Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax memukul telak bisnis Pertashop di berbagai daerah. Penjualan Pertamax secara nasional anjlok hingga 60 persen, memicu ratusan gerai Pertashop di berbagai daerah gulung tikar. Ketua Umum DPP Himpunan Pertashop Merah Putih Indonesia (HPMPI) Steven mengungkapkan situasi yang dihadapi para pengusaha Pertashop saat ini sudah masuk dalam fase kritis. Penurunan omzet yang drastis terjadi hanya dalam hitungan hari setelah penyesuaian harga diumumkan.
Fakta Penjualan Pertamax yang Anjlok
Menurut Steven, penurunan volume penjualan Pertamax merata di seluruh daerah. Dampak terparah terjadi di DI Yogyakarta, volume penjualan yang semula mencapai 800 hingga 2.000 liter per hari, kini merosot tajam menjadi hanya 200 hingga 700 liter per hari. Sumatera Barat, penjualan langsung anjlok hingga 50 persen di hari-hari pertama. Bengkulu termasuk yang mengalami penurunan omset penjualan terparah mencapai 70 persen. Dari total 201 unit Pertashop di Bengkulu, kini hanya tersisa 150 unit yang masih aktif beroperasi.
Penyebab dan Dampak Penurunan Penjualan
Penyebab utama rontoknya bisnis Pertashop adalah perbedaan harga yang terlalu jauh antara Pertamax dengan Pertalite yang disubsidi pemerintah. Akibatnya, konsumen berbondong-bondong beralih ke Pertalite, meskipun harus mengantre panjang di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Kondisi para pengusaha kecil ini kian diperparah oleh maraknya persaingan tidak sehat di lapangan. Banyak Pertashop terpaksa tutup dan merumahkan pekerjanya.
Upaya Penyelamatan Bisnis Pertashop
Melihat kondisi yang kian kritis, HPMPI mendesak pemerintah untuk segera turun tangan memberikan keberpihakan nyata kepada para pengusaha kecil. HPMPI melayangkan dua usulan strategis untuk menyelamatkan bisnis Pertashop yang tersisa. Pertama, pemerintah membuat kebijakan gerai Pertashop diperbolehkan menjual Pertalite. Jika opsi pertama tidak memungkinkan, pemerintah diminta mengerahkan aparat untuk menindak tegas warung-warung atau Pertamini yang menjual Pertalite dan solar tanpa izin resmi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kondisi yang dialami oleh pengusaha Pertashop saat ini memang sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk membantu mereka. Dengan demikian, diharapkan bisnis Pertashop dapat kembali pulih dan meningkatkan penjualan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami situasi yang dihadapi oleh pengusaha kecil dan memilih untuk membeli BBM dari sumber yang resmi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bisnis.tempo.co/read/2109776/penjualan-pertamax-anjlok-gerai-pertashop-gulung-tikar, without altering the facts of the original article.