Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
KompetitifPuisi mahasiswa UIN Saizu, Lulu Afita Adiniah, sukses membawa pulang penghargaan di SeIBa International Festival 2026. Karya sastra yang berjudul “Sajadah Bumi yang Tercabik” ini mengangkat isu lingkungan hidup dan menyuarakan kepedulian terhadap kerusakan alam akibat eksploitasi manusia. Penampilan Lulu mendapat perhatian dari para peserta festival dan disambut tepuk tangan meriah. Puisi ini menghadirkan refleksi tentang hubungan manusia dengan alam dan menggambarkan bumi sebagai amanah yang semestinya dijaga.
Momen Penentu di SeIBa International Festival 2026
Lulu Afita Adiniah, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) angkatan 2024, membacakan puisi ciptaannya sendiri berjudul “Sajadah Bumi yang Tercabik” di hadapan peserta dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri. Penampilan tersebut dibawakan dengan penghayatan, teknik vokal, dan kekuatan pesan yang disampaikan, membuat suasana aula berubah hening sebelum akhirnya disambut tepuk tangan meriah.
Puisi “Sajadah Bumi yang Tercabik” menghadirkan refleksi tentang hubungan manusia dengan alam. Melalui bahasa puitis, karya tersebut menggambarkan bumi sebagai amanah yang semestinya dijaga, bukan dieksploitasi demi kepentingan sesaat. Lulu menyampaikan pesan bahwa berbagai persoalan lingkungan, mulai dari deforestasi, pencemaran sungai, hingga bencana ekologis, tidak dapat dilepaskan dari perilaku manusia yang mengabaikan keseimbangan alam.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Lulu Afita Adiniah merupakan mahasiswa kelahiran Banyumas, 21 Desember 2005. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan, di antaranya sebagai anggota Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) FEBI UIN Saizu serta anggota muda KMPA Faktapala UIN Saizu. Di bidang sastra, Lulu telah mengukir sejumlah prestasi sejak duduk di bangku sekolah hingga menjadi mahasiswa.
Beberapa capaian yang pernah diraih Lulu antara lain Juara 1 Lomba Cipta Baca Puisi Xiinergy Adiksi UIN Saizu tingkat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa Lulu memiliki bakat dan kemampuan di bidang sastra dan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kemenangan Lulu Afita Adiniah di SeIBa International Festival 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Saizu memiliki potensi dan kemampuan yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional. Karya sastra yang dihasilkan oleh Lulu juga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup dan melestarikan alam.
Dalam penampilannya, Lulu tidak hanya membacakan puisi, tetapi juga mengajak audiens merenungkan kembali pentingnya menjaga bumi sebagai rumah bersama. Tema yang diangkat oleh Lulu sangat relevan dengan tantangan global saat ini, yaitu perubahan iklim, krisis lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Ke depan, diharapkan bahwa prestasi yang diraih oleh Lulu Afita Adiniah dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam berbagai bidang. Selain itu, karya sastra yang dihasilkan oleh Lulu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan hidup dan melestarikan alam.
Dengan demikian, UIN Saizu dapat terus meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswanya dalam berbagai bidang, termasuk bidang sastra dan lingkungan hidup. Dengan terus berinovasi dan berkontribusi, mahasiswa UIN Saizu dapat menjadi agen perubahan yang positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/pendidikan/1259076/puisi-mahasiswa-uin-saizu-memukau-seiba-international-festival-2026-angkat-isu-lingkungan, without altering the facts of the original article.