Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2026, para pedagang bendera merah putih dan pernak-pernik mulai banyak di jalanan. Salah satunya adalah Ali yang berdagang di wilayah Jatinegara, Jakarta Timur (Jaktim).
Kronologi Fakta
Menurut Ali, dia mulai berdagang di wilayah Jatinegara tersebut mulai 28 Juli hingga akhir Agustus 2026 mendatang dengan jam buka sehabis Subuh sekitar pukul 05.30 hingga 21.00 WIB. Dia menjual berbagai jenis pernak-pernik seperti bendera merah putih kecil, balon, lampion, ikatan kepala bendera merah putih, hingga hiasan sepeda.
Ali mengaku tak ada kenaikan harga yang signifikan untuk bendera merah putih maupun pernak-pernik 17 Agustus. “Harga biasa saja,” ujarnya. Menurut Ali, kenaikan harga hanya berkisar Rp 2.000-Rp 3.000. Dia pun memilih tak menaikkan harga jual.
Mengapa dan Dampak
Mengapa Ali memilih tidak menaikkan harga jualnya? Menurutnya, harga jual stabil dan tidak ingin menaikkan harga agar lebih kompetitif. “Harga stabil, naik paling Rp 2.000-Rp 3.000, tapi kalau harga jual sama kayak tahun lalu,” ucap Ali.
Dampak dari keputusan Ali ini adalah para pembeli dapat menikmati harga yang lebih terjangkau. Ini dapat meningkatkan daya tarik pembeli dan meningkatkan penjualan. Namun, perlu diingat bahwa keputusan Ali ini belum tentu berlaku untuk pedagang lain di wilayah yang sama.
Penutup
Demikian informasi tentang pedagang bendera di Jatinegara yang menjaga harga jual meski modal naik tipis. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/8262181/meski-modal-naik-tipis-pedagang-bendera-di-jatinegara-pertahankan-harga-jual-jelang-hut-ri, without altering the facts of the original article.