Polri Mewujudkan Pola Kepolisian Berbasis Bukti: Buku 48, Ganti Ganti Kapolda, dan Peningkatan Perwira Tertinggi
Berita Hari Ini – 03 September 2026 | Di tengah dinamika keamanan nasional, Polri menegaskan komitmennya terhadap kepolisian berbasis bukti (evidence‑based policing). Pada 10 Maret 2026, Pusat Studi Kepolisian yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo resmi menorehkan 48 karya ilmiah yang kini menjadi rujukan bagi anggota Polri dan masyarakat.
48 Buku, Fondasi Pengetahuan Polri
Buku-buku tersebut mencakup ilmu kepolisian, hukum, kriminologi, keamanan, dan teknologi digital. Salah satu karya unggulan meneliti automasi dalam keamanan modern, sementara yang lain menyoroti perlindungan perempuan dan anak di era digital. Setiap judul telah dibedah di forum ilmiah, menguji gagasan dan menghubungkan teori dengan praktik lapangan.
Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pusat studi harus menjadi ruang tumbuh pemikiran dan penelitian yang memberikan manfaat nyata. “Kebijakan kepolisian harus semakin kuat karena didukung ilmu pengetahuan, data, dan pengalaman empiris,” ujarnya. Dengan 48 buku tersebut, Polri berharap dapat memperkuat kebijakan dan strategi operasional melalui data dan analisis yang solid.
Pertukaran Kepemimpinan di Wilayah Strategis
Upacara serah terima jabatan (sertijab) di Mabes Polri, Jakarta, menandai pergantian pimpinan di beberapa wilayah penting. Brigjen Pol Hengki Haryadi, sebelumnya Wakil Kapolda Riau, kini resmi menjadi Kapolda Papua Barat Daya. Sebelumnya, Kapolda Papua Barat Daya, Brigjen Pol Yulius Audie Sonny Latuheru, beralih menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I.
Selain itu, Irjen Pol Roycke Harry Langie menggantikan Komjen Pol Mohammad Fadil Imran sebagai Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Pergantian ini dianggap sebagai proses pembinaan karier yang menjaga roda organisasi tetap optimal.
Peningkatan Pangkat Perwira Tertinggi
Perwira intelijen asal Bojonegoro, Dekananto Eko Purwono, menorehkan pangkat Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) pada 2 September 2026. Sebagai Wakil Kapolda Metro Jaya, ia telah memimpin berbagai inisiatif, termasuk program “Jaga Jakarta On The Spot” yang mendekatkan kepolisian dengan warga lokal. Penghargaan Satya Lencana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto menegaskan dedikasinya dalam program makan bergizi gratis.
Keamanan Global dan Isu Imigrasi
Di luar negeri, kasus penyalahgunaan paspor WNI di Pulau Jeju, Korea Selatan, menyoroti kebutuhan perlindungan migrasi yang lebih holistik. Pihak imigrasi di Indonesia tidak dapat menanggung semua risiko; perlindungan PMI memerlukan kerja sama lintas lembaga dan negara. Hal ini menambah kompleksitas tugas kepolisian dalam menjaga keamanan warga di luar negeri.
Dengan menggabungkan pengetahuan ilmiah, kepemimpinan strategis, dan perhatian terhadap isu global, Polri menegaskan tekadnya untuk menjadi lembaga kepolisian yang adaptif, humanis, dan berbasis data.