Berita Hari Ini – 06 April 2026 | Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) menegaskan komitmen kuatnya dalam penanganan korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Bekasi. Setelah insiden yang menimbulkan kepanikan warga setempat, perusahaan segera mengerahkan tim darurat, mengkoordinasikan bantuan medis, serta memastikan kelancaran pasokan LPG bagi konsumen yang terdampak.
Langkah Darurat Pasca Kebakaran
Sesaat setelah kebakaran melanda SPBE Cimuning pada dini hari, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan prosedur penanggulangan bencana internal. Tim respon cepat yang terdiri dari tenaga teknis, medis, dan logistik dikerahkan ke lokasi. Upaya pertama difokuskan pada pemadaman sisa api, evakuasi penghuni sekitar, dan penilaian kerusakan pada infrastruktur penyimpanan LPG.
Selanjutnya, Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Bekasi serta rumah sakit setempat untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban yang mengalami luka bakar ringan hingga menengah. Tim medis menyediakan perawatan luka, observasi tanda vital, dan pengobatan awal untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
Koordinasi dengan Pemerintah dan Dirjen Migas
Pada 3-4 April 2026, Pertamina Patra Niaga bersama Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) melakukan peninjauan menyeluruh atas jaringan distribusi LPG di wilayah Bekasi dan Jakarta Utara. Kunjungan ini tidak lepas dari konteks kebakaran SPBE yang baru-baru ini terjadi. Pemeriksaan difokuskan pada sarana dan fasilitas strategis, termasuk SPBE PT Sapta Arta Setia, serta pangkalan LPG Suwondo, Herman, dan Sriyatun.
Dirjen Migas menekankan pentingnya memastikan kualitas LPG 3 kg yang disalurkan, terutama berat dan kuantitasnya, agar tidak menimbulkan risiko keamanan tambahan. Diskusi intensif juga digelar dengan pemilik pangkalan dan agen LPG mengenai prosedur pengendalian bahaya, pelatihan staf, serta standar keselamatan kerja yang harus dipatuhi.
Upaya Pemulihan Pasokan LPG
Setelah kebakaran, Pertamina Patra Niaga segera mengalihkan aliran pasokan LPG dari SPBE lain yang masih beroperasi, termasuk SPBE Pertamina Trading and Services di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Langkah ini bertujuan agar konsumen rumah tangga dan industri tidak mengalami kelangkaan bahan bakar penting.
Tim logistik menyiapkan jadwal distribusi tambahan, mengoptimalkan armada truk tangki, dan mempercepat proses verifikasi kualitas LPG di setiap titik penyaluran. Upaya ini berhasil menjaga kestabilan stok LPG di pasar lokal selama masa pemulihan.
Program Pendampingan Sosial
Selain penanganan medis, Pertamina Patra Niaga meluncurkan program bantuan sosial bagi keluarga korban yang kehilangan properti atau mengalami kerugian ekonomi. Bantuan berupa paket sembako, voucher belanja, serta subsidi LPG selama tiga bulan pertama diberikan secara langsung oleh tim lapangan.
Program ini juga mencakup pelatihan keamanan kerja bagi pekerja lapangan dan masyarakat sekitar, guna meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran LPG serta prosedur evakuasi yang tepat.
Rekomendasi dan Tindakan Lanjutan
- Peningkatan inspeksi rutin pada instalasi SPBE, terutama pada sistem pemadam kebakaran otomatis.
- Penerapan standar keamanan yang lebih ketat pada penyimpanan dan distribusi LPG.
- Pengadaan perangkat deteksi kebocoran gas berteknologi tinggi di setiap SPBE.
- Peningkatan kapasitas tim respons darurat dengan pelatihan berkelanjutan.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina Patra Niaga berharap dapat mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan serta memperkuat kepercayaan publik terhadap keamanan pasokan energi di Indonesia.
Penanganan korban kebakaran SPBE Cimuning menunjukkan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat. Upaya penyelamatan, pemulihan pasokan, serta dukungan sosial yang terkoordinasi menjadi contoh konkret tanggung jawab korporasi dalam menghadapi krisis energi.