Momen Penentu di Menit Akhir
Ketika berpindah ke rumah kos lain pada September 2024 hingga Januari 2025, kekerasan meningkat. Mata kiri korban dipukul menggunakan besi hingga kehilangan penglihatan. Setelah pindah ke wilayah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, kondisi korban semakin memburuk. Berdasarkan keterangan korban, mata kanannya dipukul menggunakan helm hingga menyebabkan kebutaan total. Selain itu, lutut korban juga ditebas menggunakan benda tajam sehingga kesulitan berjalan. Aksi kekerasan berlanjut saat keduanya tinggal di sebuah rumah kos di kawasan Cileunyi. Polisi menyebut korban disekap di dalam kamar, dipukul berulang kali menggunakan helm hingga mengalami luka berat, kemudian ditinggalkan dalam kondisi tidak berdaya. Taufik dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Jumat (26/6/2026) siang.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Psikiater dr Lahargo Kembaren, SpKJ, menekankan bahwa penyekapan dan penyiksaan dalam waktu lama menunjukkan adanya perilaku kekerasan sangat ekstrem. “Berarti telah terjadi perilaku kekerasan yang ekstrem tanpa rasa empati dan kontrol yang sangat dominan terhadap korban serta pelanggaran berat terhadap hak asasi korban tanpa memikirkan konsekuensinya,” ujarnya. Karakteristik tersebut, lanjutnya, memang dapat ditemukan pada orang dengan gangguan kepribadian antisosial yang memiliki perilaku psikopatik. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa tidak semua pelaku kekerasan memiliki kondisi tersebut. Orang dengan kecenderungan kekerasan ekstrem disebut dr Lahargo kerap mengecoh korban di awal-awal hubungan. Mereka justru bisa tampak sangat baik.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Banyak korban, lanjutnya, menggambarkan pelaku sebagai sosok yang sangat perhatian dan romantis, cepat membangun kedekatan emosional, serta tampak protektif. Namun seiring waktu, perilaku tersebut berubah menjadi posesif. Pelaku mulai mengisolasi korban dari keluarga maupun teman, mengontrol aktivitas, komunikasi, hingga keputusan sehari-hari. Tak jarang, muncul pula siklus kekerasan yang berulang, yakni menyakiti korban lalu meminta maaf sehingga korban kembali bertahan dalam hubungan tersebut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Taufik meminta maaf atas perbuatannya. “Saya minta maaf,” kata Taufik. Kasus ini telah mengungkapkan fakta mengerikan tentang kekerasan yang dilakukan oleh tersangka, Taufik Hidayat. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif dan latar belakang kejadian ini. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat dapat mencegah dan menangani kasus kekerasan dalam hubungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8548876/terungkap-sederet-aksi-keji-pria-penyekap-pacar-hingga-buta-psikiater-bilang-gini, without altering the facts of the original article.