**Perpustakaan Nasional Dipangkas Anggarannya, Membuat Pekerja Mengancam Mengundurkan Diri** **Pembuka** Perpustakaan Nasional (Perpusnas) dipangkas anggarannya secara signifikan pada tahun 2026. Anggaran yang ditetapkan untuk Perpusnas mencapai Rp721 miliar pada tahun 2025, namun pada tahun ini berkurang menjadi Rp377 miliar. Kebijakan ini berdampak pada berbagai daerah, termasuk pembelian buku baru yang terhenti dan “perpustakaan keliling” yang gagal beroperasi. **Mengapa & Dampak** Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah memaksa Perpusnas untuk mengurangi program prioritas seperti bantuan buku, penguatan perpustakaan komunitas, dan pembinaan pustakawan. Karena itu, distribusi buku yang telah dilaksanakan selama dua tahun terakhir tidak dapat direalisasikan pada tahun 2026. Akibatnya, perpustakaan daerah di Nusa Tenggara Timur dan Surakarta, Jawa Tengah, mengalami kesulitan dalam meningkatkan aktivitas literasi. Ketua Perpusnas, Aminudin Aziz, mengatakan bahwa kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada efektivitas program literasi nasional. Beliau juga mengatakan bahwa distribusi buku tidak dapat direalisasikan pada tahun 2026 karena tidak ada anggaran yang cukup. Pihak Perpusnas sedang berkoordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan untuk menyesuaikan target dan penambahan anggaran. **Momen Penentu di Menit Akhir** Banyak pelaku literasi yang kecewa dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Mereka mengatakan bahwa kebijakan ini menggambarkan bahwa pemerintah tidak serius dalam mencerdaskan masyarakat. Akademisi dan praktisi literasi juga menilai bahwa kebijakan efisiensi anggaran menggambarkan bahwa pemerintah tidak memiliki komitmen dalam meningkatkan literasi nasional. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Anggaran Perpusnas tahun 2025 mencapai Rp721 miliar, sedangkan pada tahun 2026 berkurang menjadi Rp377 miliar. – Perpusnas telah melaksanakan distribusi buku selama dua tahun terakhir, namun tidak dapat direalisasikan pada tahun 2026 karena tidak ada anggaran yang cukup. – Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada efektivitas program literasi nasional dan meningkatkan kesulitan perpustakaan daerah dalam meningkatkan aktivitas literasi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah berdampak pada efektivitas program literasi nasional dan meningkatkan kesulitan perpustakaan daerah dalam meningkatkan aktivitas literasi. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian target dan penambahan anggaran untuk meningkatkan efektivitas program literasi nasional. Selain itu, perlu adanya komitmen pemerintah dalam meningkatkan literasi nasional sehingga dapat mencerdaskan masyarakat. **Penutup** Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah berdampak pada efektivitas program literasi nasional dan meningkatkan kesulitan perpustakaan daerah dalam meningkatkan aktivitas literasi. Oleh karena itu, perlu adanya penyesuaian target dan penambahan anggaran untuk meningkatkan efektivitas program literasi nasional. Selain itu, perlu adanya komitmen pemerintah dalam meningkatkan literasi nasional sehingga dapat mencerdaskan masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c70gekd44gdo?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.