dunia mengenal sepakbola. Kedatangan kapal-kapal Portugis di Pelabuhan Makassar pada abad ke-16 membawa rempah-rempah, pelayaran samudra, dan jaringan perdagangan global.
Dari Pelabuhan ke Lapangan Sepakbola
Sebelum Belanda memantapkan kekuasaannya di Sulawesi Selatan, orang-orang Portugis telah mengenal pesisir Makassar. Mereka datang membawa teknologi navigasi, misi dagang, bahasa, bahkan meninggalkan jejak pada sejumlah kosakata lokal. Orang Makassar lebih dahulu mengenal pelaut Portugal daripada sepakbola Portugal. Mereka telah berinteraksi dengan pedagang Portugis sejak tahun 1538, ketika MoU dengan Raja Gowa, Tumapa’risi Kallonna.
Momen Penentu di Abad ke-16
Pada tahun 1540-an, Kerajaan Gowa meminta khusus ke Gubernur Portugis yang berkedudukan di Ternate, Antonjo de Brito, untuk mengirim guru agama Nasrani ke Makassar. Tahun 1543, utusan itu tiba di Makasar. Namanya, Antonio Payva. Bukan hanya menyebar agama, Antonio Payva berdagang sampai ke Negeri Siang (Pangkep) dan Suppa (Parepare-Pinrang). Jauh sebelum Belanda mengobok-obok Makassar, nenek moyang Christiano Ronaldo telah berlabuh di Sombaopu.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kini, ketika Portugal bertemu Kroasia di Piala Dunia 2026, sebagian orang Makassar mungkin hanya melihat duel Ronaldo versus Luka Modric. Mungkin juga sekadar pertarungan dua sekolah sepak bola Eropa. Padahal bagi Makassar, pertandingan Portugal vs Kroasia menyimpan lapisan sejarah yang jauh lebih panjang. Seabrek layer demi layer sejarah merindu duet itu. Jejak Portugis dan Kroasia di bumi Makassar akan terus menjadi bagian dari sejarah kota ini.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemenangan Portugal atas Kroasia di Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pendukungnya, tetapi juga menjadi pengingat akan sejarah panjang antara Makassar dan Portugis. Kota Makassar masih terus berkembang, dan jejak sejarahnya akan terus menjadi bagian dari identitas kota ini. Dengan demikian, kemenangan Portugal dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus melestarikan sejarah dan budaya kota mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/news/1843094/jejak-portugis-dan-kroasia-di-bumi-makassar-nasib-prediksi-metode-klement-setelah-portugal-menang, without altering the facts of the original article.