Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifPolemik sekolah sepi peminat di Bali menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan sejumlah sekolah minim siswa baru, hampir merata di Kabupaten yang ada di Bali. Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang tersisa hanya memiliki sedikit siswa, bahkan ada yang nihil siswa baru.
Momen Penentu di Menit Akhir
Beberapa sekolah di Kabupaten Jembrana, Karangasem, dan Klungkung memiliki jumlah siswa baru yang sangat rendah. SDN 6 Bhuana Giri di Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, misalnya, tidak ada murid baru yang mengikuti MPLS, hanya 4 siswa yang masih bertahan belajar di sekolah tersebut. Tahun ajaran 2026/2027 menjadi tahun keempat berturut-turut bagi SDN 6 Bhuana Giri tanpa satu pun siswa baru. Kondisi serupa juga terjadi di SD Negeri 2 Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, yang tidak memperoleh satu pun siswa di kelas I.
SDN 5 Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, hanya mendapatkan 2 siswa baru. Begitu juga di SD Negeri 3 Bukit, Desa Bukit, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, di ruang kelas 1 sekolah itu, hanya ada dua siswa baru yang mengikuti MPLS. Jumlah siswa baru yang rendah ini menjadi perhatian serius Pemprov Bali untuk mencari solusi.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Nyoman Giri Prasta, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memetakan sekolah yang kekurangan siswa tersebut. Ia menilai bahwa pengalihan siswa ke sekolah lain dalam satu wilayah yang sama menjadi solusi logis agar kuota rombongan belajar (rombel) dapat terpenuhi sesuai standar Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurut Giri Prasta, evaluasi ini dinilai mendesak lantaran adanya temuan anomali pada jenjang kelas di beberapa sekolah. Di antaranya ada kekosongan siswa pada angkatan tertentu secara selang-seling. Ia menambahkan bahwa regrouping (penggabungan sekolah) menjadi salah satu opsi untuk meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemprov Bali masih memiliki jalan panjang untuk menyelesaikan polemik sekolah sepi peminat di Bali. Dengan melakukan evaluasi dan mencari solusi yang tepat, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Bali. Regrouping sekolah dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) menjadi beberapa opsi yang dipertimbangkan untuk meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar.
Kedepannya, Pemprov Bali diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperhatikan kebutuhan siswa dan sekolah. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk bersekolah dan meningkatkan kualitas pendidikan di Bali.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/601347/gedung-dialihkan-jadi-fasumsekolah-sepi-peminat-di-bali-bakal-di-regrouping, without altering the facts of the original article.