22 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Paniki khas Sulawesi Utara masuk daftar 24 makanan terburuk di dunia 2026 menurut TasteAtlas. Netizen pun memberikan komentar yang mengejutkan tentang peringkat ini.

Makanan Ekstrem dengan Cita Rasa Unik

TasteAtlas mendeskripsikan paniki sebagai makanan khas Minahasa yang menggunakan kelelawar sebagai bahan utama. Hidangan ini memang dianggap sebagai makanan ekstrem, tetapi bagi konsumsi daging kelelawar sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Minahasa. Paniki juga telah menjadi bagian warisan kuliner Manado selama berabad-abad. Kehadirannya tidak hanya menjadi sebuah hidangan lokal, tetapi mencerminkan warisan budaya dan tradisi kuliner khas. Proses pengolahan paniki dimulai dengan cara memanggang kelelawar untuk menghilangkan semua bulu. Kelelawar lalu dibersihkan, ususnya dikeluarkan, dan dipotong menjadi bagian kecil, lalu direbus dalam air. Hidangan ini kemudian disempurnakan dengan tambahan bawang goreng, bawang putih, jahe, daun bawang, daun kari, serai, serta santan. Setelah selesai dimasak, paniki akan mengeluarkan aroma yang kuat dengan cita rasa pedas gurih khas masakan Manado.

Penilaian dan Reaksi Netizen

Paniki mendapat rating bintang 2,2 dari TasteAtlas. Meskipun dianggap sebagai makanan tidak biasa, sebagian orang meyakini daging kelelawar memiliki sejumlah manfaat dan nilai gizi tinggi. Salah satu kandungan manfaatnya yaitu ampuh mengurangi dan mengobati masalah kulit akibat alergi. Selain menyembuhkan gatal atau penyakit kulit, daging kelelawar juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit asma dan sesak napas karena kandungan senyawa kitotefin yang mirip seperti obat asma. Netizen pun memberikan reaksi yang beragam terkait paniki masuk dalam daftar makanan terburuk di dunia 2026. “Tidak terlalu mengejutkan,” komentar salah satu netizen. “Makanan ekstrem memang tidak biasa,” tambah yang lain.

🔖 Baca juga:
Liverpool dan Barcelona Berebut Bek Muda Australia, Penerus Van Dijk?

Apa Artinya Ini bagi Masyarakat Minahasa?

Masuknya paniki dalam daftar makanan terburuk di dunia 2026 tidak mengurangi nilai budaya dan tradisi kuliner khas Minahasa. Paniki tetap menjadi bagian warisan kuliner Manado yang patut dilestarikan. “Paniki adalah bagian dari budaya kami,” kata salah satu warga Minahasa. “Kami bangga dengan makanan khas kami, meskipun tidak biasa bagi orang lain.”

🔖 Baca juga:
Kebakaran Mengerikan di Bangkok: 27 Orang Tewas dalam Sekejap

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Paniki masih memiliki jalan panjang untuk dikenal dan diterima oleh masyarakat luas. Namun, dengan adanya pengakuan dari TasteAtlas, paniki dapat menjadi lebih dikenal dan menarik perhatian masyarakat internasional. “Kami berharap paniki dapat menjadi salah satu makanan khas Indonesia yang terkenal di dunia,” kata salah satu pelaku usaha kuliner di Minahasa.

🔖 Baca juga:
Argentina Vs Spanyol: Duel Raksasa di 32 Besar Piala Dunia 2026

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8544203/paniki-khas-sulawesi-utara-masuk-daftar-24-makanan-terburuk-di-dunia-2026, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *