Polisi Papua Barat Daya Bungkam Jaringan DPO, Tangkap Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian
Berita Hari Ini – 08 April 2026 | Polisi Papua Barat Daya berhasil menurunkan satu kelompok tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) terkait penembakan rombongan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, yang terjadi pada Maret 2026. Penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya intensif aparat kepolisian untuk memberantas jaringan kriminal yang telah menimbulkan serangkaian pembunuhan dan pembakaran di Kabupaten Tambrauw serta wilayah sekitarnya.
Menurut keterangan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua Barat Daya, Komisaris Besar Polisi Junov Siregar, operasi penangkapan ini dilakukan beriringan dengan pengejaran terhadap total 19 tersangka DPO yang masih menjadi buronan. “Kami terus meningkatkan koordinasi antara Polda, Polres, serta satuan tugas khusus untuk memastikan setiap jejak tersangka dapat diikuti hingga akhir,” ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar di Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa 7 April 2026.
Rangkaian Kasus yang Membentuk Daftar DPO
Daftar DPO yang sedang diburu polisi mencakup tiga kelompok utama kasus yang terjadi dalam rentang waktu dua tahun terakhir:
- Kasus Pembakaran 2024: Pada 2 Desember 2024, sebuah kantor distrik di Bamusbama dibakar habis. Penyidikan mengidentifikasi delapan orang sebagai pelaku utama, yang kemudian dimasukkan ke dalam DPO.
- Kasus Pembunuhan Maret 2026: Dua warga sipil tewas pada 16 Maret 2026 dalam serangan bersenjata. Sepuluh tersangka diidentifikasi, empat di antaranya sudah menyerahkan diri, sementara enam sisanya masih menjadi buronan.
- Penembakan Rombongan Tito Karnavian: Pada 8 Maret 2026, rombongan Menteri Dalam Negeri mengalami serangan tembak di wilayah pedalaman Papua. Lima pelaku ditetapkan sebagai DPO dengan inisial DY, SY, AY, YY, dan DZ.
Jumlah total tersangka yang masih dalam pencarian kini mencapai 19 orang, dengan fokus utama pada mereka yang terlibat dalam aksi penembakan terhadap tokoh negara.
Strategi Penangkapan dan Operasi Lapangan
Polisi Papua Barat Daya mengadopsi pendekatan multi‑dimensi dalam rangka menindak para DPO. Beberapa langkah kunci yang diambil meliputi:
- Penggunaan intelijen lokal yang didukung oleh satelit dan drone untuk memetakan pergerakan tersangka di hutan dan daerah terpencil.
- Kerjasama dengan satuan TNI dan Satpol PP setempat untuk memastikan keamanan wilayah operasi serta menghindari benturan dengan penduduk sipil.
- Peningkatan kehadiran personel kepolisian di pos‑pos perbatasan guna memblokir jalur pelarian.
- Penerapan taktik penyerbuan yang terkoordinasi, termasuk penyamaran dan infiltrasi jaringan kriminal.
Hasil dari taktik tersebut, pada Senin (6/4/2026) aparat berhasil mengamankan dua tersangka utama yang diduga terlibat langsung dalam penembakan rombongan Menteri. Kedua tersangka tersebut kini berada di tahanan Polda Papua Barat Daya untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Dampak Terhadap Keamanan Regional
Penangkapan ini memberikan sinyal kuat bahwa aparat kepolisian tidak akan mentolerir aksi kekerasan terhadap pejabat negara maupun warga sipil. Selain meningkatkan rasa aman di kalangan masyarakat, langkah ini diharapkan dapat menurunkan intensitas aksi kriminal di wilayah Papua Barat Daya yang selama ini menjadi hotspot konflik.
Namun, pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa masih terdapat sembilan tersangka yang belum berhasil ditangkap. Upaya pencarian akan terus berlanjut, dengan menitikberatkan pada penyelidikan lintas wilayah dan kerja sama antar‑instansi keamanan.
Secara keseluruhan, penangkapan DPO dalam kasus penembakan rombongan Tito Karnavian menandai keberhasilan signifikan dalam upaya penegakan hukum di Papua. Pemerintah daerah dan pusat diharapkan dapat memberikan dukungan tambahan, baik berupa sumber daya maupun kebijakan yang memperkuat kemampuan operasional kepolisian. Dengan sinergi yang terus terjaga, diharapkan keamanan di wilayah timur Indonesia dapat terjamin, dan keadilan bagi korban dapat segera ditegakkan.