Pengobatan dan Cara Mencegah Penularan Penyakit Influenza
Pengobatan dan cara mencegah penularan penyakit influenza penting diketahui karena influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat menyebar dengan cepat. Influenza musiman terutama disebabkan oleh virus influenza tipe A dan B. Di negara tropis seperti Indonesia, influenza dapat terjadi sepanjang tahun sehingga langkah pencegahan tetap perlu dilakukan secara rutin.
Sebagian besar orang yang mengalami influenza dapat pulih tanpa perawatan khusus dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, influenza dapat menyebabkan kondisi lebih serius pada kelompok tertentu, seperti lansia, ibu hamil, anak kecil, serta orang yang memiliki penyakit kronis. Karena itu, masyarakat perlu memahami gejala, pengobatan, dan langkah pencegahan influenza.
Apa Itu Penyakit Influenza?
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza terdiri dari beberapa tipe, tetapi influenza A dan B merupakan tipe yang paling sering menyebabkan penyakit musiman pada manusia.
Influenza dapat menular ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin sehingga menghasilkan partikel pernapasan yang mengandung virus. Penularan juga dapat terjadi melalui tangan yang terkontaminasi virus kemudian menyentuh wajah.
Gejala influenza biasanya muncul secara tiba-tiba. Beberapa gejala yang umum antara lain demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot atau sendi, tubuh terasa lemas, dan hidung berair. Masa inkubasi influenza umumnya sekitar satu hingga empat hari.
Pengobatan Penyakit Influenza
Pengobatan influenza pada dasarnya disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan kondisi pasien. Pada kasus ringan, sebagian besar penderita dapat melakukan perawatan di rumah.
1. Banyak Beristirahat
Ketika mengalami influenza, tubuh membutuhkan waktu untuk memulihkan diri. Istirahat yang cukup dapat membantu penderita melewati masa infeksi.
Kementerian Kesehatan RI menganjurkan penderita influenza untuk tetap berada di rumah, banyak beristirahat, serta menjaga kondisi tubuh.
2. Perbanyak Minum Air
Penderita influenza dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup dapat membantu mencegah kekurangan cairan selama tubuh mengalami infeksi.
Air putih dapat menjadi pilihan utama. Asupan cairan juga dapat diperoleh dari makanan atau minuman lain yang sesuai dengan kondisi tubuh.
3. Mengatasi Gejala
Pengobatan influenza juga dapat diarahkan untuk mengurangi gejala seperti demam dan rasa tidak nyaman. Penggunaan obat untuk meredakan gejala sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau anjuran tenaga kesehatan, terutama untuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang yang memiliki penyakit tertentu.
WHO menyebutkan bahwa penanganan influenza ringan dapat mencakup istirahat, minum cukup cairan, dan pengobatan terhadap gejala seperti demam.
4. Obat Antivirus untuk Kondisi Tertentu
Obat antivirus influenza dapat digunakan pada pasien tertentu, khususnya mereka yang mengalami influenza berat atau memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi.
WHO menyatakan bahwa obat antivirus paling bermanfaat apabila diberikan sedini mungkin, idealnya dalam 48 jam sejak gejala mulai muncul. Penggunaan obat antivirus harus berdasarkan penilaian dan anjuran tenaga kesehatan.
Antibiotik tidak digunakan untuk mengobati influenza karena influenza disebabkan oleh virus, sedangkan antibiotik ditujukan untuk infeksi bakteri.
Kapan Harus ke Fasilitas Kesehatan?
Tidak semua kasus influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit. Namun, masyarakat perlu segera mendapatkan pemeriksaan apabila gejala semakin berat atau tidak membaik.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan kondisi memburuk.
Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok berisiko tinggi, seperti ibu hamil, anak berusia di bawah lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta orang yang memiliki penyakit kronis seperti asma, penyakit jantung, penyakit paru, atau diabetes.
Cara Mencegah Penularan Penyakit Influenza
Selain mengetahui pengobatan influenza, masyarakat juga perlu memahami cara mencegah penularannya. Pencegahan dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
1. Rajin Mencuci Tangan
Mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir merupakan salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko penularan influenza.
Tangan dapat menyentuh berbagai permukaan yang mungkin terkontaminasi virus. Oleh karena itu, biasakan mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, serta setelah beraktivitas di tempat umum.
Jika sabun dan air tidak tersedia, hand sanitizer dapat digunakan sebagai alternatif.
2. Gunakan Masker Saat Sakit
Orang yang sedang mengalami batuk, pilek, atau gejala influenza sebaiknya menggunakan masker ketika berada di sekitar orang lain.
Kementerian Kesehatan juga menganjurkan penggunaan masker bagi masyarakat yang sedang mengalami gejala seperti batuk dan pilek.
3. Terapkan Etika Batuk dan Bersin
Tutup mulut dan hidung menggunakan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian buang tisu ke tempat sampah.
Jika tidak memiliki tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutup mulut dan hidung. Hindari menutup batuk atau bersin menggunakan telapak tangan karena tangan dapat menyentuh benda lain dan membantu penyebaran virus.
4. Tetap di Rumah Saat Sakit
Salah satu cara sederhana mencegah penularan influenza adalah membatasi aktivitas di luar rumah ketika sedang sakit.
Dengan tetap berada di rumah, penderita dapat mengurangi kontak dengan orang lain sehingga risiko penyebaran virus kepada keluarga, teman, atau rekan kerja dapat ditekan. WHO dan Kementerian Kesehatan sama-sama memasukkan anjuran untuk tetap di rumah ketika mengalami influenza sebagai bagian dari pencegahan.
5. Hindari Kontak Dekat
Jika ada anggota keluarga atau orang di sekitar yang sedang mengalami influenza, usahakan mengurangi kontak dekat.
Hindari berbagi barang pribadi dan perhatikan kebersihan benda yang sering disentuh bersama. Influenza dapat menyebar dengan cepat terutama di lingkungan yang padat.
6. Hindari Menyentuh Wajah
Menyentuh mata, hidung, dan mulut dengan tangan yang belum dicuci dapat meningkatkan risiko masuknya virus ke tubuh.
Karena itu, biasakan membersihkan tangan sebelum menyentuh wajah, terutama setelah berada di tempat umum.
7. Jaga Daya Tahan Tubuh
Menjaga kesehatan secara umum juga penting. Pola makan bergizi, istirahat cukup, aktivitas fisik sesuai kemampuan, dan memenuhi kebutuhan cairan dapat mendukung kesehatan tubuh.
Namun, gaya hidup sehat bukan berarti seseorang sepenuhnya kebal terhadap influenza. Langkah tersebut perlu dikombinasikan dengan tindakan pencegahan lainnya.
Vaksinasi Influenza
Vaksinasi merupakan salah satu cara utama untuk mencegah influenza. WHO menyatakan vaksin influenza sebagai cara terbaik untuk mencegah penyakit tersebut. Vaksinasi tahunan direkomendasikan terutama bagi kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
Kementerian Kesehatan RI juga merekomendasikan vaksin influenza tahunan bagi kelompok berisiko tinggi, termasuk lansia, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan orang dengan penyakit kronis tertentu. Vaksin influenza tahunan belum menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional di Indonesia.
Kelompok yang Perlu Lebih Waspada
Influenza dapat menyerang semua kelompok usia. Namun, risiko penyakit berat lebih tinggi pada ibu hamil, anak-anak berusia di bawah lima tahun, lansia, serta orang dengan penyakit kronis atau kondisi yang menekan sistem kekebalan tubuh.
Kelompok tersebut sebaiknya tidak menunda konsultasi medis apabila mengalami gejala influenza yang berat atau kondisi kesehatan memburuk.
Kesimpulan
Pengobatan dan cara mencegah penularan penyakit influenza perlu dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan masyarakat. Untuk kasus ringan, penderita umumnya dapat beristirahat di rumah, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengatasi gejala sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pada kelompok berisiko tinggi atau penderita dengan gejala berat, pemeriksaan medis diperlukan karena influenza dapat menyebabkan komplikasi. Obat antivirus dapat dipertimbangkan oleh tenaga kesehatan dan idealnya diberikan sedini mungkin pada kondisi yang sesuai. Antibiotik tidak efektif untuk mengobati influenza karena penyakit ini disebabkan oleh virus.
Sementara itu, cara mencegah penularan influenza dapat dilakukan dengan mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kontak dekat, tetap di rumah ketika sakit, serta menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh. Vaksinasi influenza tahunan juga merupakan salah satu langkah pencegahan penting, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
penulis :nofa oktaviya