Panglima TNI Jenderal Agus Beri Sambutan Penuh Penghormatan di Rumah Duka Kapten Zulmi, Pahlawan UNIFIL
Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
Kompetitif
Berita Hari Ini – 03 April 2026 | Cimahi, 2 April 2026 – Pada Kamis (2/4/2026) rumah duka Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar di Kampung Cikendal, Cipageran, Cimahi Utara menjadi saksi pertemuan para pejabat tinggi TNI, keluarga, serta rekan-rekan sesama prajurit. Di tengah duka yang mendalam, Panglima TNI Jenderal Agus Subagyo menurunkan sambutan resmi yang menegaskan penghargaan tertinggi bagi sang pahlawan yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Sambutan Jenderal Agus: Penghargaan kepada Pahlawan Tanpa Batas
Jenderal Agus membuka pidatonya dengan mengingat kembali dedikasi Kapten Zulmi sejak masa pendidikan di Pusdiklatpassus Kopassus. “Kapten Zulmi adalah contoh nyata prajurit TNI yang tidak hanya unggul dalam kemampuan taktis, tetapi juga kuat dalam iman dan akhlak. Kepergiannya adalah kehilangan besar bagi institusi kita dan bagi bangsa Indonesia,” ujar sang Panglima. Ia menambahkan bahwa pengorbanan Zulmi dan rekan-rekannya di UNIFIL menegaskan komitmen TNI dalam menjaga perdamaian internasional.
Penghormatan dari Brigjen Romel Jangga Wardhana
Brigjen Romel Jangga Wardhana, Komandan Pusdiklatpassus Kopassus, juga hadir bersama istri dan ayah almarhum, Iskandar Rudi. Romel mengingat kembali momen tugas bersama Zulmi di Papua, menyoroti kemampuan analitis sang letnan yang kemudian berkembang menjadi Kapten. “Kemampuan berpikirnya sudah sangat tajam, bahkan ketika masih Letnan. Ia membantu banyak operasi penting di daerah operasi,” kata Romel. Ia juga menekankan ketakwaan Zulmi, menyebutkan kebiasaan berpuasa Senin‑Kamis, shalat berjamaah, serta memimpin pengajian di kampus militer.
Latar Belakang Gugurnya Kapten Zulmi
Kapten Zulmi gugur pada 30 Maret 2026 saat tim escort Kompi B Satgas Yonmek XXIII‑S/UNIFIL melaksanakan pengawalan konvoi Combat Support Service Unit (CSSU) di sektor timur UNIFIL. Kendaraan mereka terkena ledakan proyektil di dekat Bani Hayyan, mengakibatkan hilangnya nyawa Kapten Zulmi dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Insiden serupa menimpa Kopral Farizal Rhomadhon pada 29 Maret 2026 di wilayah Adchit Al Qusayr.
Reaksi Keluarga dan Upaya Pemulangan Jenazah
Keluarga Kapten Zulmi, terutama ayahnya Iskandarudin, mengungkapkan kepedihan mendalam sekaligus keikhlasan. “Kami tetap berserah, namun berharap proses pemulangan jenazah dapat dipercepat,” ujar istri Zulmi, Handita Anjani. Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, menjelaskan kendala administrasi dan terbatasnya penerbangan yang memperlambat proses. Ia optimis jenazah dapat tiba di Indonesia paling lambat akhir pekan ini.
Penghormatan Internasional
Upacara penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon digelar di Bandara Internasional Rafik Hariri, Beirut, pada 2 April 2026. Upacara tersebut dihadiri oleh Komandan Misi UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, perwakilan PBB, militer Lebanon, dan Duta Besar Indonesia untuk Lebanon. Ketiga prajurit dianugerahi medali anumerta dari PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon.
Makna Pengorbanan bagi TNI dan Bangsa
Pengorbanan Kapten Zulmi menegaskan peran strategis TNI dalam operasi perdamaian global. Sebagai prajurit yang pernah menimba ilmu di Pusdiklatpassus, ia mewakili generasi baru TNI yang menggabungkan keahlian militer modern dengan nilai moral tinggi. Sambutan Jenderal Agus menegaskan bahwa setiap prajurit yang berkorban demi perdamaian akan selalu dikenang dan dihormati, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.
Dengan doa dan rasa hormat yang tulus, seluruh elemen TNI, pemerintah, serta masyarakat Indonesia bersatu memperingati jasa Kapten Zulmi dan rekan-rekannya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan semangat pengabdian mereka terus menginspirasi generasi penerus.