**Prof Hambali: UMI Connection Jadi Kunci Transformasi Menyeluruh Universitas Muhammadiyah di 2030** **Momen Penentu di Menit Akhir** Universitas Muslim Indonesia (UMI) terus mematangkan langkah transformasi menuju 2030 dengan membangun budaya kerja yang bertumpu pada kolaborasi, pelayanan, dan kebermanfaatan. Fokus transformasi ini tidak hanya pada perubahan sistem dan teknologi, tetapi juga pada perubahan cara berpikir dan budaya kerja seluruh sivitas akademika. Hal tersebut ditegaskan Rektor UMI, Prof Dr H Hambali Thalib, SH, MH, dalam kegiatan Dzikir, Doa, dan Silaturahim Keluarga Besar Universitas Muslim Indonesia, di Kampus 2 UMI, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (7/8/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum spiritual sekaligus penguatan komitmen seluruh keluarga besar UMI untuk bergerak bersama mewujudkan arah pembangunan universitas menuju 2030. Dalam pidatonya, Prof Hambali menegaskan bahwa sebagai Lembaga Pendidikan dan Dakwah, UMI senantiasa menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap ikhtiar. Menurut dia, keberhasilan institusi tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dalam menyusun strategi, tetapi juga oleh niat yang benar, amanah, keikhlasan, dan keberkahan dalam menjalankan setiap pekerjaan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa transformasi ini sangat penting bagi UMI? Menurut Prof Hambali, keberhasilan universitas tidak semata-mata diukur dari banyaknya rapat maupun dokumen yang dihasilkan, tetapi dari perubahan yang benar-benar dirasakan oleh mahasiswa, orang tua, masyarakat, dan mitra UMI. Arah perubahan tersebut kemudian disatukan melalui konsep UMI Connection. “UMI Connection bukan sekadar aplikasi. Bukan sekadar sistem informasi. Bukan pula sekadar digitalisasi. UMI Connection adalah budaya baru Universitas Muslim Indonesia,” tegas Prof Hambali. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam mencapai tujuan transformasi UMI menuju 2030, Prof Hambali juga mengingatkan bahwa jabatan pada hakikatnya merupakan amanah. Seorang pemimpin, menurut dia, bukanlah orang yang paling banyak memerintah, melainkan mereka yang paling banyak memberikan pelayanan. Karena itu, seluruh unit di lingkungan UMI diharapkan mampu menerjemahkan arah transformasi universitas ke dalam program dan pekerjaan yang menghasilkan dampak nyata. Momentum tersebut sekaligus menjadi kelanjutan dari sejumlah agenda strategis UMI, di antaranya UMI Executive Strategic Summit (UMI ESS) 2026 yang telah menyatukan arah pembangunan UMI menuju 2030, serta rangkaian Pelatihan Kepemimpinan di Pesantren Darul Mukhlisin UMI, Padanglampe. Dengan demikian, Universitas Muslim Indonesia terus menempatkan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam setiap ikhtiar dan berkomitmen untuk mencapai transformasi menyeluruh menuju 2030 dengan membangun budaya kerja yang bertumpu pada kolaborasi, pelayanan, dan kebermanfaatan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/kampus/1846720/prof-hambali-umi-connection-jadi-budaya-baru-menuju-transformasi-menyeluruh-2030, without altering the facts of the original article.