PAUD Gratis Memperkuat Pendidikan, Namun Siswa MTsN 2 Kisaran Terganggu Keracunan MBG
Berita Hari Ini – 17 September 2026 | Di tengah upaya memperluas layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) gratis di Sumatera Selatan, kabar tidak menggemaskan muncul dari Kisaran, Sumatera Utara. Sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) di MTs Negeri 2 Kisaran dikabarkan menimbulkan keracunan pada sekitar 30 siswa, menambah tekanan pada sistem kesehatan dan pendidikan di wilayah tersebut.
Penguatan PAUD Gratis di Sumatera Selatan
Senin, 14 September 2026, Febrita Lustia Herman Deru—yang dikenal sebagai Feby Deru—mengukuhkan pengurus DPD PP PAUD Provinsi Sumatera Selatan periode 2025–2030. Ia menegaskan tiga agenda utama: penguatan layanan PAUD holistik integratif, pemberdayaan keluarga lewat Dasawisma dan PKK, serta pendampingan orang tua dalam era digital. Salah satu pilarnya adalah penyediaan pendidikan PAUD gratis yang mencakup gizi, kesehatan dan perlindungan anak.
- Perluasan Akses – Menjangkau desa-desa terpencil dengan model PAUD HI.
- Pemberdayaan Keluarga – Melibatkan PKK dan kader Dasawisma dalam edukasi pengasuhan positif.
- Digitalisasi – Mengedukasi guru dan orang tua agar anak tidak terpapar konten negatif.
Feby menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat lokal untuk memastikan layanan PAUD gratis dapat dirasakan secara merata. Ia juga mengajak para pengurus baru untuk meninjau ulang kebijakan program ini agar lebih adaptif dengan kebutuhan anak di era digital.
Keracunan MBG di MTs Negeri 2 Kisaran
Di sisi lain, kisah tragis di MTsN 2 Kisaran menyoroti risiko yang dapat muncul dari program serupa. Sekitar 30 siswa dikabarkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program MBG. Sebanyak 13 siswa dirawat di RSUD Haji Abdul Manan Simatupang (HAMS), sementara sisanya dipindahkan ke RS Setio Husodo, Wira Husada, dan Rumkitban Kisaran.
Plt Direktur RSUD HAMS, dr. Eka Wilda Sari, mengonfirmasi bahwa pasien mengalami gejala sakit perut, mual, sakit kepala, dan muntah. Saat ini, pasien masih dalam observasi dan belum ada konfirmasi penyebab pasti, apakah terkait dengan makanan MBG atau faktor lain. Pihak sekolah dan dinas kesehatan memanggil evaluasi keamanan makanan sebagai langkah prioritas.
Kontras Antara Inisiatif Gratis dan Risiko Kesehatan
Perbandingan antara dua kasus ini menimbulkan pertanyaan penting: bagaimana memastikan program gratis tidak menjadi sumber risiko? Di satu sisi, PAUD gratis di Sumsel menonjolkan komitmen pemerintah terhadap pendidikan dan kesehatan anak. Di sisi lain, insiden keracunan di Kisaran menandai perlunya standar keamanan yang lebih ketat.
Beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:
- Audit dan Sertifikasi – Memastikan penyedia makanan dan fasilitas pendidikan memenuhi standar sanitasi.
- Pelatihan Personil – Memberikan pelatihan kepada guru dan staf rumah sakit tentang manajemen risiko gizi.
- Monitoring Berkala – Menjalankan sistem pelaporan kejadian kesehatan secara real time.
- Kerjasama Multi‑Stakeholder – Menggabungkan upaya pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta.
Inisiatif PAUD gratis di Sumatera Selatan tetap menjadi contoh positif, namun kejadian di Kisaran mengingatkan semua pihak akan pentingnya keseimbangan antara akses gratis dan kualitas serta keamanan layanan. Jika program gratis tidak diimbangi dengan pengawasan yang memadai, manfaatnya dapat berkurang atau bahkan menimbulkan risiko serius.
Kesimpulannya, pemerintah dan masyarakat perlu terus memantau dan menyesuaikan kebijakan program gratis, baik di bidang pendidikan maupun gizi, agar tidak hanya menjanjikan akses, tetapi juga menjamin keamanan dan kualitas layanan bagi anak-anak Indonesia.