2 Juni 2026

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 13 April 2026 | Sabtu pagi, 12 April 2026, Basilika Santo Petrus menjadi saksi doa bersama yang dipimpin Paus Leo XIV dalam rangka perayaan Paskah perdana. Di tengah suasana sakral, Paus menyampaikan seruan tegas untuk menghentikan semua konflik bersenjata, khususnya perang antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran yang telah menelan ribuan korban jiwa dalam hitungan pekan.

Seruan Damai di Puncak Paskah

Paus Leo, yang merupakan Paus pertama asal Amerika Serikat, menegaskan bahwa kekuatan sejati tidak diukur dari persenjataan atau pamer kekuasaan, melainkan dari kemampuan melindungi dan melayani kehidupan manusia. “Cukup dengan penyembahan diri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” tegasnya, mengutip perkataan yang disiarkan oleh media Anadolu pada Minggu, 12 April.

🔖 Baca juga:
Denver Nuggets Terhenti di Playoff: Kekalahan Telak dan Tantangan Offseason

Dalam doa bersama, Paus menyoroti penderitaan anak‑anak dan warga sipil yang terjebak di zona konflik. “Saya menerima banyak surat dari anak‑anak di zona konflik… mari kita dengarkan suara mereka,” ujarnya, menekankan urgensi mendengarkan suara yang paling rentan.

Penolakan terhadap “Delusi Omnipotence”

Paus Leo menamakan penyebab utama perang sebagai “delusi omnipotence”—keyakinan berlebihan akan kekuasaan militer yang mengaburkan nilai‑nilai kemanusiaan. Ia menuduh para pemimpin politik, tanpa menyebut nama, telah menjadikan kekuatan militer sebagai alat legitimasi, bahkan mengaitkannya dengan klaim religius. “Sebuah ilusi yang mengelilingi kita dan semakin tidak terduga serta agresif,” kata Paus, menegaskan bahwa Tuhan tidak memberkati perang apapun.

Paus juga menyinggung ancaman penutupan Selat Hormuz yang dapat mengganggu peradaban global, mengingat pentingnya jalur pelayaran itu bagi perdagangan energi dunia. Ia memperingatkan bahwa kelanjutan konflik dapat menjerumuskan peradaban ke dalam kehancuran yang tak dapat diterima.

Ajakan Kembali ke Meja Dialog

Dengan nada yang tetap tenang namun tegas, Paus mengajak semua pemimpin dunia untuk segera duduk kembali di meja dialog dan mediasi. “Kami berseru kepada mereka: hentikan! Ini saatnya untuk damai! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” ujarnya, menolak segala bentuk keputusan yang meningkatkan persenjataan atau tindakan mematikan.

🔖 Baca juga:
Harga Yamaha NMAX Turbo 2026: Tipe Tertinggi Dijual Segini, Ini Detailnya!

Doa malam yang dipimpin Paus di Basilika juga diikuti oleh ibadah serupa di Amerika Serikat dan negara‑negara lain, menandakan solidaritas global terhadap seruan perdamaian. Kardinal Dominique Joseph Mathieu dari Belgia, Uskup Agung Teheran, dan perwakilan diplomatik AS hadir, menunjukkan bahwa pesan Paus menembus batas agama dan politik.

Reaksi Internasional dan Harapan Kedepan

Sejumlah media internasional melaporkan bahwa gencatan senjata rapuh berhasil dimediasi oleh Pakistan pada awal pekan ini, menurunkan angka korban sementara. Namun, Paus Leo menegaskan bahwa gencatan senjata tidak cukup; diperlukan penyelesaian politik yang adil dan berkelanjutan.

Para analis politik menilai bahwa seruan Paus dapat memperkuat tekanan publik terhadap pemerintah yang terlibat dalam konflik. Keterlibatan agama dalam diplomasi, meski tidak baru, kembali mendapat sorotan setelah Paus menekankan bahwa nilai‑nilai kemanusiaan harus menjadi prioritas utama.

Di luar lingkup politik, Paus mengajak masyarakat umum untuk berperan aktif membangun “Kerajaan Perdamaian” dalam kehidupan sehari‑hari, mulai dari keluarga, sekolah, hingga komunitas. Ia menekankan pentingnya cinta, moderasi, dan politik yang baik sebagai fondasi perdamaian yang lestari.

🔖 Baca juga:
Bitcoin Tembus Batas $71.000: Antara Tren Penurunan dan Harapan Bullish $88.000

Dengan penutup yang mengingatkan akan pentingnya mengakhiri siklus kekerasan, Paus Leo menegaskan bahwa dunia harus memilih jalan damai, menghindari pedang, drone, dan keuntungan tidak adil, demi menegakkan martabat, pengertian, dan pengampunan bagi semua umat manusia.

Views: 5

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *