1 Juni 2026
Oracle Guncang Pasar: AI Besar, Utang Meningkat, dan Pemutusan 30.000 Pekerja

Oracle Guncang Pasar: AI Besar, Utang Meningkat, dan Pemutusan 30.000 Pekerja

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 13 April 2026 | Oracle Corporation, raksasa teknologi asal Amerika Serikat yang didirikan oleh Larry Ellison, kini berada di persimpangan kritis antara pertumbuhan agresif di bidang kecerdasan buatan (AI) dan tekanan keuangan yang semakin berat. Langkah perusahaan untuk memperluas infrastruktur AI melalui pembangunan pusat data besar‑besaran telah memicu lonjakan belanja modal, memicu krisis likuiditas, dan memaksa manajemen melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terbesar dalam sejarahnya.

Langkah Besar ke AI dan Dampaknya pada Keuangan

Sejak 2022, permintaan akan layanan AI generatif melambungkan kebutuhan akan ribuan GPU untuk pelatihan dan inferensi. Oracle menanggapi dengan menandatangani kontrak senilai US$300 miliar dengan OpenAI serta bergabung dalam proyek Stargate bernilai US$500 miliar bersama SoftBank Group. Investasi ini menuntut pembangunan pusat data khusus AI di banyak negara bagian Amerika, mengubah model bisnis perusahaan dari penjual perangkat lunak berkapital rendah menjadi pembangun infrastruktur berkapital tinggi.

🔖 Baca juga:
Apex Netflix Menggebrak Netflix Indonesia: Kolaborasi Charlize Theron & Taron Egerton Jadi Sorotan

Peningkatan belanja modal (capex) terlihat jelas: dari US$6,9 miliar pada FY24 naik menjadi US$21,2 miliar pada FY25, dan diproyeksikan mencapai US$50 miliar pada FY26. Analis memperkirakan angka ini dapat melampaui US$85 miliar per tahun menjelang 2029. Karena sebagian besar dana diperoleh melalui pinjaman, rasio hutang‑terhadap‑ekuitas Oracle melonjak hingga sekitar 500 %, jauh di atas rata‑rata industri (Amazon ~50 %, Microsoft ~30 %). Selain itu, perusahaan menanggung kewajiban di luar neraca sekitar US$248 miliar dalam bentuk sewa jangka panjang pusat data, sehingga total komitmen hampir mencapai US$380 miliar.

Pemutusan 30.000 Pekerja dan Anggaran Restrukturisasi

Tekanan keuangan memaksa Oracle mengumumkan pemutusan hubungan kerja bagi hingga 30.000 karyawan, setara dengan 19 % dari total tenaga kerja global sebanyak 162.000 orang. Di India, yang mempekerjakan sekitar 50.000 staf, diperkirakan 10.000‑12.000 posisi akan dihilangkan. Untuk menutup biaya pesangon, Oracle menambah anggaran restrukturisasi sebesar US$500 juta menjadi total US$2,1 miliar untuk FY26.

Beberapa analis menilai bahwa otomatisasi melalui alat pemrograman AI turut berkontribusi pada pengurangan tenaga kerja, namun penyebab utama tetap tekanan likuiditas akibat investasi AI yang masif.

Kinerja Keuangan dan Prospek Pendapatan

Pada kuartal ketiga FY26, pendapatan Oracle naik 22 % YoY menjadi US$17,19 miliar, dipacu oleh pertumbuhan layanan cloud. Pendapatan Oracle Cloud Infrastructure (OCI) melonjak 84 % menjadi US$4,9 miliar, sementara total pendapatan cloud mencapai US$8,9 miliar (pertumbuhan 44 %). Namun, margin kotor menurun, dengan beberapa kontrak AI dijual dengan margin kotor hanya sekitar 14 %, jauh di bawah standar industri. Beban belanja modal yang tinggi menekan arus kas bebas menjadi negatif US$24,7 miliar dalam setahun terakhir.

🔖 Baca juga:
Keadilan dan Transparansi: Dua Sisi yang Berbeda dalam Berita Terkini

Walaupun kontrak berjangka panjang dengan OpenAI menambah kepercayaan pasar, hanya sekitar 10 % dari total kontrak berjangka US$553 miliar (RPO) yang diharapkan terwujud dalam 12 bulan ke depan. Ketergantungan pada satu pelanggan besar meningkatkan risiko konsentrasi, mengingat OpenAI masih belum menguntungkan dan sangat bergantung pada pendanaan eksternal.

Perbandingan dengan Kompetitor Besar

Berbeda dengan pesaing tradisional seperti SAP yang memilih berkolaborasi dengan penyedia cloud lain, Oracle memilih mengembangkan seluruh tumpukan infrastruktur cloudnya sendiri. Meskipun ini memberi kontrol penuh, strategi tersebut meningkatkan risiko dan kebutuhan modal. Pada tahun 2026, empat raksasa teknologi (Amazon, Alphabet, Microsoft, Meta) diperkirakan menghabiskan total US$630 miliar untuk ekspansi cloud, didanai sebagian besar dari arus kas operasi yang kuat. Oracle, dengan arus kas operasi jauh di bawah seperempat dari para pesaing, menjadi satu‑satunya hyperscaler yang bergantung pada hutang untuk mendanai pertumbuhan AI‑nya.

Strategi Mitigasi dan Outlook Kedepan

Oracle mencoba mengalihkan sebagian beban biaya ke pelanggan, misalnya melalui pembayaran dimuka atau penyerahan chip Nvidia oleh klien. Langkah ini dapat meredam tekanan pada neraca dalam jangka pendek, namun tidak mengubah struktur biaya kapital‑intensif jangka panjang.

Jika Oracle berhasil memanfaatkan kontrak OpenAI dan memperluas basis pelanggan AI‑cloud, perusahaan dapat mengamankan aliran pendapatan tinggi dan meningkatkan posisi kompetitifnya. Namun, jika permintaan AI melambat atau OpenAI tidak mampu memenuhi kewajibannya, beban hutang dan sewa jangka panjang dapat menjadi beban berat yang menggerus profitabilitas.

🔖 Baca juga:
9 Potret Menawan Adelia Pasha dan Anak di Yogya serta Borobudur – Liburan Penuh Cerita Budaya

Secara keseluruhan, transformasi Oracle menjadi perusahaan AI‑first telah menciptakan pertumbuhan pendapatan yang kuat, namun juga menimbulkan tantangan keuangan yang signifikan. Pemotongan tenaga kerja besar‑besar, kenaikan hutang, dan arus kas negatif menjadi indikator bahwa perusahaan harus menyeimbangkan antara ambisi pertumbuhan dan keberlanjutan finansial. Investor dan analis akan terus memantau perkembangan strategi AI Oracle serta kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko konsentrasi dan beban modal yang tinggi.

Views: 5

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *