6 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Organda desak pemerintah atasi antrean solar yang hambat operasional bus karena suplai BBM subsidi dari Pertamina ke SPBU masih bermasalah. Akankah antrean panjang ini terus menghambat mobilitas masyarakat?

Organisasi Angkutan Darat (Organda) mendesak pemerintah untuk mengatasi antrean solar yang menghambat operasional bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, mengatakan bahwa hingga kini, Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi masih menjadi masalah di daerah-daerah, terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua.

Antrean Panjang di SPBU

Kurnia Lesani Adnan menjelaskan bahwa antrean panjang terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di berbagai daerah, terutama di Sumatera. Menurutnya, supply BBM dari Pertamina ke SPBU tidak sesuai dengan kebutuhan penjualan di SPBU. “Contoh SPBU order BBM 18.000 KL, namun yang di-supply hanya 8.000 KL dan supply-nya sendiri hanya setiap pagi hari dan hanya sekali setiap harinya,” katanya. Kondisi ini menyebabkan kendaraan harus mengantre mulai dari subuh hari, bahkan malam hari, untuk mendapatkan BBM.

Mengapa Antrean Terjadi?

Menurut Kurnia Lesani Adnan, antrean terjadi karena pemerintah tidak mampu melakukan koordinasi untuk melakukan penegakan hukum di lapangan. Masih banyak penyelewengan pengisian BBM subsidi kepada kendaraan yang tidak semestinya, bahkan secara terang-terangan banyak pelangsir BBM yang mengisi di SPBU. “Kalau memang pemerintah serius untuk memberikan BBM subsidi kepada kalangan yang tepat, selayaknya mengubah sistem penyaluran BBM subsidi ini dengan mengintegrasikan barcode dengan sistem GPS kendaraan angkutan umum,” sarannya.

Dampak Antrean terhadap Operasional Bus

Kondisi antrean panjang di SPBU sangat mengganggu operasional kendaraan angkutan umum, termasuk bus AKAP. Kendaraan habis waktu untuk mengantre, sehingga waktu untuk awak kendaraan istirahat dan waktu untuk perawatan kendaraan tersebut menjadi sempit bahkan hilang. “Karena kendaraan habis waktu untuk mengantre, sehingga waktu untuk awak kendaraan istirahat, juga waktu untuk perawatan kendaraan tersebut jadi sempit bahkan hilang,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu melakukan perubahan sistem penyaluran BBM subsidi dengan mengintegrasikan barcode dan sistem GPS pada kendaraan angkutan umum. Dengan demikian, dapat terpantau berapa banyak kebutuhan BBM dari masing-masing kendaraan setelah melakukan perjalanan. Pemerintah juga perlu mewajibkan seluruh kendaraan angkutan umum menggunakan GPS dan seluruh kelengkapan legalitas kendaraan dalam keadaan aktif. Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa masalah antrean solar dapat diatasi dan operasional bus AKAP dapat berjalan lancar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/kendaraan-niaga/d-8549301/antrean-solar-hambat-operasional-bus-organda-usul-sistem-penyaluran-dirombak, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *