Profesor Mujiburrahman resmi kembali menjabat sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh selama 4 tahun ke depan, 2026-2030. Pelantikan Rektor baru ini disaksikan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Gedung Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (6/8/2026), pukul 15.30 WIB.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pelantikan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh kali ini merupakan salah satu dari empat pelantikan Rektor perguruan tinggi keagamaan negeri (PTKN) lainnya, yakni Rektor IAIN Pontianak, Rektor IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, serta Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI melantik pimpinan empat PTKN tersebut.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Profesor Mujiburrahman kembali dipercaya sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode kedua ini setelah berhasil menjalankan program transformasi kelembagaan selama empat tahun terakhir. Selama periode kepemimpinan sebelumnya, UIN Ar-Raniry berhasil mencatat beberapa capaian strategis, seperti meraih akreditasi institusi Unggul, meningkatkan jumlah guru besar, memperbanyak publikasi ilmiah bereputasi internasional yang terindeks Scopus, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta membangun berbagai fasilitas pendukung akademik.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kepercayaan yang diberikan kepada Profesor Mujiburrahman ini merupakan amanah untuk melanjutkan agenda transformasi kelembagaan yang telah dijalankan. Pada periode kedua ini, Profesor Mujiburrahman mengusung visi menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai universitas berkelas dunia yang menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban Islam yang maslahat dan cerdas menuju Indonesia Emas 2045.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Salah satu agenda prioritas yang akan dijalankan oleh Profesor Mujiburrahman adalah modernisasi kampus melalui proyek pembangunan yang didukung pendanaan Pinjaman/Hibah Luar Negeri (PHLN) periode 2026-2030. Program tersebut meliputi pembangunan Fakultas Kedokteran, Laboratorium Halal Science and Technology, Islamic Center beserta Pusat Kajian Manuskrip, serta pembangunan masjid yang didukung Pemerintah Uni Emirat Arab.
Modernisasi Kampus dan Visi Baru
Profesor Mujiburrahman berencana menjadikan UIN Ar-Raniry sebagai universitas yang kuat dan berkelas dunia. Visi ini akan diwujudkan melalui penguatan kualitas akademik, internasionalisasi perguruan tinggi, transformasi digital, pengembangan riset kolaboratif, serta pembangunan kampus yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Pengembangan Internasionalisasi
UIN Ar-Raniry juga menargetkan penguatan internasionalisasi melalui revitalisasi International Office, perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, peningkatan jumlah mahasiswa internasional, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia dan layanan digital kampus.
Reakreditasi Institusi
Di bidang akademik, UIN Ar-Raniry akan mempersiapkan reakreditasi institusi untuk mempertahankan predikat Unggul, mendorong akreditasi internasional program studi, memperkuat Ma’had Jami’ah, lembaga bahasa, serta pusat moderasi beragama.
Kesimpulan
Profesor Mujiburrahman kembali dipercaya sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh untuk periode kedua ini. Ia telah menunjukkan kemampuan untuk memimpin universitas tersebut menuju ke arah yang lebih baik. Dengan visi baru dan agenda prioritas yang jelas, diharapkan UIN Ar-Raniry dapat menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia.
**Keyword utama:** Profesor Mujiburrahman, UIN Ar-Raniry, Rektor, Modernisasi Kampus, PTKN, Kepercayaan, Agenda Transformasi
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/nanggroe/1037609/dipercaya-lanjut-pimpin-uin-ar-raniry-prof-mujiburrahman-usung-modernisasi-kampus, without altering the facts of the original article.