**Nasirun, Seniman Miliuner yang Menghargai Sederhana dan Menghindari Teknologi** Pada tanggal 1 Agustus 2026, dunia seni rupa Indonesia kehilangan salah satu maestro seni rupanya, Nasirun. Seniman kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu meninggal dunia pada usia 60 tahun. Kepergian Nasirun meninggalkan jejak panjang di dunia seni rupa Indonesia, yang masih dapat dihayati melalui karyanya dan pemikirannya tentang kesederhanaan dalam berkesenian. **Momen Penentu di Menit Akhir** Nasirun meninggal dunia pada pukul 05.58 WIB di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta, setelah mengalami kerumitan pada kesehatannya. Ia meninggalkan sekitar 1.448 karya seni yang dipajang di kediamannya dan dapat dinikmati pengunjung tanpa dipungut biaya. Langkah itu menjadi salah satu cara Nasirun mendekatkan karya seni kepada masyarakat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Nasirun dikenal sebagai sosok bersahaja sekaligus memiliki karakter yang khas. Meski karya-karyanya bernilai tinggi dan namanya dikenal di berbagai negara, ia tidak pernah menganggap kekayaan sebagai tujuan utama dalam berkesenian. Pandangan itu pernah ia ungkapkan dalam sebuah wawancara dengan Brilio pada 2016 lalu. “Bersahajanya saya tolak, miliunernya juga saya tolak,” ujar Nasirun. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kepergian Nasirun menjadi kehilangan bagi dunia seni rupa Indonesia. Warisan berupa ribuan karya dan pemikirannya tentang kesederhanaan dalam berkesenian menjadi bagian penting yang akan terus dikenang. Selain dikenal sebagai maestro seni rupa, Nasirun juga sempat mendapat julukan “Seniman Gorengan”. Julukan tersebut lahir setelah pameran tunggalnya pada 1997 mencatat penjualan yang sangat cepat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Nasirun mengaku bahwa ia tidak pernah menganggap kekayaan sebagai tujuan utama dalam berkesenian. “Saya dari berkesenian tak pernah ambisi untuk menjadi populer, ambisi menjadi kaya raya, apalagi ambisi untuk mengalahkan orang lain,” ujarnya. Gaya hidupnya tetap jauh dari kesan berlebihan, meskipun memiliki aset bernilai miliaran rupiah dan kendaraan mewah. Salah satu fakta yang cukup dikenal dari sosok Nasirun adalah pilihannya untuk tidak memiliki telepon seluler atau handphone. Ia juga diketahui tidak bisa mengemudi, meskipun memiliki kendaraan. **Kesimpulan** Kepergian Nasirun meninggalkan jejak panjang di dunia seni rupa Indonesia. Warisan berupa ribuan karya dan pemikirannya tentang kesederhanaan dalam berkesenian menjadi bagian penting yang akan terus dikenang. Meskipun telah pergi, karya-karyanya dan pemikirannya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi seni rupa Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.brilio.net/sosok/mengenang-nasirun-seniman-miliuner-yang-hidup-sederhana-dan-memilih-tak-punya-handphone-2608026.html, without altering the facts of the original article.