Sebagai episentrum distribusi komoditas pangan terbesar di DKI Jakarta, Pasar Kramat Jati memegang peranan krusial dalam menjamin keamanan pasokan makanan bagi puluhan juta masyarakat. Tingginya volume transaksi harian menuntut adanya sistem pengawasan ketat terhadap kandungan zat berbahaya—seperti formalin, boraks, rhodamin B, methanil yellow, serta residu pestisida—guna memastikan bahan pangan yang beredar aman dikonsumsi.
1. Kerangka Pilar Pengawasan Keamanan Pangan
Sistem perlindungan konsumen di Pasar Kramat Jati dibangun melalui tiga pilar utama yang melibatkan pengelola pasar (Perumda Pasar Jaya), BPOM, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), serta instansi kepolisian.
┌────────────────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ KERANGKA PENGAWASAN KEAMANAN PANGAN PASAR │
└────────────────────────────────────────────────────────────────────────┘
1. DETEKSI DINI & INSPEKSI 2. PENGUJIAN LABORATORIUM
┌──────────────────────────────┐ ┌──────────────────────────────┐
│ • Inspeksi Sanitasi Lapak │ ───► │ • Posko Laboratorium Mini │
│ • Sampling Bahan Pangan │ │ • Rapid Test Kit On-Site │
└──────────────────────────────┘ └──────────────────────────────┘
│
▼
3. PENINDAKAN & SERTIFIKASI
┌──────────────────────────────┐
│ • Penyitaan Komoditas Bermasalah│
│ • Label Keamanan / Pasar Bebas │
│ Bahan Berbahaya │
└──────────────────────────────┘
- Skrining Akses Masuk (Supply Screening): Pengawasan berkala di area bongkar muat untuk memeriksa komoditas berisiko tinggi (seperti produk perikanan, olahan unggas, mi basah, dan tahu) sebelum didistribusikan ke lapak eceran.
- Fasilitas Laboratorium Mini di Lokasi (On-Site Mini Lab): Keberadaan fasilitas uji cepat (rapid test kit) memungkinkan pengambilan sampel dan pemeriksaan spesimen selesai dalam waktu singkat tanpa menunggu prosedur laboratorium pusat.
2. Tahapan Pengawasan dan Penindakan Terpadu
1.Sampling Komoditas Berisiko Tinggi:Fase 1.
Petugas gabungan melakukan pengambilan sampel (sampling) secara acak dari berbagai lapak pedagang grosir maupun eceran pada jam sibuk operasional.
2.Pengujian Bahan Berbahaya (Rapid Test):Fase 2.
Sampel diuji langsung di laboratorium mini pasar untuk mengidentifikasi kandungan formalin, boraks, pewarna tekstil (rhodamin B/methanil yellow), dan residu pestisida.
3.Penindakan dan Penelusuran Sumber (Traceability):Fase 3.
Jika ditemukan bahan cemaran positif, produk disita untuk dimusnahkan, pedagang diberikan sanksi administrasi, dan asal-usul pasokan ditelusuri ke pemasok utama.
3. Matriks Target Parameter Pengawasan Bahan Kimia
| Kategori Bahan Pangan | Bahan Berbahaya yang Diwaspadai | Metode Pengujian | Tindakan Mitigasi |
| Ikan Segar & Olahan Laut | Formalin | Rapid Test Kit Formaldehid | Penelusuran rantai pasok dari pelabuhan/pemasok utama |
| Tahu & Mi Basah | Formalin & Boraks | Reagent Test Paper / Kit Kimia | Penyitaan barang & edukasi pembuat produk olahan |
| Sayuran Daun & Buah | Residu Pestisida Organofosfat | Pesticide Residue Rapid Kit | Standarisasi cuci pasca-panen & pencucian berkala |
| Kerupuk & Olahan Warna | Rhodamin B & Methanil Yellow | Uji Kolorimetri | Pembinaan pedagang & penggantian bahan pewarna makanan |
4. Dampak Sistem Keamanan Terhadap Konsumen dan Pasar
Penerapan standar keamanan pangan yang konsisten memberikan dampak signifikan bagi ekosistem perdagangan di Pasar Kramat Jati:
- Meningkatkan Kepercayaan Konsumen: Jaminan pasar bebas dari bahan berbahaya (Pasar Aman dari Bahan Berbahaya) menarik kembali segmen masyarakat perkotaan dan bisnis kuliner modern untuk berbelanja secara langsung.
- Edukasi dan Kesadaran Pedagang: Pedagang mikro menjadi lebih selektif dalam memilih agen atau distributor penyedia barang jualan, sehingga rantai pasok secara mandiri menolak komoditas yang mengandung racun/kimia berbahaya.
- Sertifikasi Pasar Aman: Menjadikan Pasar Kramat Jati sebagai rujukan percontohan tata kelola pasar tradisional yang memenuhi standar higienitas dan kesehatan nasional.
Penulis:Helen Angelica