Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifAncaman Geng Motor di Makassar
Polisi dinilai lamban dalam menangani kasus geng motor yang kembali mengusik rasa aman warga Makassar. Terbaru, seorang warga menjadi korban serangan geng motor ketika sedang mengendarai kendaraan. Besi runcing bersarang di pahanya setelah ia berusaha menghindari rombongan pemotor mencurigakan. Kejadian ini kembali mengingatkan bahwa ancaman geng motor berbeda dengan kejahatan biasa, karena korban seringkali acak dan bisa siapa saja.
Momen Penentu di Menit Akhir
ADR, korban serangan geng motor, melihat rombongan pemotor mencurigakan dari kaca spion kendaraannya. Ia memilih mempercepat kendaraan untuk menghindar, namun upaya menyelamatkan diri itu justru membuat kawanan pemotor mengejar hingga akhirnya melepaskan anak panah. Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya Iptu Abdullah Mataram menyebut gerombolan geng motor itu masih dicari. Rekaman CCTV diperiksa dan ciri-ciri pelaku ditelusuri. Dari informasi sementara, rombongan tersebut berjumlah lebih dari 15 motor.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menunjukkan bahwa penanganan geng motor tidak boleh hanya bergerak setelah ada korban. Pemetaan titik rawan, patroli malam, pengawasan lingkungan, hingga peran keluarga harus berjalan bersamaan. Geng motor tidak lahir tiba-tiba, ia tumbuh dari pembiaran kecil yang berlangsung lama. Makassar terus bergerak menjadi kota besar, aktivitas masyarakat berlangsung hampir 24 jam. Oleh karena itu, penindakan tegas harus dilakukan untuk mencegah korban berjatuhan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Masyarakat meminta tindakan preventif sebelum korban berjatuhan. Polisi harus melakukan langkah-langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang. Dengan demikian, kota Makassar dapat menjadi tempat yang lebih aman bagi warganya. Langkah-langkah preventif dan penindakan tegas harus dilakukan secara bersamaan untuk mengatasi masalah geng motor ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/opini/1843593/pak-polisi-jangan-hanya-bergerak-kalau-sudah-ada-korban, without altering the facts of the original article.