Makanan Ekstrem dengan Cita Rasa Unik
TasteAtlas mendeskripsikan paniki sebagai makanan khas Minahasa yang menggunakan kelelawar sebagai bahan utama. Hidangan ini memang dianggap sebagai makanan ekstrem, tetapi bagi konsumsi daging kelelawar sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Minahasa. Paniki juga telah menjadi bagian warisan kuliner Manado selama berabad-abad. Kehadirannya tidak hanya menjadi sebuah hidangan lokal, tetapi mencerminkan warisan budaya dan tradisi kuliner khas. Proses pengolahan paniki dimulai dengan cara memanggang kelelawar untuk menghilangkan semua bulu. Kelelawar lalu dibersihkan, ususnya dikeluarkan, dan dipotong menjadi bagian kecil, lalu direbus dalam air. Hidangan ini kemudian disempurnakan dengan tambahan bawang goreng, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, serai, serta santan. Setelah selesai dimasak, paniki akan mengeluarkan aroma yang kuat dengan cita rasa pedas gurih khas masakan Manado.
Penilaian dan Reaksi Netizen
Paniki mendapat rating bintang 2,2 dari TasteAtlas. Meskipun dianggap sebagai makanan tidak biasa, sebagian orang meyakini daging kelelawar memiliki sejumlah manfaat dan nilai gizi tinggi. Salah satu kandungan manfaatnya yaitu ampuh mengurangi dan mengobati masalah kulit akibat alergi. Selain menyembuhkan gatal atau penyakit kulit, daging kelelawar juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit asma dan sesak napas karena kandungan senyawa kitotefin yang mirip seperti obat asma. Netizen pun memberikan reaksi yang beragam terkait paniki masuk dalam daftar makanan terburuk di dunia 2026. “Tidak terlalu mengejutkan,” komentar salah satu netizen. “Makanan ekstrem memang tidak biasa,” tambah yang lain.
Apa Artinya Ini bagi Masyarakat Minahasa?
Masuknya paniki dalam daftar makanan terburuk di dunia 2026 tidak mengurangi nilai budaya dan tradisi kuliner khas Minahasa. Paniki tetap menjadi bagian warisan kuliner Manado yang patut dilestarikan. “Paniki adalah bagian dari budaya kami,” kata salah satu warga Minahasa. “Kami bangga dengan makanan khas kami, meskipun tidak biasa bagi orang lain.”
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Paniki masih memiliki jalan panjang untuk dikenal dan diterima oleh masyarakat luas. Namun, dengan adanya pengakuan dari TasteAtlas, paniki dapat menjadi lebih dikenal dan menarik perhatian masyarakat internasional. “Kami berharap paniki dapat menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang terkenal di dunia,” kata salah satu pelaku usaha kuliner di Minahasa.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8544203/paniki-khas-sulawesi-utara-masuk-daftar-24-makanan-terburuk-di-dunia-2026, without altering the facts of the original article.