22 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Gen Z perlu memiliki dua ijazah untuk bertahan di era AI yang kian canggih. Apa yang membuat John Collison, pendiri Stripe, memberikan pernyataan ini? Simak penjelasannya.

Seiring dengan kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau AI, tantangan bagi generasi muda untuk bersaing di dunia kerja semakin besar. Menurut Cofounder Stripe, John Collison, anak muda perlu memiliki keunggulan kompetitif untuk bertahan di era AI yang kian canggih. Salah satu cara untuk meningkatkan keunggulan kompetitif tersebut adalah dengan mengambil dua jurusan kuliah sekaligus.

Collison percaya bahwa kombinasi dua bidang ilmu yang berbeda dapat memberi keunggulan besar bagi pekerja muda. Hal ini terutama ketika teknologi membuat banyak proses kerja menjadi jauh lebih efisien. “Kalau Anda paham software dan paham keuangan, atau paham software dan paham marketing, Anda bisa sangat meningkatkan seluruh marketing funnel perusahaan,” kata Collison.

🔖 Baca juga:
Langit Ka’Bah Disaksikan Gerhana Matahari Total Terlama pada 2 Agustus 2027

Momen Penentu di Era AI

Sejak lama, kecerdasan buatan atau AI sudah mulai dikhawatirkan akan mulai menggantikan sejumlah pekerjaan. Hal ini tentu membuat banyak para pencari kerja dan fresh graduate yang kebanyakan adalah Gen Z, makin sulit bersaing mendapatkan tempat di dunia kerja. Terkait hal ini, Collison memberikan sebuah solusi dengan mengambil dua jurusan kuliah sekaligus.

Collison menambahkan, memahami berbagai bidang kini jauh lebih mudah. “Anda bisa membaca buku sekarang atau berbicara dengan AI tentang itu. Saya pikir para pemikir multidisiplin akan tampil sangat baik,” kata Collison lagi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pandangan serupa juga datang dari kalangan eksekutif lain di Silicon Valley. Daniela Amodei, presiden sekaligus salah satu pendiri perusahaan AI, Anthropic, menilai keterampilan interpersonal akan makin penting dalam era kolaborasi dengan AI. Para talenta dengan latar belakang pendidikan liberal arts yang biasanya mencakup humaniora, ilmu alam, sosiologi, hingga seni, akan memiliki keterampilan yang paling lengkap untuk sukses.

🔖 Baca juga:
Israel Bombardir Lebanon Selatan, 32 Orang Tewas dalam Serangan

Menurut Amodei, pendidikan humaniora memberi bekal yang lebih seimbang karena AI sudah sangat kuat di bidang sains, teknologi, teknik, dan Matematika. Jadi, soft skill seperti kecerdasan emosional, komunikasi, dan rasa ingin tahu menjadi makin bernilai.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dalam beberapa tahun ke depan, kemampuan beradaptasi dan memiliki spektrum keterampilan yang luas dinilai menjadi modal penting untuk tetap relevan. Oleh karena itu, lulusan dengan dua bidang keahlian akan lebih siap membangun karier yang sukses. “Saya pikir gagasan bahwa ada hal-hal yang membuat kita unik sebagai manusia, memahami diri kita sendiri, memahami sejarah, memahami apa yang membuat kita termotivasi, saya pikir itu akan selalu sangat, sangat penting,” tutur Amodei.

Keterampilan berpikir kritis dan belajar bagaimana berinteraksi dengan orang lain akan jadi lebih penting di masa depan. Dengan demikian, para pekerja muda perlu memiliki keunggulan kompetitif untuk bertahan di era AI yang kian canggih.

🔖 Baca juga:
Kapal Pertamina Keluar dari Selat Hormuz Setelah 6 Hari, Ini Penyebabnya

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kini, para pencari kerja dan fresh graduate perlu meningkatkan keunggulan kompetitif mereka untuk bersaing di dunia kerja. Dengan mengambil dua jurusan kuliah sekaligus atau memiliki latar belakang pendidikan liberal arts, mereka dapat memiliki keterampilan yang paling lengkap untuk sukses. Oleh karena itu, mereka perlu mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan di era AI yang kian canggih.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260627150511-185-1374041/pendiri-stripe-gen-z-perlu-punya-2-ijazah-untuk-survive-di-era-ai, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *