Prancis berambisi untuk menjadi juara Grup I Piala Dunia 2026 dan menghindari perjalanan jauh di babak selanjutnya. Tim asuhan Didier Deschamps itu saat ini memimpin klasemen grup dengan keunggulan selisih gol atas Norwegia. Asisten Pelatih Prancis, Guy Stephan, mengatakan bahwa finis di puncak klasemen akan memberikan keuntungan besar bagi timnya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Prancis dan Norwegia sudah memastikan lolos ke babak 16 besar setelah sama-sama memenangi dua laga awal. Namun, Prancis hanya membutuhkan hasil imbang untuk finis sebagai juara grup karena unggul selisih gol. Stephan menggantikan Didier Deschamps yang pulang ke Prancis untuk menghadiri pemakaman ibunya.
“Didier ingin kami finis sebagai juara grup, begitu juga seluruh pemain, karena dari sisi logistik hasilnya akan sangat berbeda. Kalau kami finis di posisi kedua, waktu perjalanan ke kota-kota tujuan berikutnya akan jauh lebih lama. Belum lagi faktor suhu. Menjadi juara grup adalah hasil terbaik,” ungkap Stephan.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Stephan juga mengungkapkan bahwa bek William Saliba dipastikan absen saat menghadapi Norwegia. Sementara itu, penyerang Marcus Thuram masih mengalami cedera pada betis. Jika menjadi juara Grup I, Prancis dapat tetap bermarkas di wilayah timur laut Amerika Serikat hingga babak perempat final.
Sebab itu, menjadi juara grup akan memudahkan perjalanan tim dan meminimalisir risiko cedera akibat perjalanan panjang. Sebaliknya, tim yang finis sebagai runner-up harus menjalani perjalanan ke Dallas, Miami, dan Atlanta untuk laga berikutnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Stephan mengatakan bahwa Deschamps diperkirakan kembali ke Boston pada Jumat malam atau Sabtu dini hari setelah menghadiri pemakaman ibunya. Gelandang Prancis, Aurelien Tchouameni, mengakui kepergian sementara Deschamps memberi pengaruh bagi tim.
“Ini adalah momen yang berat bagi semua orang, bagi pelatih maupun bagi kami,” ujar pemain Real Madrid tersebut. “Kami berusaha menjalani semuanya senormal mungkin meski situasinya tidak normal. Pelatih telah memberikan kami sebuah tugas dan tujuan utama kami adalah membuatnya bangga,” lanjutnya.
Laga Prancis melawan Norwegia juga diperkirakan berlangsung menarik karena mempertemukan dua penyerang yang sedang bersaing dalam perebutan sepatu emas Piala Dunia 2026. Kylian Mbappe dan Erling Haaland sama-sama telah mencetak empat gol dari dua pertandingan, hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
“Haaland? Dia bisa mencetak gol kapan saja. Sedikit saja kami kehilangan konsentrasi, kami bisa membayar mahal,” tutup Tchouameni. Dengan demikian, Prancis harus tetap fokus dan berusaha untuk meraih hasil terbaik di babak selanjutnya.
Prancis masih memiliki beberapa pertandingan yang harus dimenangkan untuk memastikan posisi mereka di babak selanjutnya. Dengan skuad yang solid dan pelatih yang berpengalaman, Prancis diharapkan dapat meraih kesuksesan di Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8548648/prancis-bidik-juara-grup-demi-hindari-perjalanan-jauh-di-piala-dunia-2026, without altering the facts of the original article.