Berita Hari Ini – 28 September 2026 | Sabtu, 26 September 2026, ruang pemakaman TPU Karet Bivak di Jakarta Pusat menjadi saksi kepergian seorang maestro budaya, Muhammad Guruh Irianto Soekarnoputra. Rano Karno, Wakil Gubernur DKI Jakarta dan anggota keluarga besar Bung Karno, hadir memberi sambutan yang penuh emosi, mengingatkan bahwa kehilangan Guruh bukan sekadar kehilangan individu, melainkan kehilangan bagi seni, partai, dan kaum marhaenis.
Prosesi Pemakaman dan Sambutan Rano Karno
Guruh dimakamkan tepat di samping pusara ibunya, Fatmawati, menandai persatuan generasi dalam memelihara warisan. Rano menegaskan, “Hari ini Indonesia kehilangan seorang seniman besar, maestro budaya, pejuang partai, dan penggerak marhaenis.” Ia menyampaikan terima kasih atas doa dan penghormatan yang diberikan, sekaligus memohon maaf atas segala kekhilafan yang mungkin pernah dilakukan Guruh selama hidupnya.
Rano menekankan bahwa Guruh, meski dikenal sebagai putra Presiden pertama RI, Soekarno, tidak bergantung pada nama besar. Ia memilih menapaki jalur kebudayaan, menciptakan karya yang tetap dikenang. Rano mengingatkan bahwa kepergian Guruh akan dirasakan hingga dunia seni, keluarga besar PDI Perjuangan, dan komunitas marhaenis.
Rano Karno dan Peran Karang Taruna dalam Menyiapkan Generasi Muda
Di kesempatan lain, Rano menyoroti pentingnya Karang Taruna sebagai wadah pengembangan generasi muda. Ia mengajak anggota Karang Taruna untuk menjadi pelaku pembangunan kreatif, memanfaatkan bonus demografi Jakarta yang mencapai 71,63 persen usia produktif dari total populasi hampir 11 juta jiwa.
- Penguatan kualitas pendidikan dan keterampilan.
- Peningkatan ruang partisipasi bagi pemuda.
- Pengembangan kewirausahaan dan ekonomi kreatif.
- Kolaborasi lintas sektor untuk memfasilitasi inovasi.
Rano menambahkan bahwa sektor ekonomi kreatif kini mencakup 21 subsektor, mulai dari seni, film, teknologi digital, hingga otomotif dan sulih suara. Ia mengajak generasi muda Jakarta untuk memanfaatkan peluang ini sebagai ruang kemandirian ekonomi.
Dengan mengingat warisan Guruh dan menumbuhkan potensi muda, Rano menegaskan bahwa pembangunan Jakarta tidak hanya soal infrastruktur, melainkan juga manusia yang unggul dan kreatif.
Perluasan ruang bagi generasi muda menjadi kunci ketika Jakarta menyiapkan diri menghadapi tantangan kota global, terutama menjelang perayaan usia 500 tahun pada 2027. Rano berharap semua pihak dapat mengikhlaskan kepergian Guruh dan terus memajukan budaya serta inovasi.
Hari ini, Indonesia kehilangan seorang seniman yang tidak hanya berpuisi, melainkan juga menulis sejarah melalui seni. Namun, semangat Guruh akan terus hidup melalui generasi yang dituntun oleh Rano Karno dan Karang Taruna.