Perawat Thailand Selamatkan Puluhan Biksu dari Maut
Perawat Thailand, Wiwat Laonoi, mendapat sorotan publik setelah mengabaikan pantangan dalam tradisi Buddha demi menyelamatkan puluhan biksu yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Provinsi Mukdahan, Thailand. Wiwat, yang berusia 61 tahun, menjadi orang pertama yang tiba di lokasi kejadian dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Ia mengabaikan pantangan yang melarang perempuan menyentuh biksu, karena menurutnya, yang terpenting adalah menyelamatkan nyawa manusia.
Apa yang Terjadi
Kecelakaan tragis itu terjadi pada Kamis (2/7/2026) di Provinsi Mukdahan, ketika seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun mengemudikan mobil pikap milik orang tuanya tanpa izin. Kendaraan itu melaju dengan kecepatan tinggi sebelum menabrak rombongan yang terdiri atas 35 biksu dan lima pengikut lainnya. Wiwat Laonoi menjadi orang pertama yang tiba di lokasi kejadian dan langsung memberikan pertolongan pertama kepada para korban. Ia memeriksa denyut nadi para korban, melakukan resusitasi jantung paru (CPR), serta berkoordinasi dengan rumah sakit setempat sambil berpindah dari satu korban ke korban lainnya.
Mengapa dan Dampak
Kecelakaan ini menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan dan keamanan biksu di Thailand. Banyak biksu di Thailand yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah untuk melakukan kegiatan keagamaan dan sosial. Namun, kecelakaan seperti ini menunjukkan bahwa mereka juga rentan terhadap risiko kecelakaan. Wiwat Laonoi, yang berasal dari Provinsi Mukdahan, tempat kecelakaan terjadi, mengatakan akan tetap mengabdikan diri sebagai relawan medis di daerah dengan keterbatasan layanan kesehatan setelah pensiun pada September mendatang. “Sebagai warga Thailand dan seorang perawat, saya sangat bangga dapat menggunakan pengetahuan saya untuk membantu sesama manusia,” tuturnya. Kecelakaan ini juga menimbulkan dampak pada komunitas biksu di Thailand. Sebanyak 10 biksu meninggal dunia, termasuk 5 biksu yang meninggal di lokasi kejadian dan 5 lainnya yang meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Hingga Jumat (3/7/2026) malam, sebanyak 10 korban lainnya masih menjalani perawatan. Dua di antaranya berada dalam kondisi kritis, sedangkan delapan lainnya mengalami luka ringan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Wiwat Laonoi telah menunjukkan komitmennya untuk membantu sesama manusia, terutama dalam situasi darurat. Ia telah menjadi perawat selama hampir 40 tahun dan telah menyaksikan banyak kecelakaan. Namun, kecelakaan ini merupakan salah satu yang paling memilukan baginya. “Pemandangannya sangat mengerikan. Banyak biksu tergeletak di jalan,” ujarnya. Wiwat Laonoi berharap bahwa kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan keselamatan. Ia juga berharap bahwa komunitas biksu di Thailand dapat lebih memperhatikan keselamatan dan keamanan mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/news/1032638/perawat-thailand-menentang-tabu-buddha-untuk-menyelamatkan-puluhan-biksu-korban-kecelakaan, without altering the facts of the original article.