Obesitas meningkatkan risiko gangguan jantung, termasuk fibrilasi atrium, menegaskan para ahli medis dalam konferensi pers di Jakarta pada 28 September 2026.
Konferensi Pers: Fokus pada Hubungan Obesitas dan Risiko Kardiovaskular
Dalam acara yang dihadiri oleh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), FIHA, serta Associate Director Medical & Regulatory Novo Indonesia dr. Riyanny M. Tarliman, dokter spesialis gizi klinik lulusan Universitas Indonesia dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, FINEM, dan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan aritmia lulusan Universitas Indonesia dr. Rizky Aulia Fanani, Sp.JP, Subsp. Ar.(K), dibahas bahwa obesitas tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, tetapi juga memengaruhi sistem kelistrikan jantung dan meningkatkan risiko gangguan irama seperti fibrilasi atrium.
Obesitas: Penyebab Utama Gangguan Jantung Koroner dan Aritmia
Para dokter menekankan bahwa obesitas dapat memicu peradangan kronis, resistensi insulin, dan hipertensi, yang semuanya berkontribusi pada perkembangan penyakit jantung koroner. Selain itu, penumpukan lemak di sekitar jantung dapat mengganggu fungsi saraf otonom dan memperparah gangguan irama.
Fibrilasi Atrium: Ancaman Kematian yang Meningkat
Fibrilasi atrium, salah satu aritmia paling umum, dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Obesitas meningkatkan beban kerja jantung, memperparah ketegangan pada dinding atrium, dan memicu perubahan struktural yang memicu fibrilasi atrium.
Strategi Pencegahan: Penurunan Berat Badan dan Perubahan Gaya Hidup
Penurunan berat badan melalui diet seimbang dan peningkatan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan aritmia. Pengelolaan diet, khususnya pengurangan kalori dan asupan lemak jenuh, juga dapat membantu menstabilkan sistem kelistrikan jantung.
Peran Medis dan Farmasi dalam Mengurangi Risiko
Penggunaan obat-obatan antihipertensi, statin, dan terapi antikoagulan dapat membantu menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular pada pasien obesitas. Selain itu, inovasi medis seperti device implantable dan intervensi minimal invasif dapat menurunkan risiko fibrilasi atrium.
Kesimpulan: Pentingnya Pendekatan Multidisipliner
Obesitas meningkatkan risiko gangguan jantung, termasuk fibrilasi atrium, menandakan perlunya pendekatan multidisipliner yang melibatkan jantung, gizi, dan regulasi obat. Masyarakat perlu menyadari bahwa penurunan berat badan dan perubahan gaya hidup dapat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko fatal bagi jutaan orang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jogja.antaranews.com/berita/856841/obesitas-picu-gangguan-jantung-hingga-fibrilasi-atrium, without altering the facts of the original article.