Laga klasik penuh gengsi antara Persib Bandung vs Persebaya Surabaya pada babak Final Piala Presiden 2026 menyajikan drama luar biasa di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Pertandingan yang mempertemukan dua kekuatan besar sepak bola Indonesia ini harus dituntaskan hingga babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 sepanjang 120 menit.
Lewat babak tos-tosan yang menegangkan, Persebaya Surabaya akhirnya mengukuhkan diri sebagai juara Piala Presiden 2026 dengan keunggulan 6-5. Ini merupakan gelar pertama Bajul Ijo sepanjang keikutsertaan mereka di ajang pra-musim bergengsi ini.
Ringkasan Hasil Pertandingan Persib vs Persebaya
| Parameter | Catatan Pertandingan |
| Ajang | Final Piala Presiden 2026 |
| Stadion | Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali |
| Skor Waktu Normal (90′) | 1 – 1 |
| Skor Extra Time (120′) | 1 – 1 |
| Adu Penalti | Persib 5 – 6 Persebaya |
| Pencetak Gol Persib | Patricio Matricardi (24′) |
| Pencetak Gol Persebaya | Ramadhan Sananta (20′) |
| Kartu Merah | Mariano Peralta (Persib – 113′) |
Jalannya Pertandingan: Drama 120 Menit di Bali
Babak Pertama: Inisiatif Bajul Ijo dan Balasan Cepat Maung Bandung
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung mengambil inisiatif menekan. Mengandalkan kombinasi serangan dari sisi sayap yang ditempati Malik Risaldi serta kecerdasan Francisco Rivera di lini tengah, Bajul Ijo kerap kali merepotkan barisan pertahanan Persib.
- Menit ke-20 (Gol Persebaya): Berawal dari skema umpan terukur Rachmat Irianto, Ramadhan Sananta berhasil melepaskan sontekan terarah yang membobol gawang Persib. Persebaya unggul 1-0.
- Menit ke-24 (Gol Persib): Respons cepat ditunjukkan skuad Maung Bandung. Memanfaatkan situasi bola mati, bek tengah asal Argentina, Patricio Matricardi, sukses meneruskan umpan cerdik di dalam kotak penalti untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kedudukan kembali seimbang, tempo permainan kian meningkat. Kedua tim saling berganti melancarkan serangan cepat, namun skor 1-1 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua & Extra Time: Ketatnya Pertahanan dan Kartu Merah
Pada babak kedua, struktur taktik kedua tim menjadi lebih disiplin. Persebaya yang dilatih Bernardo Tavares mencoba mengontrol penguasaan bola, sementara Persib yang ditangani Igor Tolic menunggu momentum melakukan serangan balik tajam.
Kedua kiper, Teja Paku Alam (Persib) dan Ernando Ari (Persebaya), tampil cemerlang menggagalkan sejumlah peluang emas. Hingga 90 menit waktu normal selesai, tak ada gol tambahan yang tercipta sehingga laga berlanjut ke babak tambahan (extra time).
Di babak extra time, situasi kian sulit bagi Persib setelah Mariano Peralta diganjar kartu merah langsung pada menit ke-113 akibat pelanggaran keras. Kendati bermain dengan 10 pemain, pertahanan Persib mampu menahan gempuran Persebaya hingga peluit panjang babak tambahan berbunyi.
Babak Adu Penalti: Penentuan Sang Kampiun
Adu penalti berjalan sengit dengan ketegangan tinggi. Dari tujuh penendang yang ditunjuk masing-masing tim, konsistensi eksekutor Bajul Ijo menjadi pembeda.
Eksekusi Penalti
- Persib Bandung: Dua eksekutor Maung Bandung, Uilliam Barros dan Al Hamra Hehanussa, gagal menjebol gawang Persebaya.
- Persebaya Surabaya: Yuran Fernandes sempat gagal, namun eksekutor ketujuh Persebaya, Gledson, menjalankan tugasnya dengan dingin setelah mengecoh kiper lawan sekaligus mengunci kemenangan 6-5.
Susunan Pemain Resmi
Persib Bandung (4-3-3)
- Kiper: Teja Paku Alam (Fitrah Maulana)
- Belakang: Kakang Rudianto, Patricio Matricardi, Mutombo, Tanamal
- Tengah: Guaycochea, Notsuda, Adam Alis
- Depan: Menalo, Uilliam Barros, Balsa Sekulic
- Pelatih: Igor Tolic
Persebaya Surabaya (4-3-3)
- Kiper: Ernando Ari (Reza Arya 46′)
- Belakang: Arief Catur Pamungkas (Ricky Pratama 64′), Yuran Fernandes, Jose Mota, Jefferson
- Tengah: Risto Mitrevski, Rachmat Irianto (Toni Firmansyah 65′), Francisco Rivera (Ramalho 113′)
- Depan: Malik Risaldi (Yann Mabella 64′), Ramadhan Sananta (Gledson 81′), Miguel Pereira
- Pelatih: Bernardo Tavares
Arti Kemenangan Bagi Persebaya Surabaya
Gelar Piala Presiden 2026 ini menjadi modal berharga bagi Persebaya Surabaya menyongsong kompetisi Liga 1. Setelah sebelumnya pernah melangkah ke final pada edisi 2019 namun gagal meraih trofi, kemenangan ini memutus dahaga gelar pra-musim Bajul Ijo.
Keberhasilan Bernardo Tavares dalam meramu komposisi pemain baru, termasuk perpaduan striker lokal Ramadhan Sananta dan pilar asing seperti Yuran Fernandes, membuktikan kesiapan Persebaya bersaing di papan atas musim ini.
penulis:alpian