Polemik mengenai reaktivasi Bandara Husein Sastranegara Bandung dan peran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati kembali mengemuka. BIJB dituding menjadi bengkel Hercules, sebuah keputusan yang dianggap melenceng jauh dari skenario dan ide dasar pembangunan awal infrastruktur kebanggaan warga Jawa Barat tersebut. Langkah pemerintah ini juga dinilai kontras dengan momentum reaktivasi penerbangan komersial di Bandara Husein Sastranegara Bandung yang dijadwalkan kembali bergeliat pada September 2026 mendatang.
Kronologi Pengalihan Fungsi BIJB
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati diresmikan sebagai bandara komersial pada 2018 dengan tujuan menjadi bandara utama di Jawa Barat. Namun, setelah penerbangan komersial pesawat jet di Bandara Husein Sastranegara resmi ditutup sejak akhir Oktober 2023, layanan penerbangan komersial dialihkan sepenuhnya ke BIJB. Kini, pemerintah berencana mengalihkan fokus BIJB sebagai tempat reparasi pesawat alutsista seperti Hercules. Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada September 2026 mendatang menambah polemik mengenai keputusan pemerintah ini.
Apa yang Terjadi?
Pengamat Ekonomi Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menilai alih fungsi BIJB sebagai fasilitas pertahanan justru menyimpang dari tujuan awal pembangunan bandara tersebut. Menurutnya, BIJB Kertajati sejatinya merupakan infrastruktur yang telah disiapkan untuk menjadi bandara utama di Jawa Barat dalam jangka panjang. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal. Ia juga menyebutkan bahwa persoalan utama BIJB bukan terletak pada fasilitas bandaranya, melainkan konektivitas menuju kawasan Bandung Raya yang masih terbatas. Selain itu, insentif bagi maskapai penerbangan juga dinilai belum cukup menarik untuk membuka lebih banyak rute.
Mengapa dan Dampak
Menurut Acuviarta Kartabi, keputusan pemerintah mengalihkan fungsi BIJB sebagai bandara pertahanan menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengelola infrastruktur yang telah dibangun. “Saya kira itu sudah keluar dari ide dasar dan juga rencana awal. Itu menunjukkan pemerintah tidak punya strategi yang komprehensif,” katanya. Keputusan ini juga dinilai berdampak pada pengembangan infrastruktur penerbangan di Jawa Barat ke depan. Dengan fokus pada reparasi pesawat alutsista, BIJB tidak dapat忥 potensi sebagai bandara utama di Jawa Barat.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan kembali strategi pengembangan infrastruktur penerbangan di Jawa Barat. Dengan reaktivasi Bandara Husein Sastranegara pada September 2026 mendatang, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan pelayanan penerbangan di Jawa Barat. Namun, keputusan pemerintah mengenai alih fungsi BIJB masih harus diawasi dan dievaluasi dampaknya terhadap pengembangan infrastruktur penerbangan di masa depan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1178085/bandara-husein-direaktivasi-bijb-jadi-bengkel-hercules-pengamat-pemerintah-tak-punya-strategi, without altering the facts of the original article.